Tren Lari Makin Ramai, Mau Ikut Marathon ke Luar Negeri? Ini Strategi Fisik dan Finansial yang Wajib Disiapkan
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Lari kini bukan sekadar olahraga untuk menjaga kebugaran. Di media sosial, akhir pekan semakin sering diwarnai unggahan peserta fun run, foto medali, catatan waktu pribadi, hingga dokumentasi latihan bersama komunitas.
Target yang awalnya hanya 5K kemudian berkembang menjadi 10K, half marathon, bahkan full marathon sejauh 42,195 kilometer.
Ramainya event turut memperkuat tren tersebut. The Jakarta Post melaporkan lebih dari 500 acara lari digelar di 34 provinsi dan lebih dari 200 kota di Indonesia sepanjang 2026.
Jumlah klub lari di Tanah Air juga tercatat hampir enam kali lipat pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, berdasarkan data Strava yang dikutip media tersebut. Angka ini memperlihatkan bagaimana lari berkembang menjadi aktivitas olahraga sekaligus ruang bersosialisasi dan membangun komunitas.
Namun, semakin jauh target yang dikejar, semakin besar pula persiapan yang dibutuhkan. Mengikuti lomba 5K di kota sendiri tentu berbeda dengan mengejar marathon internasional di Chicago, Berlin, atau Tokyo. Selain latihan fisik, pelari perlu menghitung tiket pesawat, penginapan, biaya registrasi, makan, transportasi, hingga perlengkapan lomba. Artinya, mencapai garis finis juga membutuhkan strategi keuangan yang matang.
Hitung Seluruh Biaya sebelum Menentukan Target Marathon
Bagi sebagian pelari, mengikuti marathon internasional menjadi pencapaian tersendiri. Nama-nama seperti Tokyo, Boston, London, Cape Town, Sydney, Berlin, Chicago, dan New York sudah akrab di kalangan penggemar lari jarak jauh. Rangkaian Abbott World Marathon Majors juga memperluas daya tariknya melalui Shanghai sebagai tambahan dalam kalender ajang marathon dunia.
Namun, mengejar garis finis di luar negeri bukan hanya soal mendapatkan tiket lomba. Pelari harus memperhitungkan keseluruhan biaya perjalanan, termasuk kemungkinan tinggal beberapa hari sebelum dan sesudah perlombaan untuk beradaptasi, beristirahat, dan memulihkan kondisi tubuh.
Melansir dari berbagai sumber, gambaran tersebut dirasakan Citra, yang tengah menargetkan Chicago Marathon di Amerika Serikat. Ajang ini merupakan salah satu marathon besar dunia. Pada 2025, lebih dari 54.000 pelari berpartisipasi, sementara sekitar 1,7 juta penonton menyaksikan perlombaan di sepanjang kota, menurut laporan Axios pada Oktober 2026.
“Awalnya saya hanya fokus ke latihan. Setelah mulai menghitung race entry, pesawat, hotel, dan kebutuhan lainnya, baru terasa bahwa persiapan marathon bukan cuma soal fisik,” kata Citra.
Load more