Ramai Isu Child Grooming, Manohara Bongkar Kebusukan Ibunya yang Main Dukun dan Ilmu Hitam: Ini Bukan Islam
- Instagram/@manodelia
Jakarta, tvOnenews.com - Manohara Odelia Pinot baru-baru ini muncul dan membongkar kebusukan lama ibunya terhadap dirinya. Hal itu usai viralnya child grooming Aurelie Moeremans dengan karyanya Broken Strings.
Diketahui, kasus Manohara dulu sempat menghebohkan Indonesia karena dipaksa menikah dengan pangeran asal Malaysia saat umurnya masih 15 tahun.
Bahkan ia mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Tak sampai disitu saja, Manohara juga menyebut bahwa ibunya kerap main dukun. Hal itu Manohara ungkap saat menjawab komentar akun @aisyah_nadawi yang diduga milik ibunya.
Semula akun tersebut menyinggung soal kesungguhannya memeluk agama Islam. Manohara pun membongkar bahwa hal itu kebohongan.
Ibunya bahkan pernah membawa Manoara ke Sukabumi dan Bogor untuk berobat ke dukun. Ia mengaku diberikan air untuk diminum, minyak untuk mandi dan menjalani ritual lainnya.
Atas hal tersebut, Manohara bahkan mengaku tak bisa menganggap ibunya sebagai orang yang melahirkannya.
"Aku bahkan tak bisa menganggapnya ibuku setelah tindakannya yang bertentangan dengan setiap definisi kemanusiaan soal bagaimana seharusnya seorang ibu. Ibuku sudah lama terlibat dalam ilmu hitam. Di Indonesia, ia sering mendatangi dukun dan orang pintar, saat aku kecil, ia sering membawaku ke tempat-tempat seperti Sukabumi dan Bogor karena ia percaya aku tidak cukup patuh," jelasnya.
"Alih-alih melihatku sebagai anak muda dengan pemikirannya sendiri, ia percaya ada sesuatu yang jahat di dalam diriku. Aku dipaksa minum air ritual, mandi dengan minyak, dan menjalani praktik-praktik yang menakutkan dan membingungkan. Pengalaman-pengalaman ini traumatis dan tetap membekas hingga dewasa," lanjut Manohara.
Manohara menegaskan bahwa ritual dan pebgobatan yang diikuti ibunya itu bukanlah soal agama namun ilmu hitam.
"Ini bukan Islam. Ilmu hitam dilarang dalam Islam. Aku memiliki banyak teman Muslim, dan mereka tidak mempraktikkan atau mempercayai apa yang dilakukannya. Ini tentang pelecehan, bukan agama," tulisnya.
Load more