GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Haru di Balik Seni Melipat Kertas Origami yang Jarang Orang Tahu

Seni melipat kertas Origami asal Jepang bukan hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Namun belum banyak orang yang tahu bahwa ada kisah haru di balik tradisi
Selasa, 29 November 2022 - 19:06 WIB
Origami
Sumber :
  • Freepik

Seni melipat kertas Origami asal Jepang bukan hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Namun belum banyak orang yang tahu bahwa ada kisah haru di balik tradisi melipat kertas burung bangau itu.

Di Jepang, origami sudah menjadi suatu kepercayaan. Ketika seseorang ingin permohonannya terkabul, ia harus melipat seribu kertas menjadi berbentuk bangau (tsuru), lalu menggantungnya dengan seutas benang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rangkaian seribu bangau kertas itu kemudian digantung di rumah dengan harapan satu permohonan yang diucapkan akan terkabul.   

Kenapa Origami Berbentuk Bangau?

Dr. Ina Ika Pratita, M.Hum dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Surabaya menjelaskan bahwa masyarakat Jepang percaya burung bangau merupakan satwa yang sangat setia pada pasangannya.

Karena itu pula rakyat Negeri Sakura juga menjadikan bangau sebagai lambang cinta dan kesetiaan. Tradisi melipat seribu bangau kertas ini pun kerap dihubungkan dengan kebahagiaan dan kemakmuran.

“Alasan lainnya mengapa origami berbentuk bangau, karena burung yang hobi makan ikan laut itu dianggap sebagai makhluk suci yang dapat hidup hingga ribuan tahun,” tutur Dr. Ina.

Maka dari itu para pembuat origami kerap memohon diberi umur panjang dan kesembuhan dari penyakit yang diderita.

tvonenews

Kisah Haru di Balik Tradisi Origami

Ada sebuah kisah terkenal di balik tradisi origami ini, yakni cerita seorang gadis Jepang bernama Sadako Sasaki yang meninggal dunia karena penyakit leukemia. Penyakit yang ia derita akibat dari pancaran radiasi ledakan bom Hiroshima saat Perang Dunia II.

Kala itu Sadako masih berusia dua tahun. Selama menjalani perawatan dan pengobatan di rumah sakit itulah Sadako berusaha melipat seribu bangau kertas dengan harapan memperoleh kesembuhan.

Sayang, harapannya tidak terwujud. Sadako meninggal pada usia dua belas tahun. Untuk mengenangnya, dibuatlah patung Sadako dengan burung bangau emas di tangannya dan dipajang di Taman Monumen Perdamaian Hiroshima.

“Sebagai bentuk dedikasi kepadanya, rakyat Jepang pun menetapkan tanggal 6 Agustus sebagai Hari Perdamaian,” jelas Dr. Ina.

Dalam versi pertama dari cerita Sadako ini, ia tidak berhasil menyelesaikan seribu bangau kertasnya karena ajal keburu menjemputnya.

Hanya 644 bangau kertas saja yang mampu ia selesaikan, tetapi teman-temannyalah yang membantu menyelesaikannya hingga genap seribu.

Namun, versi yang lain mengatakan bahwa Sadako berhasil melipat seribu bangau kertas itu hingga genap seribu. Apa pun filosofi yang terkandung dalam cerita ini, selalu ada nilai kebaikan di dalamnya.

Tentang harapan, perjuangan, dan keteguhan hati untuk mencapainya. Setiap tempat tentu memiliki tradisi dan budanya masing-masing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Yang pasti, apa pun permohonan dan harapan setiap individu, Tuhan lebih tahu apa yang terbaik,” tukas Dr. Ina.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fans One OK Rock Jangan Sampai Salah, Simak Informasi Penting Soal Konser di Jakarta Berikut

Fans One OK Rock Jangan Sampai Salah, Simak Informasi Penting Soal Konser di Jakarta Berikut

Grup asal Jepang, One Ok Rock kembali menyambanginJakarta untuk bertemu kangen dengan fans Indonesia pada Sabtu (16/5/2026).
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
One Ok Rock Konser di Jakarta Hari Ini, Simak Informasi Penukaran Tiket Berikut

One Ok Rock Konser di Jakarta Hari Ini, Simak Informasi Penukaran Tiket Berikut

Grup musik asal Jepang, One Ok Rock akan kembali menyapa fans Indonesia dalam ONE OK ROCK Detox Asia Tour 2026 Jakarta.
Begini Nasib Josepha Sekarang, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Karena Berani Protes ke Juri LCC Empat Pilar MPR RI

Begini Nasib Josepha Sekarang, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Karena Berani Protes ke Juri LCC Empat Pilar MPR RI

Nama Josepha Alexandra Roxa Potifera atau yang akrab disapa Ocha mendadak viral karena keberaniannya di LCC Empat Pilar MPR RI baru-baru ini.
Detik-detik Menegangkan Penumpang Wanita Jatuh di Stasiun Manggarai Jelang Kedatangan Kereta Api

Detik-detik Menegangkan Penumpang Wanita Jatuh di Stasiun Manggarai Jelang Kedatangan Kereta Api

Seorang penumpang wanita mendadak terjatuh ke rel kereta api saat suasana peron di Stasiun Manggarai Jakarta dipenuhi antrean penumpang, Rabu (13/5/2026) sore.
Jangan Sampai Telat, Simak Jadwal Acara Konser One Ok Rock di Jakarta Hari Ini

Jangan Sampai Telat, Simak Jadwal Acara Konser One Ok Rock di Jakarta Hari Ini

Momen yang ditunggu-tunggu fans One Ok Rock akhirnya tiba, besok konser bertajuk ONE OK ROCK Detox Asia Tour 2026 Jakarta akan digelar.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Dedi Mulyadi Penuhi Permintaan Bocah Tasikmalaya yang Rewel Sampai Guling-guling Demi Bisa Foto dengan KDM

Dedi Mulyadi Penuhi Permintaan Bocah Tasikmalaya yang Rewel Sampai Guling-guling Demi Bisa Foto dengan KDM

Momen unik saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui seorang anak laki-laki asal Tasikmalaya yang viral guling-guling di kamar gegara ingin foto dengan KDM.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Akun Medsos Diduga Milik Juri LCC Indri Wahyuni Minta Maaf Hanya Lewat Bio Instagram, Warganet Geram

Akun Medsos Diduga Milik Juri LCC Indri Wahyuni Minta Maaf Hanya Lewat Bio Instagram, Warganet Geram

Warganet naik darah ketika menemukan akun medsos diduga milik juri LCC MPR Indri Wahyuni yang minta maaf hanya melalui bio serta foto profil Instagram-nya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT