GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Pernah Campurkan Hal Ini Dengan Jahe dan Kunyit, dr Zaidul Akbar Bilang Kalau Itu Bisa Jadi Masalah Kesehatan...

dr Zaidul Akbar sarankan agar jangan campurkan hal ini dengan jahe dan kunyit. Menurutnya, prasangka buruk seperti memikirkan kebersihan bahan atau proses pem
Kamis, 12 Desember 2024 - 20:24 WIB
Jangan Pernah Campurkan Bahan Ini Dengan Jahe dan Kunyit, dr Zaidul Akbar Bilang Kalau Itu Bisa Jadi Penyakit...
Sumber :
  • Youtube Zaidul Akbar

tvOnenews.com - Ahli kesehatan sekaligus pendakwah, dr Zaidul Akbar sarankan jangan sekali-kali campur hal ini dengan jahe dan kunyit karena dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.

Minuman herbal berbahan rimpang seperti kunyit dan jahe telah lama dikenal memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pemanfaatannya memerlukan pemahaman agar khasiatnya tidak hilang akibat kesalahan konsumsi atau prasangka negatif.

Ahli kesehatan sekaligus pendakwah, dr. Zaidul Akbar, yang kerap berbagi resep minuman herbal melalui media sosial, menjelaskan bahwa konsumsi kunyit dan jahe tidak selalu memberikan hasil optimal.

Penyebabnya bukan hanya teknik pengolahan, tetapi juga kondisi mental dan prasangka seseorang terhadap makanan tersebut.

Dalam penjelasannya di kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, beliau mencontohkan cara sederhana membuat ramuan kunyit dan jahe. 

ilustrasi minuman herbal dari jahe
ilustrasi minuman herbal dari jahe
Sumber :
  • Istockphoto

 

"Misalnya, Anda masukkan beberapa keping kunyit ke dalam air panas, lalu tambahkan jahe. Namun, jika Anda mengonsumsi ramuan ini dengan pikiran negatif atau berburuk sangka, manfaatnya bisa berkurang," ungkapnya.

Menurut dr. Zaidul, prasangka buruk seperti memikirkan kebersihan bahan atau proses pembuatannya dapat memengaruhi reaksi tubuh terhadap makanan. 

"Jika Anda terus memikirkan hal-hal negatif, seperti apakah tangan yang memegang jahe dan kunyit itu bersih atau tidak, maka apa yang Anda minum lebih didominasi oleh emosi negatif daripada manfaat ramuannya," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa suudzon atau berburuk sangka dapat membuat tubuh bereaksi negatif terhadap makanan. 

Bahkan, prasangka tersebut bisa memicu gangguan kesehatan seperti penyakit.

"Bukan hanya ramuan herbal, makanan apa pun yang dikonsumsi dengan pikiran negatif akan mengurangi manfaatnya dan berpotensi menjadi sumber masalah kesehatan," tegasnya.

Selain sikap mental, dr. Zaidul juga mengingatkan bahwa kombinasi bahan tertentu dapat memengaruhi efektivitas kunyit dan jahe. 

Beberapa bahan seperti susu atau gula berlebih sering kali dicampurkan ke dalam ramuan herbal. 

Padahal, menurut penelitian, gula dalam jumlah tinggi dapat mengurangi manfaat anti-inflamasi kunyit dan jahe. 

Sementara itu, kombinasi dengan susu tertentu berpotensi menghambat penyerapan senyawa aktif seperti kurkumin dalam kunyit.

Tidak hanya itu, dr. Zaidul juga membahas mitos mengenai kelapa yang dianggap dapat memicu infeksi cacing kremi. 

Ia menjelaskan bahwa anggapan tersebut salah dan sering kali berasal dari prasangka negatif terhadap makanan. 

"Jika Anda berpikir buruk tentang makanan seperti kelapa, maka emosi negatif tersebut dapat memengaruhi cara tubuh bereaksi terhadap makanan itu. Kelapa sebenarnya kaya manfaat, termasuk untuk kesehatan jantung," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai penutup, dr. Zaidul menekankan pentingnya berpikir positif dan memahami kombinasi bahan yang tepat saat mengonsumsi herbal. 

"Ketika Anda menyiapkan ramuan kunyit dan jahe, cukup gunakan air panas dan nikmati tanpa tambahan yang berlebihan. Dengan begitu, manfaat maksimal dari rimpang ini bisa dirasakan," pungkasnya. (udn) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.
Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa menimbulkan dampak berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, bahkan berisiko memicu serangan jantung

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT