Wajib Disimak! Ada 4 Tips dari Dokter Tirta untuk Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
- Ilustrated by ChatGPT
tvOnenews.com - Dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi atau Dokter Tirta membagikan tips aman dalam menghadapi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dokter Tirta juga meminta agar warga terdampak khususnya di Lampung, Banten, Jabodetabek hingga Jawa Barat agar meminimalisir risiko.
Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda diketahui erupsi sejak Jumat (4/9). Bahkan, aktivitas di sana masih berlangsung sampai detik ini.
Konon, getaran akibat meningkatnya aktivitas vulkanis dari Gunung Anak Krakatau juga terasa ke kawasan sekitar. Yang terdekat adalah Lampung dan Banten.
Akan tetapi, abu vulkanik dari semburan Gunung Anak Krakatau ternyata sudah menjalar ke beberapa daerah, termasuk Jabodetabek hingga Jawa Barat.
Tak pelak, kekhawatiran muncul terkait dampak sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau ini, termasuk penyakit yang diprediksi akan datang.
Tips Dokter Tirta
- Pertamina
Dokter sekaligus influencer Dokter Tirta kemudian angkat bicara terkait dampak yang akan timbulkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap wilayah sekitar.
Dokter Tirta yang menetap di Yogyakarta membagikan pengalamannya saat beberapa waktu lalu terdampak erupsi Gunung Kelud dan Gunung Merapi.
Ketika itu, daerah yang ditempatinya juga terkena dampak abu vulkanik, sama halnya dengan yang sekarang dialami warga Jabodetabek dan Jawa Barat.
“Buat kawan-kawan yang berada di Jabodetabek, Jawa Barat dan sekitarnya yang terdampak abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau, ini saran dari saya, kebetulan saya dulu terdampak abu Gunung Kelud ya, abu Gunung Merapi,“ kata Dokter Tirta di Instagram pribadinya.
Ada empat tips yang dibagikan Dokter Tirta agar aman dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pertama-tama adalah penggunaan masker dalam kegiatan luar ruangan.
“Yang pertama kalian kalau aktivitas kemana-mana outdoor walaupun abunya tipis itu harus memakai masker, kenapa? Karena abunya itu kalau terhirup terlalu sering ke dalam saluran pernapasan, itu bisa menyebabkan reaksi alergi dan bisa menyebabkan gangguan saluran pernapasan bagian atas bahkan pada kondisi parah bisa menyebabkan bronkitis,“ jelasnya.
Dokter Tirta melanjutkan bahwa abu vulkanik di halaman rumah sebaiknya jangan disapu. Jika hendak dibersihkan, sebaiknya gunakan air untuk disiram.
“Yang kedua adalah kalau kalian mau bersihin abu yang ada di rumah di halaman, jangan disapu, itu tambah terbang, tambah sesak napas, batuk-batuk, disiram pakai air,“ papar Dokter Tirta.
- Ilustrasi AI Gemini
Lebih jauh, Dokter Tirta juga menyarankan agar menggunakan sabun cuci muka setelah aktivitas outdoor karena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Yang ketiga kalau kena muka itu segera gunakan facial wash yang proper, jangan langsung gesek-gesek karena bisa baret-baret, serius,“ ujarnya.
Lalu yang terakhir adalah meminimalisir olahraga luar ruangan karena bisa menimbulkan risiko abu vulkanik terhirup ketika sedang beraktivitas.
Namun, jika masih ingin berolahraga luar ruangan, Dokter Tirta mengatakan jika seseorang bisa memakai masker untuk mencegah terhirupnya abu vulkanik.
“Yang keempat, maklumi kalau baunya tuh agak aneh ya namanya juga abu vulkanik ya,“ ungkap Dokter Tirta.
“Terus buat teman-teman yang hobi berolahraga outdoor diganti dulu di indoor ya, daripada anda berisiko terhirup abu vulkanik semakin banyak, kecuali anda olahraga outdoornya mau pakai masker,“ tutupnya.
Load more