News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Pasta Gigi atau Deodoran, dr Zaidul Akbar Ungkap Cara Permanen Atasi Nafas Bau Naga dan Badan Bau Asam, Ternyata Pakai…

Dr. Zaidul Akbar menjelaskan cara permanen mengatasi bau mulut dan badan secara permanen bukan dengan pasta gigi atau deodoran, tetapi dengan bahan-bahan ini...
Senin, 6 Januari 2025 - 16:51 WIB
dr Zaidul Akbar
Sumber :
  • YouTube/drzaidulakbarofficial

tvOnenews.com - Masalah nafas bau naga dan badan bau asam sering menjadi penghalang seseorang untuk tampil percaya diri.

Banyak orang mencoba berbagai cara, seperti memakai pasta gigi khusus atau deodoran mahal untuk mengatasinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, dr. Zaidul Akbar punya solusi sederhana lain yang efektif untuk mengatasi masalah ini secara permanen.

Menurut dr. Zaidul Akbar, penyebab nafas bau naga bukan hanya terletak di area mulut saja, tetapi juga terkait dengan kondisi kesehatan perut.  

“Yang tidak kalah sering banget dialami banyak orang zaman sekarang adalah bad breath. Itu maaf mulutnya bau,” ujar dr. Zaidul Akbar.  

Ia menjelaskan bahwa masalah di perut, seperti gangguan pencernaan, bisa menjadi pemicu utama aroma nafas yang tidak sedap.

Perut yang bermasalah, terutama akibat konsumsi makanan yang tidak sehat, dapat memengaruhi bau nafas seseorang.  

“Bukan hanya masalah mulut saja di sini, tapi di perut juga banyak masalah di situ,” imbuhnya.  

Selain nafas, bau badan juga sering menjadi keluhan banyak orang. Dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi memiliki peran besar dalam memicu aroma tubuh yang tidak sedap.  

“Karena yang dimakan asam jadi keringat itu muncul bau,” jelasnya.  

Ia mengaku pernah mengalami masalah serupa, sehingga tergoda menggunakan berbagai produk deodoran yang dijual di pasaran.

Namun, ia menemukan bahwa bahan kimia dalam deodoran justru berpotensi memicu masalah lain dalam tubuh.  

“Saya juga pernah seperti Anda. Pakai deodoran segala macam gitu kan, apalagi tergiur dengan iklan-iklan yang luar biasa,” tambahnya. 

Dr. Zaidul Akbar menyarankan agar orang-orang yang mengalami bau mulut atau bau badan menghindari makanan yang bersifat asam.  

“Jangan makan yang asam-asam. Contoh yang asam apa? Tepung, minyak, nasi, gula. Makanan tiap hari kan? Jengkol apalagi kan,” terang dr. Zaidul Akbar.  

Makanan-makanan ini tidak hanya memicu aroma tubuh yang tidak sedap tetapi juga meningkatkan risiko penyakit. Untuk itu, memperbaiki pola makan menjadi kunci utama.  

“Setelah saya perbaiki pola-pola makan ternyata bau badan tidak muncul. Jadi kita nggak perlu deodoran,” katanya.  

Sebagai solusi alami, dr. Zaidul Akbar merekomendasikan konsumsi lebih banyak sayur dan buah.

Hanya dalam tiga hari hingga satu minggu, perubahan signifikan akan terasa.  

“Nanti teman-teman coba deh dalam satu minggu itu atau tiga hari saja porsi makan Anda lebih banyak sayur sama buah, nanti bau badannya mulai hilang perlahan,” ungkapnya.  

Selain itu, ia juga menyarankan mengganti deodoran kimia dengan bahan alami, seperti jeruk nipis.

Jeruk nipis tidak hanya aman, tetapi juga efektif untuk menghilangkan bau badan.  

“Cara pakainya bisa disemprot atau digosok-gosokin lah di bagian ketiaknya,” jelas dr. Zaidul Akbar.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masalah nafas dan bau badan sebenarnya bisa diatasi tanpa bergantung pada produk kimia.

Dengan mengatur pola makan yang sehat, meningkatkan konsumsi sayur dan buah, serta menggunakan bahan alami seperti jeruk nipis sebagai pengganti deodoran, aroma tubuh yang segar dapat dicapai secara permanen. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

KAI Properti mulai mengoperasikan sembilan gardu Jalur Pelintasan Langsung (JPL) pada 9 Oktober 2026.
Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Ada beberapa hal yang menjadi sorotan dalam dugaan kasus penipuan emas antara lain puluhan korban melapor, adanya modus sistem pre-order hingga nama artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen terseret.
Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

‎Persija dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji menilai gaya membalap menjadi bagian yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi kualifikasi dan balapan Moto2 Mandalika.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT