News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apa Itu Narkoba? Kenali Pengertian, Jenis, Dampak, Penyebab, dan Aturan Hukumnya di Indonesia

Apa itu narkoba? Simak pengertian narkoba, jenis-jenisnya, dampak bagi remaja, penyebab penyalahgunaan, contoh kasus di negara maju, hingga aturan hukum narkotika di Indonesia.
Kamis, 2 Juli 2026 - 15:27 WIB
Ilustrasi Apa Itu Narkoba? Kenali Pengertian, Jenis, Dampak, Penyebab, dan Aturan Hukumnya di Indonesia
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Narkoba masih menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Penyalahgunaan zat adiktif ini tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga memicu meningkatnya angka kriminalitas, kecelakaan, hingga kematian akibat overdosis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) secara rutin mengingatkan bahwa peredaran narkoba merupakan persoalan global yang memerlukan penanganan lintas negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di negara berkembang. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, hingga Australia juga menghadapi krisis narkotika, terutama akibat penyalahgunaan opioid sintetis seperti fentanyl. 

Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari 80.000 kematian akibat overdosis opioid terjadi di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir, dengan fentanyl menjadi penyebab dominan. Kondisi ini menunjukkan bahwa narkoba dapat mengancam siapa saja tanpa memandang tingkat kesejahteraan suatu negara.

Di Indonesia, pemerintah terus memperkuat upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba melalui penegakan hukum, edukasi masyarakat, dan rehabilitasi bagi pecandu. 

Namun, pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif. Salah satunya dimulai dengan memahami apa sebenarnya narkoba, jenis-jenisnya, dampaknya terhadap tubuh, hingga aturan hukum yang mengaturnya.

Apa Pengertian Narkoba?

Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya. Istilah ini merujuk pada zat atau senyawa yang apabila masuk ke dalam tubuh manusia, baik diminum, dihirup, diisap, maupun disuntikkan, dapat memengaruhi sistem saraf pusat sehingga mengubah cara berpikir, suasana hati, kesadaran, emosi, hingga perilaku seseorang.

Secara medis, beberapa jenis narkotika memang digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit atau anestesi dalam prosedur kesehatan. Namun, penggunaan di luar pengawasan tenaga medis dapat menimbulkan ketergantungan fisik maupun psikologis yang berbahaya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, narkotika diklasifikasikan ke dalam tiga golongan berdasarkan tingkat manfaat medis dan potensi ketergantungannya.

Golongan I merupakan narkotika dengan potensi ketergantungan sangat tinggi dan pada umumnya hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Contohnya meliputi ganja, heroin, kokain, tanaman koka, opium mentah, hingga metamfetamin.

Golongan II masih memiliki manfaat untuk pengobatan tertentu, tetapi penggunaannya sangat dibatasi karena berisiko tinggi menimbulkan kecanduan. Contohnya antara lain morfin, morfin metobromida, dan ekgonina.

Sementara Golongan III mempunyai manfaat medis lebih luas dengan risiko ketergantungan yang lebih ringan. Contohnya meliputi kodein, etilmorfina, polkodina, dan propiram.

Selain narkotika, terdapat pula psikotropika yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, serta berbagai bahan adiktif lain seperti alkohol, lem tertentu, hingga zat inhalan yang juga dapat menyebabkan ketergantungan apabila disalahgunakan.

Jenis Narkoba Berdasarkan Asal dan Dampaknya

Secara umum, narkoba dapat dibedakan berdasarkan asal pembuatannya menjadi tiga kelompok utama.

Pertama adalah narkoba alami, yaitu zat yang berasal langsung dari tanaman tanpa melalui proses kimia yang kompleks. Contohnya ganja (Cannabis sativa), opium yang berasal dari tanaman Papaver somniferum*, serta kokain yang diekstrak dari daun koka.

Kedua ialah narkoba semi-sintetis, yaitu hasil pengolahan lebih lanjut dari narkotika alami menggunakan proses kimia. Heroin yang merupakan turunan morfin dan kodein menjadi contoh kelompok ini.

Ketiga adalah narkoba sintetis, yaitu zat yang seluruh proses pembuatannya dilakukan di laboratorium menggunakan bahan kimia. Kelompok ini meliputi metamfetamin atau sabu-sabu, amfetamin, ekstasi (MDMA), metadon, hingga fentanyl yang belakangan menjadi perhatian dunia karena memicu tingginya angka kematian akibat overdosis.

Di berbagai negara maju, penyalahgunaan fentanyl menjadi contoh nyata bahaya narkotika sintetis. Zat ini diperkirakan memiliki kekuatan puluhan kali lebih tinggi dibandingkan heroin sehingga sedikit saja dosis yang berlebihan dapat menyebabkan henti napas dan kematian.

Dampak, Penyebab Penyalahgunaan, dan Ciri Pengguna Narkoba

Penyalahgunaan narkoba memberikan dampak yang luas terhadap kesehatan, kehidupan sosial, maupun masa depan seseorang. 

Pada tahap awal, pengguna biasanya mengalami perubahan perilaku, penurunan konsentrasi, hingga gangguan emosional. Jika penggunaan terus berlanjut, risiko yang muncul menjadi semakin berat.

Beberapa dampak yang sering terjadi antara lain penurunan kesadaran, gangguan daya ingat, dehidrasi akibat ketidakseimbangan elektrolit, kerusakan permanen pada sel-sel otak, gangguan fungsi organ tubuh, penurunan kualitas hidup, hingga kematian akibat overdosis.

Pada remaja, dampaknya bahkan lebih besar. Penyalahgunaan narkoba dapat mengganggu perkembangan otak yang masih berlangsung, menurunkan prestasi akademik, meningkatkan risiko putus sekolah, memicu tindak kriminal, serta memperbesar kemungkinan mengalami gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Seseorang yang mulai mengalami ketergantungan umumnya memperlihatkan sejumlah tanda, seperti perubahan emosi yang drastis, hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari, sering mengantuk atau justru sulit tidur, berat badan menurun, mata tampak merah, serta mulai menarik diri dari lingkungan keluarga maupun pertemanan.

Adapun penyebab penyalahgunaan narkoba umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. 

Faktor tersebut meliputi kondisi geografis Indonesia yang menjadi jalur perdagangan internasional, tekanan ekonomi, mudahnya memperoleh obat-obatan tertentu, lemahnya pengawasan keluarga, pengaruh lingkungan pergaulan, kondisi kepribadian individu, hingga faktor biologis dan psikologis.

Karena itu, pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Edukasi sejak dini, komunikasi yang baik di lingkungan keluarga, pengawasan terhadap pergaulan remaja, serta akses rehabilitasi bagi pengguna menjadi langkah penting untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba.

Memahami pengertian narkoba beserta jenis, dampak, dan penyebab penyalahgunaannya merupakan langkah awal dalam melindungi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar. 

Dengan meningkatnya literasi masyarakat mengenai bahaya narkotika, diharapkan semakin banyak individu yang mampu mengenali risikonya dan mengambil keputusan untuk menjauhi penyalahgunaan zat adiktif tersebut. 

Pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari ancaman narkoba. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Estafet Kepemimpinan Polri Bergulir, Harapan Besar Tertuju pada Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto

Estafet Kepemimpinan Polri Bergulir, Harapan Besar Tertuju pada Kapolri Baru Jenderal Suyudi Ario Seto

Penunjukan Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai pucuk pimpinan Korps Bhayangkara menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat transformasi Polri.
Apa Kabar Lee Da-hyeon? Ratu Joget Ting Tang Rival Megawati Hangestri Kini Hijrah ke Jepang

Apa Kabar Lee Da-hyeon? Ratu Joget Ting Tang Rival Megawati Hangestri Kini Hijrah ke Jepang

Lee Da-hyeon, rival Megawati Hangestri yang dikenal lewat duel sengit di depan net, kini membuka lembaran baru dalam kariernya. Middle blocker Korea Selatan.
FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

Menang telak 9-2 dari Bangladesh, Timnas Indonesia mengungguli saingan mereka, Malaysia yang juga menang 6-0 dari Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dengan waktu yang berbarengan. 
Panjat Tebing Speed Putra Gagal Bawa Pulang Medali, Veddriq dan Aditya Petik Pelajaran Berharga di Asian Games 2026

Panjat Tebing Speed Putra Gagal Bawa Pulang Medali, Veddriq dan Aditya Petik Pelajaran Berharga di Asian Games 2026

Perjuangan dua atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo dan Aditya Tri Syahrian, di nomor speed putra Asian Games 2026 harus berakhir tanpa meraih medali
Respons Elegan Jennifer Coppen Usai Kena Bully Netizen Malaysia Usai Dukung Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner di FIFA ASEAN Cup 2026

Respons Elegan Jennifer Coppen Usai Kena Bully Netizen Malaysia Usai Dukung Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner di FIFA ASEAN Cup 2026

Jennifer Coppen kena bully netizen Malaysia setelah Timnas Indonesia menggagalkan Harimau Malaya lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 atas banjir gol di dua laga berbeda. 
Sebelum Suyudi Ario Seto, Ini Daftar 25 Kapolri yang Pernah Pimpin Polri dari Masa ke Masa: Nomor 5 Hoegeng Iman Santoso

Sebelum Suyudi Ario Seto, Ini Daftar 25 Kapolri yang Pernah Pimpin Polri dari Masa ke Masa: Nomor 5 Hoegeng Iman Santoso

Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri ke-26. Simak daftar 25 Kapolri sebelumnya, periode jabatan, hingga rekam jejak Suyudi sebelum memimpin Polri

Trending

Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, laga di SUGBK diwarnai dua keributan antarpemain.
Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghajar Bangladesh 9-2. Namun, kemenangan tersebut mendapat sorotan media Vietnam yang singgung.
Coach Justin Bongkar Kelemahan Timnas Indonesia Usai Hajar Bangladesh 9-2, Ungkap PR Jelang Hadapi Thailand

Coach Justin Bongkar Kelemahan Timnas Indonesia Usai Hajar Bangladesh 9-2, Ungkap PR Jelang Hadapi Thailand

Kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh mengantarkan Timnas Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Meski tampil dominan, Coach Justin tetap menyoroti sejumlah.
FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

Menang telak 9-2 dari Bangladesh, Timnas Indonesia mengungguli saingan mereka, Malaysia yang juga menang 6-0 dari Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dengan waktu yang berbarengan. 
Final FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Perang Taktik 2 Pelatih Inggris, John Herdman Sudah Kenal Gaya Anthony Hudson

Final FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Perang Taktik 2 Pelatih Inggris, John Herdman Sudah Kenal Gaya Anthony Hudson

John Herdman mengungkap Anthony Hudson sudah memahami cara bermain Timnas Indonesia. Duel dua pelatih Inggris itu bakal tersaji di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Jika Mendapat Ancaman dari Wilayah Irak, AS Kemungkinan Akan Kembali Menyerang Wilayah Itu

Jika Mendapat Ancaman dari Wilayah Irak, AS Kemungkinan Akan Kembali Menyerang Wilayah Itu

Jika terjadi ancaman dari Irak, Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan melancarkan serangan kembali ke wilayah itu. Meskipun operasi militernya melawan ISIS di Irak telah resmi berakhir, menurut The Washington Post.
Sesumbar Tyson Fury: Anthony Joshua Cuma 'Pemanasan' Sebelum Balas Dendam ke Usyk

Sesumbar Tyson Fury: Anthony Joshua Cuma 'Pemanasan' Sebelum Balas Dendam ke Usyk

Tyson Fury sudah menatap jauh ke depan sebelum menghadapi Anthony Joshua. The Gypsy King bahkan menyebut duel tersebut sebagai 'pemanasan' sebelum ke Usyk.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT