GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Virus Hendra, Berikut Gejala dan Cara Pencegahannya

Virus hendra adalah penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Berikut penjelasan singkat serta gejala dan cara pencegahannya.
Selasa, 24 Mei 2022 - 09:51 WIB
Ilustrasi hewan kuda
Sumber :
  • Freepik.com

Baru saja kasus covid 19 mereda, negara Indonesia kembali digegerkan dengan munculnya jenis virus baru, yaitu virus hendra. Virus ini menjadi ancaman baru yang mewabah di beberapa negara termasuk Indonesia. 

Virus ini merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia. Hewan kuda disebut-sebut menjadi sumber utama dalam penyebaran virus hendra ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya itu, virus ini juga terdeteksi pada urine atau air kencing kelelawar berkepala hitam dan abu-abu yang menyebar di daerah Australia tepatnya pada Kota New South Wales hingga Queensland.

Kasus pertama virus ini ditemukan untuk pertama kali pada tahun 1994. Pada saat wabah penyakit pernapasan dan saraf menyerang hebat pada kuda dan manusia. Wabah tersebut melanda di daerah Hendra, sebuah wilayah di Brisbane, Australia. Sebab itu, virus ini dinamakan dengan istilah virus hendra. 

Selanjutnya, disusul dengan kasus serupa yang dialami oleh kelelawar dan kasusnya berlangsung hingga tahun 2013. Sebenarnya infeksi virus Hendra pada manusia dikategorikan langka terjadi. 

Menurut data yang ada hanya 7 kasus yang dilaporkan pada saat itu, tetapi lambat laun virus ini kembali mewabah menyerang Australia hingga pada akhirnya kabar ini ramai ke negara lainnya seperti saat ini. 

Mengapa virus yang awalnya melanda hewan ini bisa menular kepada manusia? Hal ini bisa terjadi karena paparan dari sekresi, ini biasanya berbentuk air lendir yang dikeluarkan oleh kuda. Terutama pada kuda yang dinyatakan positif terinfeksi virus hendra tersebut. 

Selain itu, virus ini bisa menular saat manusia melakukan pemeriksaan pada kuda tanpa mengenakan peralatan atau pelindung yang sesuai dengan standar yang ada. Terkena darah dan segala cairan yang dikeluarkan kuda juga sangat berpotensi untuk manusia dapat tertular. 

Adapun gejala dari virus hendra yang dirasakan pada manusia apabila intens melakukan kontak erat pada hewan terkait, gejalanya seperti berikut. 

1. Demam

Manusia akan mengalami demam yang tinggi setelah beberapa jam melakukan kontak erat dengan kuda atau kelelawar. Misalkan dengan cara menyentuhnya atau bagian tubuh manusia terkena air liur dan kotoran yang dihasilkan hewan. Hal ini karena virus hendra mempunyai kemampuan untuk bertahan lebih dari empat hari di urin hewan yang terkait pada suhu 22 °C. 

2. Batuk

Seperti penjelasan di awal, virus ini bermula dari gangguan pernapasan dan saraf. Oleh karena itu, penyakit tersebut memiliki gejala-gejala yang hampir sama seperti flu, yaitu batuk kering dan merasakan gatal pada tenggorokan, bahkan terkadang disertai sakit kepala yang hebat lalu sangat mudah sekali untuk merasa lelah. 

Gejala virus hendra juga bisa menyebabkan seseorang kesulitan bernapas, rasa kantuk yang tidak biasa hingga mengalami kebingungan pada diri. 

3. Radang Otak

Beberapa ahli mengatakan, bahkan ada gejala-gejala serius yang ditimbulkan dari virus ini, seperti meningitis atau yang dikenal dengan sebutan peradangan pada selaput pembungkus otak. Hal ini disebabkan oleh infeksi virus, bakteri dan jamur. Salah satunya virus hendra yang dikeluarkan dari hewan kuda atau kelelawar ini. 

Maka dari itu, sebelum kamu merasakan adanya gejala-gejala seperti di atas alangkah baiknya melakukan langkah-langkah pencegahan. Istilah lebih baik mencegah daripada mengobati tampaknya sangat tepat dalam menangani ancaman virus jahat ini. Berikut beberapa cara pencegahannya. 

- Menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci utama dalam menangkal berbagai macam penyakit karena pada dasarnya, kuman dan berbagai virus yang menempel pada tubuh atau benda yang dimiliki, sangat suka dengan lingkungan kotor. 

- Menjaga jarak dan membatasi interaksi langsung dengan kuda. Jika kamu termasuk penyuka kuda membuat intensitas antar keduanya cukup tinggi, mulai sekarang cobalah untuk menghindar terlebih dahulu dan menghimbau orang-orang yang ada dilingkungan sekitar untuk menjaga jarak. 

- Rutin mencuci tangan setelah memegang kuda, terutama mulut dan hidungnya.  Dikarenakan bagian itu adalah sumber keluarnya virus hendra.

- Bilas bagian tubuh manusia yang terkena cairan tubuh atau kotoran kuda dengan segera dan menggunakan sabun agar bersih sempurna. 

- Pelarangan importasi kuda dan produk turunannya dari daerah asal penyakit, yaitu Australia.

- Berhenti mengonsumsi hewan terkait untuk dijadikan olahan makanan karena tidak ada yang mengetahui bagaimana kebersihan dan perawatan yang dilakukan oleh peternakan hewan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perlu pula diketahui, virus hendra tidak dapat menular ke orang lain jika korban yang terpapar telah melakukan masa inkubasi. Biasanya masa inkubasi dilakukan 5 hingga 16 hari atau bahkan hingga 21 hari lamanya.

Itulah penjelasan beberapa gejala serta upaya agar dapat dilakukan untuk menghindari paparan virus hendra yang sedang ramai diperbincangkan. Semoga bermanfaat dan dapat dipahami dengan baik. (ayu) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Pelatih Barcelona Hansi Flick memastikan Raphinha siap tampil saat timnya bertandang ke markas Girona pada lanjutan Liga Spanyol pekan ke-24, Selasa (17/2/2026)
Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Galau doa belum dikabulkan Allah SWT. Bisa jadi karena syarat utama ini belum terpenuhi? simak penjelasannya
Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro belum dilakukan penahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika sabu
Terusik dengan Tingkah Teddy Pardiyana, Sule Tak Tahan Hingga Bongkar Perselingkuhan Teddy dan Lina Jubaedah

Terusik dengan Tingkah Teddy Pardiyana, Sule Tak Tahan Hingga Bongkar Perselingkuhan Teddy dan Lina Jubaedah

Hidup Sule kini tak bisa tenang lagi setelah Teddy Pardiyana mengusiknya dengan menggugat penetapan hak waris mendiang Lina Jubaedah. Kini ia bongkar semuanya
Disebut Ancam Keluarga Istri Pertama Pesulap Merah, Begini Jawaban Ratu Rizky Nabila

Disebut Ancam Keluarga Istri Pertama Pesulap Merah, Begini Jawaban Ratu Rizky Nabila

Keluarga mendiang Tika Mega Lestari mengaku diancam oleh Ratu Rizky Nabila, istri kedua Pesulap Merah. Ratu akhirnya buka suara dan memberikan tanggapan.
Bisa-bisanya Tak Masuk Daftar Top Skor, Megatron Justru Bawa Pertamina Enduro Lolos Final Four Proliga 2026?

Bisa-bisanya Tak Masuk Daftar Top Skor, Megatron Justru Bawa Pertamina Enduro Lolos Final Four Proliga 2026?

Tak masuknya Megawati dalam daftar top skor hari ini mungkin mengejutkan. Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda: kontribusinya tetap menentukan arah

Trending

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Galau doa belum dikabulkan Allah SWT. Bisa jadi karena syarat utama ini belum terpenuhi? simak penjelasannya
Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro belum dilakukan penahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika sabu
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Naturalisasi Ciro Alves dipastikan masih berjalan. Jika tuntas, penyerang Malut United berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Sejak kecil dididik akademi terbaik Qatar Aspire Academy bahkan sempat main untuk Persija Jakarta, gelandang asal Aceh ini tak pernah masuk Timnas Indonesia.
Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026 hari ini akan diramaikan dengan sejumlah laga seru, termasuk Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap unjuk gigi saat Jakarta Pertamina Enduro hadapi Jakarta Popsivo Polwan.
Klasemen Proliga 2026 Putri: Perebutan Tiket Final Four Makin Ketat, Bandung BJB Tandamata Semakin di Ujung Tanduk

Klasemen Proliga 2026 Putri: Perebutan Tiket Final Four Makin Ketat, Bandung BJB Tandamata Semakin di Ujung Tanduk

Klasemen Proliga 2026 putri, di mana perebutan tiket final four makin ketat termasuk untuk Bandung BJB Tandamata yang nasibnya masih di ujung tanduk.
Media Korea Soroti Seruan Pemecatan Ko Hee-jin Usai Red Sparks Alami 10 Kekalahan Beruntun

Media Korea Soroti Seruan Pemecatan Ko Hee-jin Usai Red Sparks Alami 10 Kekalahan Beruntun

Red Sparks tengah terpuruk di V-League 2025/2026 setelah menelan 10 kekalahan beruntun, memicu sorotan media Korea dan seruan pemecatan terhadap Ko Hee-jin.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT