GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenali Secara Dini Gejala Diabetes Tipe 1, Dapat Menyerang Remaja Dan Anak Kecil

Mengenali secara dini gejala Diabetes Tipe 1, mengawasi gejala awal dapat membantu memastikan diagnosis tepat waktu dan mencegah komplikasi dengan pengobatan.
Kamis, 26 Mei 2022 - 21:20 WIB
Kenali secara dini gejala Diabetes Tipe 1, dapat menyerang remaja dan anak kecil, Kamis 26/5.
Sumber :
  • Pexels.com

Jakarta - Mengenali secara dini gejala Diabetes Tipe 1, mengawasi gejala awal dapat membantu memastikan diagnosis tepat waktu dan mencegah komplikasi. Diabetes membatasi kemampuan tubuh untuk mengontrol jumlah glukosa, atau gula, dalam darah, Kamis 26/5.

Diabetes memiliki dua tipe di antaranya gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2, dimana tipe 2 lebih umum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keduanya menjaga tubuh dari menciptakan dan menggunakan hormon insulin secara efektif. Insulin memungkinkan tubuh untuk memproses gula dalam darah dan memastikan bahwa itu tetap pada tingkat yang sehat. Jika kadar gula darah, atau glukosa, terlalu tinggi, dapat merusak sel dan menyebabkan komplikasi di seluruh tubuh.

Menurut American Diabetes Association, 26,8 juta orang di Amerika Serikat memiliki diagnosis diabetes pada tahun 2018. Di antara mereka, hampir 1,6 juta memiliki diabetes tipe 1, dikutip dari Medical News Today.

Sementara itu, mereka memperkirakan bahwa 7,3 juta orang lainnya menderita diabetes yang tidak terdiagnosis pada tahun yang sama. Dan pada tahun 2015, mereka melaporkan, sekitar 88 juta orang memiliki pradiabetes – kadar gula darah tinggi yang menunjukkan bahwa seseorang berisiko terkena diabetes.

Mampu mengidentifikasi gejala awal diabetes dapat membantu seseorang mengetahui kapan harus mencari perawatan. Menerima diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah kerusakan jangka panjang.

Tanda dan gejala
Beberapa tanda dan gejala diabetes yang umum pada kedua jenis tersebut antara lain:

  • Kelelahan
  • Lapar selama atau segera setelah makan
  • Penurunan berat badan, meskipun makan lebih banyak
  • Haus yang ekstrim
  • Sering buang air kecil
  • Penglihatan kabur
  • Penyembuhan luka dan memar yang lambat
  • Kesemutan, nyeri, atau mati rasa di tangan atau kaki
  • Acanthosis nigricans, masalah yang menyebabkan kulit di leher, ketiak, selangkangan, dan area lain berubah warna dan tekstur, mungkin menjadi seperti beludru

Perlu dicatat bahwa faktor-faktor seperti usia dan kesehatan secara keseluruhan dapat mempengaruhi bagaimana seseorang mengalami gejala-gejala ini.

Diabetes Tipe 1 Pada Bayi Dan Anak Kecil

Anak-anak kecil lebih mungkin untuk mengembangkan tipe 1 daripada tipe 2. Seorang pengasuh mungkin dapat memperhatikan.

  • Kelelahan
  • Rasa lapar yang intens
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Infeksi jamur, yang mungkin muncul sebagai ruam popok
  • Bau buah di nafas
  • Perilaku yang tidak biasa, seperti lekas marah, gelisah, atau perubahan suasana hati.

Diabetes Tipe 1 Pada Orang Dewasa

  • Kondisi ini biasanya muncul pada masa kanak-kanak, tetapi dapat muncul pada usia berapa pun. Seseorang harus menemui dokter jika mereka berkembang:
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Haus yang ekstrim
  • Sering buang air kecil
  • Penglihatan kabur
  • Infeksi ragi yang berulang
  • Penyembuhan luka dan memar yang lambat.

Penyebab Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 berkembang ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel di pankreas yang bertanggung jawab untuk memproduksi insulin.

Ketika ini terjadi, tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup untuk memproses dan mengatur gula darah.

Akibatnya, penderita diabetes tipe 1 membutuhkan insulin seumur hidup selain terapi dan strategi perawatan lainnya.

Pakar kesehatan masih belum yakin dengan penyebab pastinya, tetapi faktor genetik dan lingkungan, seperti virus, mungkin berperan.

Diagnosis dan pengobatan

Seorang dokter biasanya mendiagnosis diabetes dengan menanyakan gejala dan memesan tes darah, yang dapat menunjukkan kadar gula darah tinggi.

Jika orang tersebut tidak mengalami gejala, dokter mungkin memerintahkan tes lanjutan untuk memastikan diagnosis.

Perawatan tergantung pada jenis diabetes. Seseorang dengan tipe 1 perlu mengambil insulin setiap hari, menggunakan suntikan atau pompa.

Penting untuk mengikuti rencana perawatan yang direkomendasikan. Siapa pun yang mengalami kesulitan melakukan ini atau mengalami efek samping apa pun harus segera berkonsultasi dengan dokter mereka untuk mendapatkan panduan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demikian, dengan mengenali secara dini Gejala Diabetes Tipe 1, mengawasi gejala awal dapat membantu memastikan diagnosis tepat waktu dan mencegah komplikasi. (ind)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pascal Struijk Akhirnya Bela Timnas Indonesia Usai Diabaikan Belgia dan Belum Dilirik Belanda? Bek Liga Inggris Itu Pernah Bilang Begini

Pascal Struijk Akhirnya Bela Timnas Indonesia Usai Diabaikan Belgia dan Belum Dilirik Belanda? Bek Liga Inggris Itu Pernah Bilang Begini

Peluang Pascal Struijk membela Timnas Indonesia kembali menjadi perbincangan. Bek Leeds United itu kini berada di persimpangan setelah tak masuk skuad Belgia.
Inovasi Pangan-Energi Ini Bikin Prabowo Gembira: Bukan Pura-Pura, Negara-Negara Panik karena Krisis

Inovasi Pangan-Energi Ini Bikin Prabowo Gembira: Bukan Pura-Pura, Negara-Negara Panik karena Krisis

Presiden Prabowo dibuat senang dengan pemanfaatan tongkol jagung menjadi briket arang yang dianggap merupakan terobosan penting di tengah krisis energi global.
Orang Dalam Bocorkan Proses Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate: Rumit

Orang Dalam Bocorkan Proses Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate: Rumit

Proses transfer Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Orang dalam klub membocorkan alasan Hyundai sempat ragu merekrut Megatron?
Imbas Siswinya Kritis di LCC MPR, SMAN 1 Pontianak Diprediksi Jadi Sekolah Favorit Paling Diburu di Kalbar

Imbas Siswinya Kritis di LCC MPR, SMAN 1 Pontianak Diprediksi Jadi Sekolah Favorit Paling Diburu di Kalbar

Nama SMAN 1 Pontianak mendadak jadi sorotan publik usai salah satu siswinya, Ocha. viral karena berani mengkritik keputusan juri saat ajang LCC MPR RI 2026.
Mauricio Souza Buka Suara soal Masa Depannya di Persija usai Comeback Lawan Persik, Bertahan atau Pergi?

Mauricio Souza Buka Suara soal Masa Depannya di Persija usai Comeback Lawan Persik, Bertahan atau Pergi?

Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri, tetapi masa depan Mauricio Souza masih abu-abu karena kontraknya habis akhir musim ini.
Presiden Prabowo Siapkan Bintang Mahaputera untuk Kapolri dan Panglima TNI, Blak-blakan soal Kinerja Polri

Presiden Prabowo Siapkan Bintang Mahaputera untuk Kapolri dan Panglima TNI, Blak-blakan soal Kinerja Polri

Kapolri dan Panglima TNI langsung berdiri dan memberikan hormat kepada Presiden ketika mendengar Kepala Negara berjanji akan memberikan anugerah Bintang Mahaputera.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT