News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apa itu Pes? Penyakit Wabah yang Dikaitkan dengan Kematian Misterius Peneliti Rusia di Laboratorium Siberia

Kematian Darya Shipilova (28), peneliti di laboratorium pusat penelitian pes di Siberia, Rusia pada 2 Oktober 2026, diduga akibat terpapar wabah penyakit pes.
Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:34 WIB
Ilustrasi petugas medis buang hama tikus
Sumber :
  • Gemini AI

Jakarta, tvOnenews.com - Kematian misterius seorang peneliti di pusat penelitian wabah pes di Siberia, Rusia, pada 2 Oktober 2026 menjadi sorotan. Peristiwa tersebut mencuat setelah penyakit pes diduga menjadi salah satu kemungkinan penyebab kematiannya.

Peneliti asal Rusia yang meninggal dunia tersebut diketahui bernama Darya Shipilova (28). Ia bekerja di sebuah laboratorium yang berfokus pada penelitian penyakit pes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, sebelumnya menyatakan bahwa Shipilova meninggal dunia setelah mengalami pneumonia yang penyebabnya masih belum diketahui.

Namun, berdasarkan laporan yang dilihat dari media asal Rusia, CBS News, Sabtu (11/10/2026), Shipilova diduga meninggal setelah terpapar bakteri penyebab pes. Dugaan tersebut berkaitan dengan kemungkinan terjadinya kecelakaan laboratorium di Institut Anti-Wabah Irkutsk.

Hingga 10 Oktober 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menemukan bukti adanya penularan berkelanjutan yang berkaitan dengan dugaan kasus tersebut di Rusia. Hal ini disampaikan di tengah perhatian terhadap kematian misterius Shipilova di Siberia.

Di sisi lain, peristiwa ini kembali menyoroti penyakit pes, yakni infeksi serius yang dapat mengancam nyawa apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.

Mengenal Penyakit Pes dan Penyebabnya

Merujuk informasi dari WHO dan Alodokter, pes atau plague merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Penyakit ini tergolong zoonosis, yaitu infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia. Bakteri penyebabnya umumnya ditemukan pada mamalia kecil dan kutu yang hidup pada tubuh hewan tersebut.

Dalam catatan sejarah, penyakit pes dikenal luas melalui wabah Black Death pada abad ke-14 yang menewaskan jutaan orang di Eropa. Wabah tersebut menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Prancis, Spanyol, Inggris, Jerman, hingga kawasan Skandinavia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Indonesia, sejumlah wilayah pernah mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) pes. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur), Kabupaten Boyolali (Jawa Tengah), Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta), serta Kabupaten Bandung (Jawa Barat).

Dampak wabah pes tidak hanya berupa tingginya angka kematian, tetapi juga perubahan besar dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Berkurangnya jumlah penduduk memicu kelangkaan tenaga kerja, mengguncang sistem feodalisme, serta mendorong perkembangan praktik karantina dan upaya pengendalian penyakit.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Awas Senin Buntung! 5 Zodiak Ini Diprediksi Bakal Dikejar Kesialan pada 12 Oktober 2026

Awas Senin Buntung! 5 Zodiak Ini Diprediksi Bakal Dikejar Kesialan pada 12 Oktober 2026

Ketika sebagian orang menyambut hari kerja dengan semangat membara, lima zodiak ini justru berpotensi diintai rentetan ketidakberuntungan. Zodiak apa saja itu?
Alasan Vanja Bukilic Absen Bela Red Sparks di KOVO Cup 2026, Rival Megawati Hangestri Cedera?

Alasan Vanja Bukilic Absen Bela Red Sparks di KOVO Cup 2026, Rival Megawati Hangestri Cedera?

Red Sparks dipaksa gigit jari usai tampil pincang tanpa sosok Vanja Bukilic di laga perdana mereka di KOVO Cup 2026. Tanpa peran rival Megawati Hangestri tersebut, tim asuhan Kwon Sun-chan menelan kekalahan atas Pink Spiders.
Maarten Paes Terpinggirkan Lagi, Fans Belanda Murka Lihat Kesalahan Ter Stegen yang Buat Ajax Ditahan Imbang NEC Nijmegen

Maarten Paes Terpinggirkan Lagi, Fans Belanda Murka Lihat Kesalahan Ter Stegen yang Buat Ajax Ditahan Imbang NEC Nijmegen

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, belum mendapat kesempatan mengawal gawang Ajax. Sementara itu, Marc-Andre ter Stegen sebagai starter justru menuai kritik.
Klasemen KOVO Cup 2026, Minggu 11 Oktober: Red Sparks Nyaris Jadi Juru Kunci, IBK Altos Kuasai Puncak Pool A

Klasemen KOVO Cup 2026, Minggu 11 Oktober: Red Sparks Nyaris Jadi Juru Kunci, IBK Altos Kuasai Puncak Pool A

Klasemen KOVO Cup 2026, di mana Red Sparks nyaris menjadi juru kunci usai menelan kekalahan di laga perdana. Sedangkan IBK Altos menguasai puncak Pool A.
Dendam Jadi Motif Pelaku ke Teman Satu Asrama di Universitas Telkom?

Dendam Jadi Motif Pelaku ke Teman Satu Asrama di Universitas Telkom?

Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan dan Endowment Universitas Telkom Ratri Wahyuningtyas menjelaskan motif pelaku melakukan bullying ke teman asramanya.
Rektor Telkom University Minta Maaf kepada Korban Bullying, Sebut Perundungan Tindakan Berbahaya

Rektor Telkom University Minta Maaf kepada Korban Bullying, Sebut Perundungan Tindakan Berbahaya

Selain itu Suyanto juga menyampaikan maaf kepada seluruh mahasiswa Telkom University atas viralnya kasus bullying yang terjadi di lingkungan kampus.

Trending

Resmi! KOVO Cup 2026 Tayang di TV Indonesia, Bisa Nonton Aksi Megawati Hangestri Secara Legal

Resmi! KOVO Cup 2026 Tayang di TV Indonesia, Bisa Nonton Aksi Megawati Hangestri Secara Legal

Kabar bahagia untuk volimania tanah air karena KOVO Cup 2026 bisa disaksikan di layar kaca Indonesia. Para penggemar pun bisa menyaksikan aksi Megawati Hangestri.
Cara Nonton KOVO Cup 2026, Nonton Aksi Megawati Hangestri Cs Legal Tanpa Perlu VPN

Cara Nonton KOVO Cup 2026, Nonton Aksi Megawati Hangestri Cs Legal Tanpa Perlu VPN

Berikut cara nonton live streaming KOVO Cup 2026, Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan memulai perjuangannya di turnamen pramusim sebelum Hyundai Hillstate dan keenam klub lainnya tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Telkom University Jatuhkan Sanksi DO kepada Pelaku Bullying

Telkom University Jatuhkan Sanksi DO kepada Pelaku Bullying

Media sosial dihebohkan dengan kasus bullying yang terjadi di Universitas Telkom yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kedua pelaku kini kena sanksi
Lihat Megawati Hangestri Bernafsu Ambil Trofi yang Dipajang, Kim Da-in Tertawa Lepas

Lihat Megawati Hangestri Bernafsu Ambil Trofi yang Dipajang, Kim Da-in Tertawa Lepas

Kapten Hyundai Hillstate Kim Da-in tak kuasa menahan tawa setelah melihat partnernya musim depan Megawati Hangestri bernafsu ambil trofi KOVO Cup dan V-League.
Ratusan Mahasiswa Geruduk Asrama Kampus Diduga Lokasi Bullying Maba Telkom University

Ratusan Mahasiswa Geruduk Asrama Kampus Diduga Lokasi Bullying Maba Telkom University

Kasus perundungan terhadap maba di Telkom University viral, ratusan mahasiswa geruduk asrama kampus untuk menggelar aksi protes sekaligus berdiri bersama korban
PBB: Hampir 50 Ribu Perempuan Gaza Tewas dan Cacat Permanen sejak Oktober 2023

PBB: Hampir 50 Ribu Perempuan Gaza Tewas dan Cacat Permanen sejak Oktober 2023

Badan PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) membeberkan laporan mengerikan terkait dampak kehancuran di Jalur Gaza. Hampir 50.000 ..
Mirip Banget, Rina Nose Tiru Gaya Gubernur Sherly Tjoanda di Pesta Rakyat Malut: Chelsea Mana Kopinya?

Mirip Banget, Rina Nose Tiru Gaya Gubernur Sherly Tjoanda di Pesta Rakyat Malut: Chelsea Mana Kopinya?

Komedian sekaligus presenter Rina Nose menirukan gaya dan suara khas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos saat menjadi host puncak acara HUT ke-27 Malut.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT