Belajar dari Kasus Dokter Icha, Ternyata Begini Cara Jaga Kesehatan Mental
- ilustrasi laman bojonegorokab.go.id
Jakarta, tvonenews.com- Kasus dokter Icha masih belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Sebab muncul dugaan alami depresi setelah dapat intimidasi.
Dokter bernama lengkap dr. Eliza Princila Utamai, yang disapa dokter Icha itu dikabarkan sempat dirawat kurang lebih seminggu. Keluarga pun mengatakan mendiang mengalami depresi, sebelum ditemukan gantung diri.
"Alami depresi berat dan dia pribadi introvert jadi dia cuma komunikasi sama saya, bapak kecil, dan pak Victor itu saja. Dia komunikasikan 'saya stres, saya mau pulang ke Kefa saya jumpa tiga orang ini lagi saya trauma'," jelas paman almarhumah, Fabianus Banase, saat memberikan keterangan kepada media, Senin (29/6/2026).
- Antara
Sehubungan dengan kasus dr. Icha ini bisa menjadi pembelajaran bersama bahwa menjaga kesehtaan mental itu penting.
Pasalnya dugaan depresi pada dokter Icha bagian dari bentuk gangguan mental, yang berawal frustasi.
Namun dijelaskan oleh dr. Lahargo Kembaren,Sp.KJ Spesialis Kedokteran Jiwa kalau seseorang alami frustasi atau depresi biasanya terjadi karena adanya gangguan berupa bullyan atau tekanan.
Dia pun mengajak agar kita lebih aware (peduli) diri sendiri, dan tidak menyepelekan ganggian mental.
Terlebih yang sudah mengalami ciri-ciri gangguan mental seperti suasana hati atau mood sedih sampai tidak bersemangat, dan bisa berujung pada reaksi untuk melukai diri sendiri atau orang lain.
"karena bullying ini sebagai preditor untuk munculnya berbagai gangguan kejiwaan. Frustasi itu salah satu gangguan dari kejiwaaan," sambung dr. Lahargo.
"Ternyata bullying itu, memang bisa menyebabkan seseorang alami gangguan seperti depresi. Mood yang sedih murung nggak semangat, energi drop, dan pikiran tidak jernih dan bisa sampai punya pikran untuk melukai diri sendiri, dan juga bisa melukasi orang lain," jelasnya untuk mengingatkan bahaya dari gangguan mental.
"Jadi selain itu juga bisa sampai mengakhiri hidup sendiri itu termasuk gejala dari depresi," pesannya.
- ilustrasi laman bojonegorokab.go.id
Cara Menjaga Kesehatan Mental
Dengan begitu, kita perlu untuk menjaga kesehatan mental. Berikut tips menjaga kesehatan mental, dirangkum dari laman bojonegorokab.go.id.
Pertama, perlu untuk melakukan diagnosis bersama tenaga ahli. Juga mengenali dan menerima diri sendiri.
Kedua, mengelola emosi dengan sehat.
Ketiga, membatasi tekanan media sosial, serta
Keempat, melakukan detoks digital minimal satu hari dalam seminggu.
“Orang dengan gangguan mental benar-benar membutuhkan dukungan dari lingkungan, terutama keluarga. Mereka perlu didampingi, diingatkan untuk rutin minum obat, dan diberikan ruang untuk bercerita,” kata dr. Fauzun Nadiya, dokter umum Puskesmas Kalitidu.
Selain itu, dia juga menambahkan agar para orang tua bisa berperan aktif. Ia menilai pentingnya peran orang tua dalam pola asuh (parenting) yang baik yaitu mengenali karakter anak, membangun komunikasi terbuka, dan mendampingi penggunaan gawai secara bijak.(klw)
Load more