News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Model layanan kesehatan terintegrasi semakin berkembang. Dari medical check up, diagnosis, rehabilitasi hingga kesehatan mental, layanan disatukan untuk
Kamis, 8 Oktober 2026 - 03:07 WIB
Ilustrasi Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Ketika kebutuhan kesehatan semakin beragam, pasien tidak selalu hanya membutuhkan dokter dan obat. Seseorang bisa datang untuk pemeriksaan kesehatan, kemudian membutuhkan pemeriksaan laboratorium, radiologi, konsultasi lanjutan, fisioterapi, dukungan kesehatan mental, hingga perubahan pola hidup. 

Jika seluruh layanan tersebut berjalan sendiri-sendiri, pasien berpotensi harus berpindah tempat dan mengulang proses yang sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, peningkatan mutu pelayanan kesehatan kini tidak hanya berkaitan dengan kecanggihan alat atau kenyamanan ruang tunggu. Pengalaman pasien dan keterhubungan antar layanan menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan.

Sistem kesehatan di sejumlah negara maju bahkan mulai mengembangkan model yang mengintegrasikan layanan primer, rumah sakit, komunitas, hingga layanan pencegahan.

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mencatat bahwa layanan yang terfragmentasi dapat menyebabkan kebutuhan pasien tidak terpenuhi, penggunaan layanan yang berlebihan, serta biaya yang lebih tinggi. 

Dalam data PaRIS, rata-rata hanya 59 persen pengguna layanan primer dengan penyakit kronis di negara-negara OECD yang melaporkan koordinasi perawatan yang baik. Karena itu, berbagai negara mengembangkan model integrated care untuk meningkatkan kesehatan populasi, pengalaman pasien, efisiensi biaya, dan pemerataan akses.

Mengapa Layanan Kesehatan Mulai Disatukan?

Konsep layanan kesehatan terintegrasi pada dasarnya berusaha mengurangi jarak antara berbagai kebutuhan pasien. 

Pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi, pencegahan hingga dukungan kesehatan lainnya tidak dipandang sebagai layanan yang berdiri sendiri, tetapi sebagai bagian dari perjalanan kesehatan seseorang.

Pendekatan ini menjadi semakin relevan ketika jumlah masyarakat dengan penyakit kronis dan kebutuhan kesehatan jangka panjang meningkat. OECD menyebut layanan yang terfragmentasi dapat meningkatkan biaya dan memperburuk pengalaman pasien. 

Dalam salah satu analisisnya, fragmentasi layanan diperkirakan dapat meningkatkan biaya lebih dari 4.000 euro per pasien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prinsip serupa terlihat di Singapura melalui program Healthier SG. Kementerian Kesehatan Singapura menggeser perhatian dari pola pelayanan yang reaktif menangani orang setelah sakit ke pendekatan preventif. 

Warga didorong memiliki dokter keluarga sebagai mitra kesehatan yang membantu menyusun rencana kesehatan personal, termasuk pemeriksaan, vaksinasi dan perubahan gaya hidup.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Ubah Cara Pandang TNI-Polri, Tak Cuma Soal Fisik: Perang Drone dan Siber Jadi Alasannya

Prabowo Ubah Cara Pandang TNI-Polri, Tak Cuma Soal Fisik: Perang Drone dan Siber Jadi Alasannya

Prabowo meminta profesionalisme TNI-Polri diperkuat menghadapi ancaman baru. Kemampuan intelektual, teknologi, pendidikan, dan latihan menjadi sorotan.
Literasi Keuangan Makin Naik, Tapi Literasi Asuransi Turun: Gen Z Paling Berisiko?

Literasi Keuangan Makin Naik, Tapi Literasi Asuransi Turun: Gen Z Paling Berisiko?

Gen Z semakin mudah mengakses layanan keuangan digital, tetapi literasi asuransi masih rendah. Ini pentingnya edukasi finansial bagi mahasiswa sejak dini.
Review Film Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Bohong, Tapi Justru Kehilangan Filter

Review Film Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Bohong, Tapi Justru Kehilangan Filter

Review film Bapak Paling Jujur, drama komedi Fajar Nugros tentang calon gubernur yang tak bisa berbohong dan kehilangan filter dalam berbicara. Bagaimana
Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Bintang Inter Miami, Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama timnas Argentina setelah lebih dari 20 tahun mengenakan jersey La Albiceleste.
Royalti Musik Digital Capai Rp103 Triliun, Indonesia Dorong Sistem Global agar Uang Pencipta Tak Hilang di Tengah Jalan

Royalti Musik Digital Capai Rp103 Triliun, Indonesia Dorong Sistem Global agar Uang Pencipta Tak Hilang di Tengah Jalan

Royalti dari pemanfaatan karya secara digital mencapai sekitar Rp103 triliun pada 2024. Indonesia mendorong sistem royalti global yang lebih transparan
Terima Dumas Dugaan Politik Uang Kegiatan Muktamar NU, Ini Respons KPK

Terima Dumas Dugaan Politik Uang Kegiatan Muktamar NU, Ini Respons KPK

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sekadau mendatangi Gedung KPK untuk melaporkan dugaan praktik politik uang dalam proses pengondisian dukungan terhadap Rais Aam pada arena Muktamar NU beberapa waktu lalu.

Trending

Pernah Jadi Lawan, Megawati Hangestri Beri Pujian Setinggi Langit untuk Kim Da-in: Setter Terbaik di Korea

Pernah Jadi Lawan, Megawati Hangestri Beri Pujian Setinggi Langit untuk Kim Da-in: Setter Terbaik di Korea

Megawati Hangestri menyambut antusias duet barunya bersama Kim Da-in di Hyundai Hillstate. Tak tanggung-tanggung, Megawati menyebut setter timnas Korea Selatan.
Gara-gara Main HP di Kelas, Tiga Mahasiswa Untad Diduga Disiksa Senior: Nyaris Ditelanjangi hingga Disulut Rokok

Gara-gara Main HP di Kelas, Tiga Mahasiswa Untad Diduga Disiksa Senior: Nyaris Ditelanjangi hingga Disulut Rokok

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, dilaporkan jadi korban aksi main hakim sendiri yang diduga dilakukan barisan mahasiswa senior.
Luhut Yakinkan Investor: Jangan Ragu Masuk, Indonesia Tidak akan Kolaps

Luhut Yakinkan Investor: Jangan Ragu Masuk, Indonesia Tidak akan Kolaps

Luhut Binsar Pandjaitan meyakinkan investor bahwa Indonesia tidak akan kolaps. Pemerintah kini mendorong investasi yang membawa inovasi, teknologi, dan
Celine Evangelista Serius Ingin Tinggal di Madinah, Intip Vila Rp7,5 Miliar Dekat Masjid Nabawi

Celine Evangelista Serius Ingin Tinggal di Madinah, Intip Vila Rp7,5 Miliar Dekat Masjid Nabawi

Celine Evangelista mengungkapkan rencana serius untuk menetap di Madinah, Arab Saudi. Tak sekadar wacana, ia bahkan telah melakukan survei vila mewah dekat.
Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Model layanan kesehatan terintegrasi semakin berkembang. Dari medical check up, diagnosis, rehabilitasi hingga kesehatan mental, layanan disatukan untuk
Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Bintang Inter Miami, Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama timnas Argentina setelah lebih dari 20 tahun mengenakan jersey La Albiceleste.
Royalti Musik Digital Capai Rp103 Triliun, Indonesia Dorong Sistem Global agar Uang Pencipta Tak Hilang di Tengah Jalan

Royalti Musik Digital Capai Rp103 Triliun, Indonesia Dorong Sistem Global agar Uang Pencipta Tak Hilang di Tengah Jalan

Royalti dari pemanfaatan karya secara digital mencapai sekitar Rp103 triliun pada 2024. Indonesia mendorong sistem royalti global yang lebih transparan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT