News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kok Bisa Konten Pendek Menyebabkan Brain Rot? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Konten pendek yang dikonsumsi berlebihan bisa memicu Brain Rot. Guru Besar UI menjelaskan kaitannya dengan dopamin, kecanduan scrolling, dan dampak bagi otak.
Selasa, 3 November 2026 - 10:00 WIB
Ilustrasi Pria Menonton Konten Pendek
Sumber :
  • Dibuat oleh ChatGPT

tvOnenews.com - Konten Pendek yang lucu, absurd, dan menghibur kini menjadi bagian dari hiburan sehari-hari di media sosial. Namun, kebiasaan scrolling tanpa henti ternyata perlu diwaspadai karena bisa berkaitan dengan fenomena Brain Rot atau pembusukan otak, yang disebut dapat memengaruhi fokus, konsentrasi, hingga kemampuan berpikir.

Fenomena ini menjadi perhatian karena semakin banyak orang mengonsumsi video singkat dengan informasi yang cepat berganti dan cenderung dangkal. Tanpa disadari, pengguna bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencari hiburan berikutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc., menjelaskan bahwa Brain Rot berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi konten yang kurang merangsang pemikiran mendalam.

"Kalau kita sering ketawa dengan hiburan receh, hati-hati itu brain rot," ucap Prof. Zulys dalam unggahan Instagram-nya pada 30 Mei 2026.

Menurutnya, Brain Rot secara istilah berarti pembusukan otak. Meski bukan penyakit resmi, fenomena ini menjadi perhatian karena terlalu banyak mengonsumsi konten cepat dan dangkal dapat memengaruhi kemampuan berpikir.

"Apa itu brain rot? Secara istilah brain rot itu pembusukan otak, bukan penyakit resmi, tapi fenomena nyata. Artikel ilmiah menunjukkan brain rot dapat menyebabkan penurunan kemampuan berpikir karena terlalu banyak konsumsi konten receh, cepat, dan dangkal. Bahkan sekarang dianggap sebagai genre hiburan," jelas Prof. Zulys.

Mengapa Brain Rot Bisa Membuat Kecanduan?

Konten Brain Rot umumnya berisi informasi singkat, absurd, random, dan terkadang tidak masuk akal. Jenis hiburan seperti ini memberikan stimulasi cepat sehingga pengguna terdorong untuk terus mencari video berikutnya.

"Apa sih isi kontennya? Berisi informasi cepat, absurd, random, sering tidak masuk akal," ujarnya.

Dari sisi sains, kebiasaan tersebut berkaitan dengan dopamin, yaitu zat kimia di otak yang berperan dalam sistem penghargaan atau reward system. Setiap kali seseorang menemukan video lucu atau konten baru saat scrolling, otak mendapatkan sensasi penghargaan kecil.

"Kenapa brain rot bikin nagih? Di otak kita ada satu molekul bahagia namanya dopamin yang bekerja di reward system otak," kata Prof. Zulys.

Ia menjelaskan bahwa konten yang cepat berganti dan penuh kejutan dapat membuat seseorang terus mencari stimulasi berikutnya. Akibatnya, kebiasaan scrolling berulang bisa berkembang menjadi pola penggunaan digital yang sulit dikendalikan.

"Setiap kita scroll, lihat video lucu, dapat konten baru, otak kasih reward kecil. Masalahnya, konten brain rot itu super cepat, penuh kejutan, jadi timbul lonjakan dopamin terus-menerus. Hasilnya, otak memberi sinyal kalau mau senang, scroll lagi. Terbentuk kecanduan digital," jelasnya.

Dampak Brain Rot terhadap Fokus dan Daya Ingat

Selain berpotensi membuat seseorang terus scrolling, Brain Rot juga dikaitkan dengan perubahan kebiasaan dalam menerima dan mengolah informasi.

Menurut Prof. Zulys, otak manusia pada dasarnya dirancang untuk fokus dan melakukan pemikiran mendalam. Namun, paparan informasi yang terlalu cepat dan terus berganti dapat membuat seseorang lebih sulit mempertahankan perhatian.

"Apa yang terjadi di otak? Otak kita sebenarnya dirancang untuk fokus berpikir mendalam, tapi brain rot melakukan sebaliknya. Terlalu banyak informasi menyebabkan plenger, rentang fokus perhatian rusak. Tidak tahan nonton video lebih dari satu menit, daya ingat melemah, informasi tidak masuk ke ingatan panjang, sulit membuat keputusan, sering jadi lebih reaktif, kurang reflektif," ungkapnya.

Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah bosan ketika harus mengerjakan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dalam waktu lama. Misalnya, membaca buku, belajar, atau menyelesaikan pekerjaan yang memerlukan pemikiran mendalam.

Dampak Brain Rot bagi Anak dan Remaja

Fenomena Brain Rot juga perlu mendapat perhatian khusus ketika terjadi pada anak-anak dan remaja. Sebab, pada usia tersebut, otak masih berada dalam tahap perkembangan sehingga kebiasaan mengonsumsi konten digital perlu diperhatikan.

Prof. Zulys menyebut paparan konten yang terlalu cepat dan dangkal berpotensi mengganggu kebiasaan belajar serta kemampuan mengelola emosi.

"Apa dampaknya? Ini yang paling bahaya karena otak masih berkembang. Dampaknya sulit fokus belajar, cepat bosan, ketergantungan gadget, gangguan emosi, bahkan risiko depresi meningkat," jelas Prof. Zulys.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak jangka panjang dari kebiasaan tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi perkembangan kecerdasan.

"Dalam jangka panjang bisa mengalami gangguan perkembangan kecerdasan," tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Zulys menjelaskan bahwa anak-anak menyukai konten Brain Rot bukan semata-mata karena mereka memiliki kemampuan mengendalikan diri yang lemah. Algoritma platform digital juga berperan dalam membuat pengguna terus bertahan menonton konten.

"Kenapa anak sekarang suka brain rot? Jawabannya bukan karena mereka lemah, karena sistemnya memang dirancang begitu. Ada algoritma platform yang dipakai tahu apa yang bikin kamu nonton lama," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, konten semacam ini menawarkan kesenangan instan karena pengguna tidak perlu berpikir terlalu banyak untuk menikmatinya.

"Kesenangan instan, tidak perlu mikir, udah bisa langsung senang. Kalau hiburan membuat kita tertawa itu sehat, tapi kalau hiburan membuat kita berhenti berpikir itu plenger. Itu cara pelan mematikan otak kita," pungkas Prof. Zulys.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soal Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran, Polri Tegaskan Proses Evaluasi Masih Terus Berjalan

Soal Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran, Polri Tegaskan Proses Evaluasi Masih Terus Berjalan

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir buka suara soal penggeledahan di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10/2026) lalu. Dia menerangkan salah satu bentuk evaluasi yang telah dilakukan, yaitu Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena telah dinonaktifkan.
Buntut Kasus Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Mabes Polri Minta Para Kapolres Bercermin dan Profesional Pimpin Satuan

Buntut Kasus Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Mabes Polri Minta Para Kapolres Bercermin dan Profesional Pimpin Satuan

Polri masih terus melakukan evaluasi buntut peristiwa penggeledahan yang terjadi di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Selasa (27/10/2026) lalu. Polri meminta kepada Kapolres jajaran agar peristiwa tersebut kedepannya dijadikan sebagai pembelajaran.
Resmi, The Remarried Empress Tayang Lebih Awal Hari Ini, Simak Sinopsis dan Jadwal Lengkapnya

Resmi, The Remarried Empress Tayang Lebih Awal Hari Ini, Simak Sinopsis dan Jadwal Lengkapnya

Drama Korea The Remarried Empress tayang lebih awal hari ini, 3 November 2026, simak sinopsis dan jadwal lengkapnya.
Cara Nonton I.League Cup Legal Tanpa VPN, Pertandingan PSMS Vs Persija Disiarkan Gratis

Cara Nonton I.League Cup Legal Tanpa VPN, Pertandingan PSMS Vs Persija Disiarkan Gratis

Sebanyak 34 tim pun akan memulai dari babak penyisihan grup, dengan Persib Bandung dan Borneo FC menanti di babak perempat final I.League Cup. 
Diselamatkan karena Karhutla, Kini Sembilan Orang Utan Dilepasliarkan di Ketapang

Diselamatkan karena Karhutla, Kini Sembilan Orang Utan Dilepasliarkan di Ketapang

Sembilan orang utan kini bisa hidup bebas di Hutan setelah diselematkan karena karhutla di Kalimantan. Pelepasliaran dilakukan oleh Kementerian Kehutanan.
Daftar 13 Pemain Drama One of a Kind Romance, Ada Joy Red Velvet dan Kim Hyun Jin

Daftar 13 Pemain Drama One of a Kind Romance, Ada Joy Red Velvet dan Kim Hyun Jin

Kenali 13 pemain drama Korea One of a Kind Romance yang dibintangi Joy Red Velvet dan Kim Hyun Jin. Simak sinopsis, daftar pemeran, dan jadwal tayang lengkapnya.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT