ASI Tetap Berlimpah meski Puasa Ramadhan, Ternyata Cukup Konsumsi yang Disarankan dr Zaidul Akbar
- dok.ilustrasi iStock
Jakarta, tvOnenews. com- Bagi ibu menyusui tidak diwajibkan untuk mengikuti puasa ramadhan. Sebab masih dalam pemberian ASI pada anak.

- iStockPhoto
Hal ini sebagaimana disampaikan dalam Madzhab Syafi'I, ibu menyusui diperbolehkan tidak puasa dengan alasan syara' atau hukum yang disandarkan pada syariat.
Dijelaskan dalam laman NU Online, jika puasa bisa membahayakan kesehatan anak dan dirinya, atau salah satunya. Jika hal tersebut dikhawatirkan terjadi, maka puasanya harus dibatalkan.
Ditambah juga tercantum dalam hadis berikut:
إنَّ اللهَ وَضَعَ عَنِ المُسَافِرِ شَطْرَ الصَّلَاةِ وَالصَّومَ عَنِ المُسافِرِ وَعَنِ المُرضِعِ وَعَنِ الْحُبلى
Sesungguhnya Allah telah menggugurkan separuh sholat bagi musafir serta mencabut kewajiban puasa bagi musafir, wanita menyusui, dan wanita hamil [HR Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah].
Namun juga tidak sangat baik bila ibu menyusui bisa menjalani kewajibannya sebagai umat muslim. Tetapi ada saran dr. Zaidul Akbar selaku Pendakwah Indonesia juga ahli kesehatan herbal.

- dok.ilustrasi iStock
Tips Ibu Menyusui Puasa Ramadhan
Sehh dengan ini, dr Zaidul Akbar pun membagikan tips ASI booster. Dianjurkan u
Ibu menyusui bisa mengonsumsi bahan-bahan ini saat puasa ramadhan 2026:
1. Mengandung Lemak dan Serat
Dijelaskan, ibu menyusui manapun terlebih yang puasa ramadhan dianjurkan makan makanan yang mengandung lemak dan serat. Seperti, si tinggi gampang susu-susuan susu kambing atau susu sapi.
2. Mengandung Protein
Keduanya harus konsumsi yang mengandung protein. Tinggi protein yang juga tinggal lemak, seperti alpukat nanti Ibu mungkin boleh konsumsi itu.
"Alpukat kalau ada blender silakan tapi lebih baik dimakan saja ya. Bisa juga ditambah irisan kurma atau mungkin madu tambahkan garam sedikit itu juga sangat baik," jelasnya dikutip dari YouTube Zaidul Akbar Official, Kamis (12/2).
Load more