Tangan Sering Kesemutan Saat Malam Hari? Kenali Bedanya Carpal Tunnel Syndrome dan Gangguan Saraf Leher
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Kesemutan yang hanya muncul sesekali setelah tangan tertindih ketika tidur dan segera membaik setelah posisi diubah memang dapat terjadi pada siapa saja. Namun, pola yang berbeda perlu mendapat perhatian.
Pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan apabila kesemutan terjadi berulang, semakin sering, membuat seseorang terbangun pada malam hari, tidak kunjung membaik, disertai nyeri yang menjalar, kelemahan tangan, atau mulai mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
Salah satu fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan berbagai gangguan saraf secara terintegrasi adalah Bethsaida Hospital Gading Serpong melalui Neuroscience Center. Layanan tersebut didukung dokter dengan kompetensi neurologi serta pemeriksaan penunjang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien, termasuk EMG/NCS.
“Gangguan saraf tidak selalu dapat dipahami hanya dari satu hasil pemeriksaan. Kami berkomitmen menghadirkan layanan neurologi yang terintegrasi, karena setiap keluhan memiliki penyebab dan kebutuhan penanganan yang dapat berbeda pada setiap pasien. Melalui Neuroscience Center, kami mengintegrasikan kompetensi dokter, pemeriksaan diagnostik, serta fasilitas penunjang untuk membantu mendapatkan gambaran kondisi pasien secara lebih menyeluruh. Dengan pendekatan ini, kami berupaya memastikan pasien dapat memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medisnya,” ujar dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.
Pada akhirnya, tangan yang kesemutan pada malam hari tidak selalu berarti seseorang mengalami Carpal Tunnel Syndrome. Keluhan yang sama dapat berasal dari saraf di pergelangan, leher, maupun bagian lain dari sistem saraf.
Karena itu, yang paling penting bukan sekadar menghilangkan rasa kesemutan sementara, tetapi memahami sumbernya. Pola gejala, pemeriksaan klinis, dan bila diperlukan pemeriksaan seperti EMG/NCS maupun MRI dapat membantu dokter menentukan lokasi gangguan secara lebih tepat.
Kesemutan pada dasarnya adalah gejala, bukan diagnosis. Ketika keluhan muncul berulang atau mulai disertai kelemahan dan gangguan aktivitas, mencari penyebabnya menjadi langkah yang lebih penting daripada sekadar menganggapnya sebagai akibat salah posisi tidur. (udn)
Load more