Jangan Makan Bahan Ini saat Sahur, Tips Badan Sehat dan Ideal saat Puasa ala Ade Rai
- Pexels/Thirdman
tvOnenews.com - Bulan Ramadhan sering dimanfaatkan banyak orang bukan hanya untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga sebagai momentum untuk memperbaiki pola hidup, termasuk menjaga kesehatan dan berat badan.
Tak sedikit yang berharap tubuh menjadi lebih ideal setelah sebulan berpuasa.
Namun, hasil yang didapatkan ternyata bisa sangat berbeda-beda, tergantung dari bagaimana pola makan saat sahur dan berbuka dijalani.
Sebagian orang justru merasa tubuhnya lebih bugar dan lemak tubuh berkurang selama Ramadhan.
Namun di sisi lain, ada pula yang mengalami kenaikan berat badan karena pola makan yang tidak terkontrol, terutama saat berbuka puasa.

- Ilustrasi AI
Menurut Ade Rai, ada satu tips sederhana yang bisa diterapkan saat sahur agar tubuh tetap membakar lemak selama berpuasa.
"Tipsnya satu aja, kalau berkenan sahur jangan masukin karbo itu aja," ujar Ade Rai.
Kenapa Karbohidrat Perlu Dibatasi saat Sahur?
Ade Rai menjelaskan bahwa ketika sahur tidak mengonsumsi karbohidrat, misalnya hanya mengonsumsi sumber protein seperti telur atau ikan, maka kadar gula darah dalam tubuh tidak akan mengalami lonjakan yang signifikan.
"Kenapa? Karena kalau sahur enggak masukin karbo, masukinnya cuma telur aja, masukin cuma ikannya aja. Ini apa? Gula darah kita enggak naik," terangnya.
Ketika gula darah tidak meningkat drastis, tubuh akan tetap menggunakan lemak sebagai sumber energi utama selama berpuasa.
"Nah, kalau gula darah kita enggak naik, maka apa yang terjadi? Badan masih akan tetap pakai lemak sebagai sumber tenaga," tambahnya.
Hal inilah yang membuat sebagian orang mampu memanfaatkan bulan Ramadhan tidak hanya untuk kebersihan spiritual, tetapi juga untuk meningkatkan kesehatan tubuh secara fisik.
"Makanya ada orang yang memanfaatkan bulan Ramadhan tidak hanya bersih secara keimanan, tapi ternyata secara keimunannya juga jadi tambah sehat," kata Ade Rai.

- Pexels/Faisal Nurmansyah
Hindari Overkompensasi saat Berbuka
Meski berhasil menahan lapar dan dahaga sepanjang hari, Ade Rai mengingatkan agar tidak melakukan “balas dendam” saat waktu berbuka tiba.
Banyak orang yang merasa sudah berpuasa seharian sehingga berhak untuk makan dalam jumlah banyak.
"Tapi ada juga karena kesalahan atau ego begitu buka melakukan yang namanya overkompensasi karena merasa puasa dianggap utang kan," ujar Ade Rai.
"Wah lihat nih saya sudah puasa berarti saya berhak untuk makan banyak," lanjutnya.
Pola pikir seperti ini justru dapat menggagalkan manfaat puasa bagi kesehatan.
Sebagai tips tambahan, Ade Rai juga menyarankan agar tidak langsung berbuka dengan makanan atau minuman yang manis.
"Dan satu hal tips aja biar cepat juga setiap buka kalau berkenan bukalah tidak dengan yang manis-manis," pungkasnya.
Dengan mengatur asupan saat sahur serta menghindari konsumsi berlebihan saat berbuka, puasa Ramadhan bisa menjadi kesempatan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan secara keseluruhan. (gwn)
Load more