Irjen Teddy Minahasa Positif Narkoba, Ketahui Bahaya Sabu-sabu yang Bikin Candu
- Freepik/DCStudio
Parahnya, jika sudah sampai dalam tahap overdosis, sabu-sabu akan menyebabkan kejang-kejang, peningkatan suhu tubuh bahkan kematian.
Menyebabkan Penggunanya Sakau

Freepik/thongden_studio
Kecanduan atau ketergantungan terhadap sabu-sabu, menyebabkan penggunanya akan menemui fase yang disebut sakau, ketika pemakai kesulitan untuk mendapatkan akses narkoba tersebut.
Sakau secara umum diketahui sebagai gejala tubuh yang terjadi akibat pemberhentian pemakaian zat narkoba tertentu secara mendadak, atau akibat penurunan dosis sabu secara drastis sekaligus. Baik itu karena proses ingin berhenti atau karena kesulitan mendapatkan barangnya.
Melansir dari laman HelloSehat, orang yang sedang sakau akibat narkoba jenis sabu-sabu biasanya akan mengalami gejala emosional sebagai berikut:
- Nafsu makan meninggi
- Depresi (umumnya kebal terhadap pengobatan terkait)
- Mood swing (mudah marah, perilaku berbahaya)
- Kesulitan berkonsentrasi, miskin wawasan, dan proses penilaian buruk
- Paranoid dan Psikosis (cenderung skizofrenia)
- Halusinasi, merasa cemas dan gelisah
- Tidur terlalu lama dan sering, terlalu nyenyak sulit dibangunkan, siklus tidur terganggu
- Kecenderungan bunuh diri
- Menarik diri (isolasi)
- Emosi datar dan inaktivitas
Sedangkan untuk gejala fisik yang sering terjadi pada orang yang sakau sabu adalah:
- Kulit pucat, kumal
- Penampilan fisik berantakan
- Pergerakan lambat
- Kontak mata yang buruk
- Berbicara terlalu halus
- Sakit kepala
- Kelelahan ekstrem
- Badan ngilu
Umumnya, gejala sakau pemakai sabu-sabu dimulai dalam 1-2 hari setelah dosis terakhir dan bisa berlangsung hingga tiga bulan. Namun, lamanya proses gejala putus obat akan bervariasi tergantung seberapa banyak dan sering para pemakainya menggunakan obat. (Mzn)
Jangan lupa nonton dan subscribe YouTube tvOnenews.com:
Load more