News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Psikiater Ungkap Pola Manipulasi dalam Hubungan Toxic di Buku Aurelie Moeremans, Orang Tua Wajib Tahu

Psikiater ungkap tiga pola manipulasi dalam hubungan toxic dalam buku Aurelie Moeremans, penting dipahami orang tua untuk lindungi anak.
Kamis, 15 Januari 2026 - 14:07 WIB
Aurelie Moeremans
Sumber :
  • Instagram/aurelie

tvOnenews.com - Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans bukan hanya sekadar catatan pribadi, tetapi juga membuka mata banyak orang tentang bahaya hubungan manipulatif dan kekerasan emosional yang kerap terjadi tanpa disadari.

Melalui kisah nyata yang dituangkan dalam memoar tersebut, Aurelie menggambarkan bagaimana dirinya mengalami relasi yang penuh kontrol, manipulasi, dan tekanan psikologis sejak usia remaja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Psikiater dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ, menyoroti fenomena yang diangkat Aurelie sebagai contoh nyata dari pola grooming dan hubungan toxic yang sangat berbahaya bagi perkembangan mental seseorang.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, dr. Jiemi menjelaskan bahwa pola manipulasi dalam hubungan tidak muncul begitu saja, melainkan melalui beberapa tahapan yang kompleks dan berulang.

Menurut dr. Jiemi, ada tiga fase utama dalam pola manipulasi yang sering muncul dalam hubungan beracun, seperti yang tergambar dalam Broken Strings.

buku Broken Strings karya Aurélie Moeremans
buku Broken Strings karya Aurélie Moeremans
Sumber :
  • Instagram @aurelie

1. Fase Inisiasi.

Pada fase ini, pelaku biasanya tampil sebagai sosok yang penuh perhatian, penyayang, dan tampak “sempurna”.

Ia menampilkan diri sebagai seseorang yang bisa memenuhi kebutuhan emosional korban.

“Seseorang memberikan cinta, perhatian, menjadi sosok seakan-akan yang dibutuhkan oleh orang lain,” ujar dr. Jiemi.

Inilah fase paling berbahaya karena korban merasa menemukan tempat aman, padahal sebenarnya sedang dibentuk untuk tergantung pada pelaku secara emosional.

2. Fase Konflik.

Setelah korban mulai percaya sepenuhnya, pelaku akan menunjukkan sisi lain dari dirinya, marah tanpa alasan jelas, membuat korban merasa bersalah, dan menciptakan kebingungan emosional.

“Di fase konflik awal, orang yang baik tiba-tiba marah, pasti bikin kita meragukan diri sendiri. Itu yang membuat korbannya merasa bersalah dan tidak berdaya,” ujar dr. Jiemi.

Dalam fase ini, pelaku biasanya juga akan berusaha memutus hubungan korban dengan lingkungan sosialnya, seperti keluarga atau teman dekat.

Ia mengontrol siapa saja yang boleh dihubungi dan menanamkan ide bahwa orang sekitar justru berbahaya atau mengeksploitasi korban.

Hal ini juga tampak dalam kisah Broken Strings, ketika Aurelie mengaku kehilangan akses komunikasi dengan banyak orang di sekitarnya karena diatur oleh pasangannya.

3. Fase Resolusi.

Pelaku akan meminta maaf, menangis, atau bahkan berpura-pura menjadi korban agar mendapatkan simpati kembali.

Tindakan ini dikenal dengan istilah gaslighting, yaitu membuat korban percaya bahwa semua kesalahan berasal dari dirinya sendiri.

“Fase ini bisa berupa permintaan maaf, menangis, atau justru membuat korban makin merasa bersalah seakan-akan pelakulah korbannya,” kata dr. Jiemi.

Pola tersebut bisa berulang berkali-kali hingga korban benar-benar kehilangan kemampuan untuk menilai realitas dan merasa tidak bisa hidup tanpa pelaku.

Dalam kondisi seperti ini, dukungan lingkungan sekitar menjadi sangat penting agar korban menyadari bahwa ia masih memiliki kendali atas hidupnya.

dr. Jiemi menegaskan bahwa anak dan remaja lebih rentan mengalami grooming karena pola pikir mereka yang masih polos dan cenderung menilai segala sesuatu secara hitam-putih.

"Anak dengan kepolosannya lebih rentan menilai sesuatu secara rigid, benar salah, hitam putih, dia benar aku salah. Karena itu, orang tua harus mengenalkan konsep-konsep yang lebih luas tentang perilaku sehat dan tidak sehat dalam hubungan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengedukasi anak tentang batasan, kepercayaan diri, dan tanda-tanda awal manipulasi emosional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Buku Broken Strings, kata dr. Jiemi, bisa menjadi bahan refleksi yang sangat berharga bagi para orang tua.

“Buku ini bagus dibaca oleh orang tua untuk melengkapi kita tentang apa itu grooming,” tutup dr. Jiemi. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gestur Pemain Timnas Indonesia Saat Lihat Mathew Baker Menangis Jadi Sorotan, Warganet: Anak Bontotnya Abang-abang

Gestur Pemain Timnas Indonesia Saat Lihat Mathew Baker Menangis Jadi Sorotan, Warganet: Anak Bontotnya Abang-abang

Mathew Baker menangis haru usai menjalani debut bersejarah bersama Timnas Indonesia saat mengalahkan Oman 3-0. Gestur para pemain senior langsung mencuri perhatian warganet.
Media Korea Sudah Curiga, Kehadiran 'Murid Kesayangan' Jadi Sinyal Kuat Shin Tae-yong Merapat ke Persija

Media Korea Sudah Curiga, Kehadiran 'Murid Kesayangan' Jadi Sinyal Kuat Shin Tae-yong Merapat ke Persija

Masa depan Shin Tae-yong kembali menjadi perbincangan hangat di Korea. Mereka menyoroti faktor 'murid kesayangan' yang bisa jadi alasan STY merapat ke Persija.
Ijazah Digital Jadi Sorotan dalam MUED 2026 di Universitas Riau

Ijazah Digital Jadi Sorotan dalam MUED 2026 di Universitas Riau

Peruri memperkenalkan Ijazah Digital Nasional yang dilengkapi tanda tangan elektronik dan stempel elektronik.
Ketum Partai Buruh Said Iqbal Disebut Bakal Masuk Kabinet, Mensesneg: Sedang Didiskusikan

Ketum Partai Buruh Said Iqbal Disebut Bakal Masuk Kabinet, Mensesneg: Sedang Didiskusikan

Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal dikabarkan akan masuk kabinet. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara.
Dukung Pariwisata, Imigrasi Sumut Siap Kawal Kedatangan 254 Pelari Mancanegara pada Event Trail of The Kings 2026

Dukung Pariwisata, Imigrasi Sumut Siap Kawal Kedatangan 254 Pelari Mancanegara pada Event Trail of The Kings 2026

Menindaklanjuti rapat koordinasi sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Dr. Parlindungan, S.H., M.H., kembali mengikuti
Jelas-jelas Dibantai Timnas Indonesia, Pelatih Oman Sebut Kemenangan Skuad Garuda Berkat Faktor Ini

Jelas-jelas Dibantai Timnas Indonesia, Pelatih Oman Sebut Kemenangan Skuad Garuda Berkat Faktor Ini

Kekalahan telak yang dialami Oman saat menghadapi Timnas Indonesia dalam laga FIFA Matchday ternyata menyisakan pengakuan menarik dari sang pelatih. Katanya...

Trending

Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap hasil FIFA Matchday pada Jumat (05/06/2026) menghadirkan nasib berbeda bagi sejumlah wakil Asia Tenggara. Hanya Timnas Indonesia yang berhasil menang.
Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman, Tarik Sektioui, mengaku merasa tertipu dengan peringkat FIFA Timnas Indonesia. Hal itu ia ungkapkan setelah timnya kalah telak dari skuad Garuda.
Media Oman Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia di GBK, Sebut Debut Pelatih Tarik Sektioui Mengecewakan

Media Oman Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia di GBK, Sebut Debut Pelatih Tarik Sektioui Mengecewakan

Media Oman soroti debut buruk Tarik Sektioui setelah timnya dihancurkan Timnas Indonesia 0-3 di FIFA Matchday. Bahkan media setempat mengakui kualitas Garuda.
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Kalahkan Tim Terkuat Asia Barat

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Kalahkan Tim Terkuat Asia Barat

Timnas Indonesia menang telak 3-0 atas Oman di FIFA Matchday Juni 2026. Media Vietnam mengaku terkejut dan menilai level Garuda mulai meningkat pesat.
Omongan Media Timur Tengah Jadi Kenyataan, Timnas Indonesia Benar-benar Bikin Oman Tak Berkutik di GBK

Omongan Media Timur Tengah Jadi Kenyataan, Timnas Indonesia Benar-benar Bikin Oman Tak Berkutik di GBK

Sebelum pertandingan digelar, media Timur Tengah sudah lebih dulu memberikan peringatan kepada tim nasional mereka soal kekuatan Timnas Indonesia melawan Oman.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan Timnas Indonesia usai Skuad John Herdman Bungkam Oman 3-0

Media Vietnam Mulai Curiga dengan Timnas Indonesia usai Skuad John Herdman Bungkam Oman 3-0

Media Vietnam soroti kemenangan telak Timnas Indonesia atas Oman dengan skor akhir 3-0. Media Vietnam curiga Skuad John Herdman akan jadi lawan kuat di AFF 2026
Reaksi Warganet Lihat Debut Mathew Baker Bersama Timnas Indonesia Senior: Ajaib

Reaksi Warganet Lihat Debut Mathew Baker Bersama Timnas Indonesia Senior: Ajaib

Mathew Baker mencetak sejarah saat debut bersama Timnas Indonesia senior melawan Oman. Bek berusia 17 tahun itu langsung banjir pujian dari warganet.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT