Dokter Ingatkan Bahaya Telur Mentah bagi Bayi dan Anak, Orang Tua Wajib Waspada
- Pixabay/pexels
Jakarta, tvOnenews.com - Viral bayi berusia 24 hari di Kota Surabaya meninggal dunia setelah diduga dicekoki telur mentah saat demam.
Menanggapi berita viral tersebut, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan risiko infeksi bakteri salmonella akibat pemberian telur mentah atau setengah matang kepada bayi.
Ketua Pengurus Pusat IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan bakteri salmonella bisa menyebabkan diare, demam, muntah, hingga dehidrasi, bahkan berpotensi menimbulkan komplikasi serius pada bayi.
“Telur mentah atau setengah matang dapat mengandung bakteri salmonella yang menyebabkan infeksi saluran cerna atau salmonelosis,” katanya dalam pernyataan resmi IDAI, dikutip pada Senin (12/10/2026).
- ANTARA
Menurutnya infeksi pada bayi dan anak kecil dapat berlangsung lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
“Telur mentah bukan makanan yang sesuai untuk bayi,” katanya.
Selain berisiko terkena infeksi, Piprim mengatakan bahwa pemberian telur mentah atau setengah matang kepada bayi juga tidak memberi keuntungan gizi.
Oleh karena itu, IDAI merekomendasikan orang tua agar mengutamakan air susu ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan.
Namun, apabila ASI tidak dapat diberikan, penggunaan susu formula bayi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan indikasi medis.
Selain itu, makanan pendamping ASI (MPASI) dapat diberikan pada bayi usia 6 bulan sebagai rekomendasi umum.
Tapi dalam kondisi tertentu, MPASI dapat dipertimbangkan sejak usia 4 bulan berdasarkan penilaian dokter dan kesiapan perkembangan bayi.
Dokter Piprim membeberkan tanda kesiapan bayi menerima MPASI yakni, mampu mempertahankan posisi kepala dan leher dengan stabil, dapat duduk dengan bantuan dan mempertahankan posisi tubuh yang memadai, menunjukkan koordinasi gerakan mulut dan kemampuan menelan makanan dengan tekstur yang sesuai, serta menunjukkan ketertarikan terhadap makanan dan mulai mampu menerima makanan dari sendok.
“Kesiapan tersebut harus dinilai secara keseluruhan, bukan hanya berdasarkan satu tanda,” terangnya.
Dalam masa pemberian MPASI, telur baru bisa diperkenalkan sebagai salah satu bahan makanan bayi dengan tetap memperhatikan kematangan proses masak, serta tekstur yang disesuaikan dengan kemampuan makan bayi.
“Jangan memberikan MPASI sebelum usia 4 bulan, termasuk telur mentah, telur setengah matang, bubur, atau makanan lain yang tidak sesuai dengan usia bayi,” katanya.
Load more