News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waspada, Anak Laki-Laki Lebih Berisiko Tenggelam

Renang merupakan olahraga yang memiliki risiko cedera minim. Namun studi justru menunjukkan bahwa anak laki-laki lebih berisiko mengalami tenggelam saat berenang
Selasa, 7 Juni 2022 - 13:48 WIB
Ilustrasi berenang
Sumber :
  • Pexels/Guduru Ajay bhargav

Jakarta - Renang merupakan olahraga yang bermanfaat membantu melatih otot dan banyak disukai banyak orang. Berenang pun sangat baik untuk kesehatan.

Renang termasuk dalam olahraga yang memiliki risiko cedera yang sangat minimum. Namun sebuah studi justru menunjukkan bahwa anak laki-laki lebih berisiko mengalami tenggelam saat berenang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari The Center for Disease Control and Prevention (CDC), hampir 80% orang yang meninggal karena tenggelam adalah laki-laki. 

Hal itu diamini Dokter Penyakit Dalam Universitas Indonesia Prof. dr. Zubairi Djoerban, laki-laki lebih berisiko mengalami tenggelam saat berenang. 

"Laki-laki lebih berisiko mengalami tenggelam ada banyak faktor yang mungkin berkontribusi mungkin antara lain paparan ke air lebih sering kemudian perilaku yang lebih berani mengambil risiko pada laki-laki dan hal yang lain," ungkap Zubairi, Selasa (7/6/2022).

Lebih lanjut, Prof. dr. Zubairi Djoerban memaparkan kelompok orang yang juga mengalami risiko tenggelam saat berenang. Yakni orang yang memiliki riwayat dengan penyakit kejang-kejang atau epilepsi, autisme, dan gangguan jantung. Mereka mempunyai risiko lebih tinggi untuk tenggelam. 

"Risiko tenggelam baik yang fatal maupun yang tidak fatal mempunyai risiko lebih tinggi daripada yang tidak sakit, untuk kondisi medik yang lain misalnya autisme atau gangguan jantung juga mempunyai risiko lebih tinggi untuk tenggelam," kata dr. Zubairi,

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guru Besar Penyakit Dalam UI ini juga mengatakan, pengaruh dari obat-obatan dapat pula meningkatkan risiko tenggelam. 

"Beberapa obat-obatan ternyata bisa meningkatkan risiko tenggelam khususnya obat-obatan psikotropik yang biasa dipakai untuk mengobati depresi gelisah ataupun kelainan bipolar juga beberapa kondisi yang lain jadi efek samping dari obat-obat itu dapat menyebabkan kesukaran untuk berpikir untuk mengambil keputusan, jadi kalau minum obat itu menjadi kurang bisa mengambil keputusan dengan tepat dan mengurangi kemampuan motorik termasuk kemampuan untuk berenang," ujar dr. Zubairi. (mg1/act)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Menohok NasDem Soal Pernyataan AHY Terkait 'Kekuasaan Ada Batasnya'

Respons Menohok NasDem Soal Pernyataan AHY Terkait 'Kekuasaan Ada Batasnya'

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa mengingatkan kepada seluruh ketua umum partai politik (parpol) tidak membuat pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.
BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan pengembangan teknologi nuklir tetap menjadi agenda strategis nasional di tengah kebijakan efisiensi anggaran
Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan dengan curah tertinggi yang pernah tercatat mengguyur Nagoya, Jepang bagian tengah. Akibatnya, 41 orang mengalami luka ringan dan mendorong pemerintah kota mengumumkan langkah-langkah bantuan darurat pada Rabu.
Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Deklarasi bersama yang dilakukan oleh 12 negara yang berkomitmen membatasi sejumlah produk dari permukiman ilegal Israel, disambut baik oleh Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Dalam Simposium Nasional, Guru Besar UIN Jakarta: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Dalam Simposium Nasional, Guru Besar UIN Jakarta: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Achmad menyampaikan materi bertajuk “Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju” dengan perspektif Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 

Trending

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Deklarasi bersama yang dilakukan oleh 12 negara yang berkomitmen membatasi sejumlah produk dari permukiman ilegal Israel, disambut baik oleh Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania.
BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan pengembangan teknologi nuklir tetap menjadi agenda strategis nasional di tengah kebijakan efisiensi anggaran
Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan dengan curah tertinggi yang pernah tercatat mengguyur Nagoya, Jepang bagian tengah. Akibatnya, 41 orang mengalami luka ringan dan mendorong pemerintah kota mengumumkan langkah-langkah bantuan darurat pada Rabu.
Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Kakak sulung Fajar Sahrudin atau Stewie (31), Deni Purwandi menyebut adik bungsunya sangat tertutup dan sulit dihubungi sejak kecil hingga sebelum tewas di GBK.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT