Awas! Pemancaran 'Cairan' Suami ke Mulut Istri Ada Bahayanya Lho! Simak Bahaya Seks Oral Kata Dokter
- unsplash
tvOnenews.com - Seks oral adalah salah satu metode dalam melakukan hubungan suami istri.
Bagi sebagian orang, seks oral dijadikan teknik untuk meningkatkan gairah seksual pasangan.
Selain itu, banyak yang menganggap jika seks oral jauh lebih aman untuk dilakukan karena dapat menghindari risiko penularan penyakit menular seksual.
Namun tidak sedikit juga yang tidak mau seks oral karena takut dengan bahaya yang ditimbulkan.
Menurut dr. GM. Silvia M., Msc, seks oral berguna untuk merangsang cairan lubrikasi keluar secara alami dari vagina.
Seks oral sendiri diartikan sebagai aktivitas seksual yang melibatkan mulut dan area genital.
Bisa dilakukan oleh pria ke wanita maupun wanita ke pria.
Namun bagaimana pandangan dokter terkait seks oral, apakah ada bahayanya bagi kesehatan?
"Seks oral ini bisa saja berpeluang terkena HPV atau Human Papiloma Virus, jika melakukan dengan orang yang terinfeksi HPV," ungkap dr. Silvia.
Karena mulut berhadapan langsung dengan cairan genital dan HPV ini nantinya akan memunculkan kanker di tenggorokan dan mulut.
dr. Silvia juga menyebutkan bahwa ada peluang terinfeksi HIV juga bisa dirasakan jika melakukan seks oral.
Walau dengan intensitas yang sedikit, seks oral tetap bisa menyebarkan HPV dan HIV karena sudah terdapat banyak virus di cairan kemaluan.
Peluang tertular penyakit menular seksual juga bisa lebih tinggi jika ada luka di mulut.
Selain menyebarkan penyakit yang disebabkan oleh virus, dr. Silvia mengungkapkan bahwa seks oral juga berpotensi menularkan penyakit akibat bakteri.
Di antaranya ada sifilis yang dapat menular lewat seks oral.
"Bakteri ini bisa masuk ke tubuh melalui luka kecil pada mulut saat melakukan seks oral," jelas dr. Silvia.
dr. Silvia juga menyebut penyakit selain sifilis yang dapat terjadi akibat penyebaran bakteri lewat seks oral.
"Bahaya gonore atau kencing nanah dan terkena herpes pada alat kelamin dan juga mulut, nah dan juga ada bahaya hepatitis A dan B," katanya.
Menurut dr. Silvia, penyakit-penyakit menular seksual tersebut lebih mungkin terjadi akibat melakukan seks oral.
"Karena risiko ini bisa lebih tinggi ketika seks oral, apalagi melakukannya dengan si penderita penyakit, ini juga diperparah dengan tidak memakai pelindung kondom," ungkap dr. Silvia.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan menurut dr. Silvia agar seks oral tetap aman dari penyakit.
Yang pertama adalah memastikan tidak ada luka di mulut.
Selain itu, pastikan kondisi mulut dalam keadaan sehat dan bersih.
"Untuk pria, hindari ejakulasi di mulut wanita dan hindari seks oral dengan sembarang orang," tegas dr. Silvia.
Dari sini dapat ditarik benang merah bahwa dari sisi medis, seks oral bisa tetap aman selama dilakukan dengan cara yang benar dan memastikan diri sehat serta bersih.
(far)
Load more