News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bikin Euforia Sesaat, Dokter Ungkap Bahaya Gas Whip Pink yang Bisa Picu Henti Jantung

Gas Whip Pink viral karena diduga disalahgunakan untuk mabuk. Dokter menjelaskan efek bahayanya bisa picu gangguan otak hingga henti jantung.
Rabu, 28 Januari 2026 - 18:19 WIB
Bahaya Whip Pink
Sumber :
  • Instagram/whippink.co

tvOnenews.com - Media sosial tengah ramai membahas produk bernama Whip Pink.

Produk ini kabarnya digunakan dalam dunia kuliner untuk membuat whipped cream, namun disalahgunakan untuk efek “mabuk” atau sensasi nge-fly sesaat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Produk yang ramai dibicarakan ini ternyata mengandung gas nitrous oxide, atau yang sering disebut gas ketawa.

Gas ini biasanya digunakan dalam industri makanan untuk mendorong krim keluar dari tabung whipped cream.

Namun, penyalahgunaan dengan cara menghirupnya secara langsung dapat menimbulkan efek psikoaktif yang berbahaya bagi tubuh.

Dalam tren di media sosial, banyak pengguna yang menghirup langsung gas nitrous oxide dari tabung Whip Pink demi mendapatkan sensasi ringan di kepala dan euforia sesaat.

Praktik ini sama berbahayanya dengan penyalahgunaan inhalan atau poppers yang sudah dilarang di banyak negara.

Padahal, nitrous oxide bukan gas yang aman dihirup tanpa pengawasan medis.

Dalam dunia kedokteran, gas ini memang digunakan sebagai obat bius ringan (anestesi), namun dalam dosis yang sangat terukur dan dalam pengawasan ketat dokter.

Sayangnya, anak muda yang terjebak tren ini menggunakannya tanpa tahu kandungan dan dosis pasti, sehingga risikonya bisa fatal.

Penjelasan Dokter Soal Bahaya Whip Pink

Dalam program Pagi-pagi Ambyar, dr. Vito Anggarino Damay, Sp.JP, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, memberikan penjelasan tentang bahaya penggunaan gas Whip Pink yang kini viral.

“Kalau memang benar ini whip gas atau yang orang bilang gas ketawa, isinya seharusnya nitrous oxide. Gas ini bisa membuat orang lebih tenang, tapi di sisi lain bisa merangsang sistem jantung dan pembuluh darah. Kalau dosisnya berubah, efeknya pun ikut berubah,” ujar dr. Vito.

Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan gas ini bisa sangat berbahaya karena dosis dan kandungannya tidak diketahui secara pasti.

“Biasanya digunakan untuk anestesi, memang benar. Tapi dosis dan peruntukannya jelas, tidak untuk semua kasus. Kalau sudah disalahgunakan, kita tidak tahu isi dan seberapa lama digunakan,” tambahnya.

Menurut dr. Vito, nitrous oxide tidak pernah direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang.

Bahkan dalam jangka pendek pun, jika digunakan di luar konteks medis, bisa menimbulkan reaksi fatal.

“Ada laporan kasus di luar negeri, bahkan jangka pendek pun jika disalahgunakan bisa menyebabkan kondisi fatal,” ungkapnya.

Ketika ditanya apakah gas Whip Pink bisa menyebabkan henti jantung mendadak, dr. Vito menjawab tegas.

“Ada potensi demikian. Semua zat yang memengaruhi sistem jantung dan pembuluh darah bisa menyebabkan henti jantung jika digunakan tidak sesuai aturan," ungkapnya.

Selain itu, gas ini juga bisa memicu depresi miokard, yaitu penurunan fungsi otot jantung akibat gangguan saraf yang terpicu oleh zat tersebut.

Jika dibiarkan, hal ini bisa berujung pada kegagalan jantung mendadak atau bahkan kematian.

Selain menyerang jantung, nitrous oxide juga berdampak langsung pada sistem saraf pusat.

Pengguna yang menghirup gas ini dalam jumlah berlebih bisa mengalami gangguan keseimbangan, kebas di tangan dan kaki, bahkan kehilangan kesadaran.

Dalam beberapa kasus ekstrem, penyalahgunaan gas ini juga bisa menyebabkan kerusakan otak permanen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokter kini mulai mewanti-wanti agar masyarakat, khususnya anak muda, tidak tergoda mencoba tren Whip Pink.

Tren ini dikhawatirkan bisa berujung pada kasus overdosis atau kematian mendadak, terutama di kalangan remaja yang belum memahami efek fisiologis gas tersebut. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gebrakan Dedi Mulyadi, Tunjuk Eks Menteri Nyentrik Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama BJB Usai Badai Korupsi

Gebrakan Dedi Mulyadi, Tunjuk Eks Menteri Nyentrik Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama BJB Usai Badai Korupsi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali melakukan gebrakan yang menyita perhatian publik. KDM usulkan nama Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Bank BJB.
Polres Lumajang Tangkap Oknum PNS DLH Lumajang Terkait Penyalahgunaan Narkoba

Polres Lumajang Tangkap Oknum PNS DLH Lumajang Terkait Penyalahgunaan Narkoba

Kepolisian Resor (Polres) Lumajang menangkap seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
John Herdman Coret Anak Emas Shin Tae-yong Jelang Piala AFF 2026, Bung Ropan: Jangan Salah, Mereka Dicoret Karena ini!

John Herdman Coret Anak Emas Shin Tae-yong Jelang Piala AFF 2026, Bung Ropan: Jangan Salah, Mereka Dicoret Karena ini!

John Herdman mencoret sejumlah pemain yang selama ini identik sebagai “anak emas” era Shin Tae-yong jelang Piala AFF 2026. Bung Ropan memberikan analisis
Komitmen Gubernur Dedi Mulyadi Atasi Tragedi Maut KA di Bekasi: Tidak Boleh Ada Lagi

Komitmen Gubernur Dedi Mulyadi Atasi Tragedi Maut KA di Bekasi: Tidak Boleh Ada Lagi

Kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur menjadi sorotan banyak pihak dan publik. Ini juga dikritisi Dedi Mulyadi
Kemenkes Bentuk Konsorsium Nasional Percepat Kesehatan Ibu dan Anak

Kemenkes Bentuk Konsorsium Nasional Percepat Kesehatan Ibu dan Anak

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meresmikan Konsorsium Nasional 1000 Hari Pertama Kehidupan sebagai langkah mempercepat peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Orang Tua Anak Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Minta Pendampingan LPSK

Orang Tua Anak Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Minta Pendampingan LPSK

Orang tua korban dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha mengajukan permohonan hak restitusi serta meminta pendampingan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). 

Trending

Pratama Arhan Raih Gelar Sajana dari Udinus Semarang, Singgung Perjuangan Almarhum Sang Ayah Saat Wisuda

Pratama Arhan Raih Gelar Sajana dari Udinus Semarang, Singgung Perjuangan Almarhum Sang Ayah Saat Wisuda

Bintang sepak bola Timnas Indonesia Pratama Arhan resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (SM) dan diwisuda bersama 401 wisudawan lainnya dari Udinus Semarang.
Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Lebih dari sekadar pulih, keputusan Megawati Hangestri kembali ke liga voli Korea juga didorong oleh ambisi yang belum tuntas. Dua musim bersama Red Sparks
Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) tidak memperintahkan pemasangan spanduk penutupan Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada 30 April hingga 7 Agustus 2026.
Tak Tanggung-tanggung Jamin Keselamatan Publik, KDM Desak Polisi Tindak Ormas Penguasa Pintu Kereta Api

Tak Tanggung-tanggung Jamin Keselamatan Publik, KDM Desak Polisi Tindak Ormas Penguasa Pintu Kereta Api

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, secara tegas mendesak polisi untuk tindak tegas dan menertibkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang
Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Tolak Bela Timnas Indonesia, Winger Berdarah Surabaya Rp86 Miliar Kini Jadi Rebutan Ajax dan Klub Elite Inggris

Nama Million Manhoef kembali mencuri perhatian. Winger yang pernah tolak bela Timnas Indonesia itu kini jadi buruan klub Eropa, termasuk raksasa Belanda, Ajax.
Timnas Indonesia Bisa Terancam di ASEAN Cup 2026, Diam-diam AFF Mau Ajak Australia untuk Gabung Turnamen

Timnas Indonesia Bisa Terancam di ASEAN Cup 2026, Diam-diam AFF Mau Ajak Australia untuk Gabung Turnamen

Posisi Timnas Indonesia untuk menyabet gelar juara ASEAN Cup pertama kali dalam sejarah tampak terancam dengan pertimbangan AFF untuk mengajak Australia gabung.
Minta Maaf Soal Pernyataan Usulan Gerbong KRL Perempuan Dipindah ke Tengah, Menteri PPPA: Saya Mohon Maaf Sebesar-besarnya

Minta Maaf Soal Pernyataan Usulan Gerbong KRL Perempuan Dipindah ke Tengah, Menteri PPPA: Saya Mohon Maaf Sebesar-besarnya

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, secara terbuka menyampaikan penyesalannya atas pernyataan yang dinilai kurang tepat setelah peristiwa kecelakaan kereta api di Bekasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT