News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Duh, Susu Formula Nestle Ditarik BPOM, Ini Kata Dokter Cara Memilih Susu untuk Si Kecil

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan PT Nestlé Indonesia menghentikan distribusi susu formula S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan
Rabu, 14 Januari 2026 - 15:13 WIB
Kolase foto dr Jeffry Kristiawan - Ilustrasi susu formula bayi
Sumber :
  • Tangkapan layar - Freepik

 

Jakarta, tvOnenews.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan PT Nestlé Indonesia menghentikan distribusi susu formula S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini diambil menyusul notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) terkait potensi risiko keamanan pangan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan penarikan dilakukan terhadap produk formula bayi produksi Nestlé Suisse SA Pabrik Konolfingen, Swiss, yang terindikasi menggunakan bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu dengan potensi cemaran toksin cereulide.

Kepala BPOM Taruna Ikrar
Kepala BPOM Taruna Ikrar
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

“Berdasarkan penelusuran data importasi BPOM, dua bets produk formula bayi terdampak tersebut telah diimpor ke Indonesia. Namun, hasil pengujian terhadap sampel dari kedua bets menunjukkan bahwa toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ < 0,20 µg/kg),” kata Taruna di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Meski hasil uji laboratorium di Indonesia susu formula S-26 Promil Gold pHPro 1 tidak ditemukan cemaran, BPOM menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian mengingat konsumen produk tersebut adalah bayi.

“Kami tetap mengambil langkah pengamanan meskipun hasil pengujian menunjukkan tidak terdeteksi cemaran,” ujar Taruna.

Sebagai tindak lanjut, PT Nestlé Indonesia telah melakukan penarikan sukarela terhadap seluruh produk formula bayi dengan nomor bets terdampak di bawah pengawasan BPOM. 

Peringatan global juga telah dikeluarkan oleh EURASFF bersama The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN).

Taruna menjelaskan, toksin cereulide merupakan toksin yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus dan bersifat tahan panas.

“Paparan toksin ini dapat menimbulkan gejala cepat, umumnya 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi, berupa muntah hebat atau persisten, diare, serta kelesuan yang tidak biasa,” katanya.

Ilustrasi - susu formula (sufor).
Ilustrasi - susu formula (sufor).
Sumber :
  • Istimewa

BPOM pun mengimbau masyarakat yang memiliki produk dengan nomor bets tersebut untuk segera menghentikan penggunaan dan mengembalikannya ke tempat pembelian atau menghubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia. 

Sementara itu, produk Nestlé lainnya dan S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets di luar daftar tersebut dinyatakan aman digunakan.

Dokter Ingatkan Orang Tua Lebih Cermat

Menanggapi kejadian ini, edukasi yang sebelumnya disampaikan dr Jeffry Kristiawan kembali relevan. Ia menegaskan bahwa memilih susu formula bukan hanya soal kecocokan nutrisi, tetapi juga keamanan produk.

Menurut dr Jeffry, orang tua wajib memperhatikan izin edar, kondisi kemasan, serta kesesuaian susu formula dengan usia dan kondisi medis anak.

“Kalau memilih susu formula, bukan karena merek atau harga. Yang paling penting cocok dengan kondisi si kecil dan aman,” tegasnya dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Ensiklopedia Dokter, Rabu (14/1/2026).

Terkait pemilihan susu formula, dr Jeffry mengingatkan agar orang tua memahami jenis-jenis susu formula yang tersedia. Secara umum, susu formula terbagi menjadi susu berbasis protein sapi dan susu berbasis kedelai (soya).

Pada susu formula berbasis sapi, terdapat dua komponen protein utama, yakni whey dan kasein. Whey merupakan protein yang lebih mudah dicerna oleh bayi.

“Kalau memilih susu formula sapi, perhatikan perbandingan proteinnya. Idealnya 60 persen whey dan 40 persen kasein agar tidak memberatkan pencernaan bayi,” jelasnya.

Sementara itu, bagi anak yang mengalami alergi protein susu sapi—ditandai dengan ruam kemerahan, diare, kembung, atau sering muntah—disarankan beralih ke susu formula berbasis kedelai.

Selain itu, terdapat pula susu formula rendah laktosa atau bebas laktosa yang ditujukan bagi bayi dengan intoleransi laktosa. Gejala intoleransi ini biasanya berupa perut kembung, muntah, dan feses berlendir kehijauan.

Tidak Harus Mahal, yang Penting Cocok

Ilustrasi - Susu Formula.
Ilustrasi - Susu Formula.
Sumber :
  • Istimewa

Dr Jeffry menekankan bahwa memilih susu formula tidak semata-mata soal merek atau harga. Menurutnya, mahal belum tentu cocok untuk setiap anak.

“Setiap anak berbeda. Ada yang penyerapannya bagus, ada yang tidak. Yang penting sesuai usia dan cocok dengan kondisi tubuh si kecil,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar susu formula selalu disesuaikan dengan rentang usia anak karena kebutuhan nutrisi bayi 0–6 bulan berbeda dengan anak usia satu tahun atau tiga tahun.

Jika setelah pemberian susu formula muncul tanda-tanda tidak cocok, orang tua dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Masa dua tahun pertama adalah golden period perkembangan otak anak. Nutrisi sangat menentukan tumbuh kembang dan kecerdasannya,” pungkas dr Jeffry.

BPOM sendiri mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu menerapkan prinsip Cek KLIK—Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa—sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan olahan, termasuk susu formula bayi.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Bersiap Implementasikan Bahan Bakar E20 Hingga E50

Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Bersiap Implementasikan Bahan Bakar E20 Hingga E50

Pemerintah Indonesia tengah mematangkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan bahan bakar berbasis etanol dengan campuran hingga 50 persen (E50).
Eks Timnas Indonesia U-19 yang Pernah Gabung Rayo Vallecano Ini Pensiun Dini di Usia 22 Tahun

Eks Timnas Indonesia U-19 yang Pernah Gabung Rayo Vallecano Ini Pensiun Dini di Usia 22 Tahun

Teuku Razzaa Fachrezzi Aziz mengakhiri karier sepak bola profesional pada usia 22 tahun setelah meninggalkan Arema FC dan memilih menekuni cabang olahraga lain.
Harley-Davidson Perkenalkan Sprint 440, Motor Cruiser 440 cc dengan Harga 'Murah'

Harley-Davidson Perkenalkan Sprint 440, Motor Cruiser 440 cc dengan Harga 'Murah'

Harley-Davidson memperkenalkan Sprint 440, motor cruiser bermesin 440 cc dengan tenaga 27 dk dan torsi 38 Nm yang dibanderol sekitar Rp121 juta di Inggris.
Naik Podium di Grand Prix Malaysia, Alex Marquez Malah Putuskan Mundur dari MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini

Naik Podium di Grand Prix Malaysia, Alex Marquez Malah Putuskan Mundur dari MotoGP Qatar 2026 Akhir Pekan Ini

Rider Gresini Racing, Alex Marquez, mengumumkan bahwa ia akan mundur dari MotoGP Qatar 2026 yang berlangsung akhir pekan ini.
Strategi Pemprov Jawa Tengah Kurangi Limbah Minyak: Libatkan ASN hingga Kader Posyandu

Strategi Pemprov Jawa Tengah Kurangi Limbah Minyak: Libatkan ASN hingga Kader Posyandu

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 
Peringati HUT Ke-75 Humas Polri, Kadivhumas Irjen Isir Anugerahi 5 Wartawan: Tegaskan Komitmen 'Polisi Bersama Masyarakat'

Peringati HUT Ke-75 Humas Polri, Kadivhumas Irjen Isir Anugerahi 5 Wartawan: Tegaskan Komitmen 'Polisi Bersama Masyarakat'

Divisi Humas Polri menggelar acara syukuran peringatan Hari Jadi ke-75 di Aula Lantai 9 Gedung Bareskrim Polri, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026)

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT