GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hati-Hati Buat Anda yang Malas Gerak, Kebanyakan Duduk dan Rebahan Picu Osteoporosis

Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo-FKUI dr. Yogi Prabowo, Sp.OT(K), SpEm mengatakan, bahwa malas gerak dapat menyebabkan berkurangnya kepadatan tulang sehingga berisiko osteoporosis.
Jumat, 21 Oktober 2022 - 15:21 WIB
Paparan yang disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) dr. Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR dalam seminar virtual bertajuk "Ayo Tingkatkan Kesehatan Tulang, Cegah Osteoporosis", Jakarta, Kamis (20/10/2022).
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta - Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo-FKUI dr. Yogi Prabowo, Sp.OT(K), SpEm mengatakan, bahwa malas gerak dapat menyebabkan berkurangnya kepadatan tulang sehingga berisiko osteoporosis.


Ia menjelaskan, bahwa hal tersebut selaras dengan Hukum Wolff yang menjelaskan bahwa tulang yang sering digunakan atau diberikan beban akan merangsang sel-sel pembentukan tulang sehingga tulang menjadi lebih padat dan kuat.

"Jadi semakin dia tidak digunakan atau tidak diberikan beban, maka pembentukan tulangnya bisa menjadi terhambat atau tidak seimbang," ujar Yogi dalam acara bincang-bincang kesehatan yang digelar virtual diikuti di Jakarta pada Kamis.

Oleh karena itu, ia mengatakan, bahwa aktivitas menjadi sangat penting untuk dilakukan guna mencegah osteoporosis. Ia juga menyarankan untuk berolahraga secara rutin setidaknya lima hari dalam sepekan, dengan durasi 30 menit setiap harinya.

"Tapi ya olahraganya disesuaikan dengan umurnya. Kalau misalnya usia sudah di atas 50 tahun kita mesti mengurangi olahraga yang high impact yang bisa menyebabkan benturan atau cedera misalnya futsal atau bela diri yang terlalu berat," kata Yogi.

"Jadi ganti olahraganya dengan yang low impact terhadap tulang kita, misalnya seperti senam, sepeda, jogging juga masih oke," lanjutnya.

Selain memperbanyak aktivitas fisik, Yogi mengatakan bahwa untuk mencegah osteoporosis juga dapat dilakukan dengan menjalani pola makan yang lebih sehat. Salah satunya, dengan membatasi konsumsi zat-zat yang dapat menghambat pembentukan tulang seperti alkohol, kafein, serta makanan yang tinggi garam.

Ia juga menganjurkan untuk mencukupi kebutuhan kalsium dan protein melalui makanan dan minuman yang bergizi. Kemudian, penting juga untuk mencukupi kebutuhan vitamin D dengan berjemur di bawah sinar matahari pada pukul 7-9 pagi.

"Untuk membentuk tulang ini kita perlu zat-zat misalnya kalsium, protein, dan lain-lain. Sehingga kalau asupan makanan kita ini kurang tepat, itu bisa berdampak pada perubahan kepadatan tulang," jelas Yogi.

"Kalsium ini ibaratnya kalau kita bikin bangunan ya seperti semennya. Jadi kalau semennya kurang pasti dindingnya kurang kuat," ujarnya.

Sedangkan jika seseorang termasuk dalam kelompok yang memiliki faktor risiko dan sudah masuk dalam kategori osteoporosis, Yogi mengatakan dia harus diberikan obat-obatan yang dapat menekan penyerapan tulang seperti bifosfonat, suplemen kalsium, serta mengonsumsi protein yang cukup.

"Kita juga bisa berikan vitamin D selain dari sinar matahari, bisa juga kita berikan dalam bentuk suplemen," katanya.

"Ada juga obat-obatan hormonal. Misalnya pada wanita, kita bisa berikan preparat hormon estrogen agar terjadi keseimbangan hormon dalam tubuh dan mendukung proses pembentukan tulang oleh osteoblas," pungkasnya. (ant/jeg)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Nasib Pemain Timnas Indonesia Joey Pelupessy Terombang-ambing meski Sukses Kalahkan Ragnar Oratmangoen

Nasib Pemain Timnas Indonesia Joey Pelupessy Terombang-ambing meski Sukses Kalahkan Ragnar Oratmangoen

Nasib pemain Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, berada dalam situasi yang tidak jelas meskipun sukses meraih hasil positif pada laga terbarunya bersama Lommel. Mereka hampir meraih tiket promosi ke kasta tertinggi Liga Belgia.
Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN

Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN

Dukungan solusi berbasis Cloud, AI, dan Cybersecurity mengakselerasi integrasi digital serta pengembangan kapabilitas teknologi BUMN secara adaptif dan berkelanjutan.
Pemprov DKI Ingatkan Sampah Sisa Pemotongan Hewan Kurban Tak Dibuang Sembarangan

Pemprov DKI Ingatkan Sampah Sisa Pemotongan Hewan Kurban Tak Dibuang Sembarangan

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar memisahkan sampah sisa pemotongan hewan kurban sebelum membuangnya
Beredar Isu Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Tatar Sunda, Diskominfo Jabar: Nama Provinsi Jawa Barat Tetap Sah dan Tidak Berubah

Beredar Isu Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Tatar Sunda, Diskominfo Jabar: Nama Provinsi Jawa Barat Tetap Sah dan Tidak Berubah

Isu Jawa Barat mau ganti nama menjadi Tatar Sunda beredar di media sosial. Kepala Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat Mas Adi Komar akhirnya buka suara. 
Dedi Mulyadi Kebingungan Didatangi Akademisi dan Pendeta dari Papua: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Dedi Mulyadi Kebingungan Didatangi Akademisi dan Pendeta dari Papua: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kebingungan saat didatangi akademisi dan pendeta Papua yang ingin membahas pembangunan berbasis budaya. Simak beritanya!
MA Amerika Serikat Batalkan Kebijakan Tarif Trump, Bagaimana Nasib Tarif Resiprokal? Ini Kata Menkeu Purbaya

MA Amerika Serikat Batalkan Kebijakan Tarif Trump, Bagaimana Nasib Tarif Resiprokal? Ini Kata Menkeu Purbaya

Purbaya mengatakan implementasi tarif resiprokal hingga kini belum berjalan lantaran pemerintah AS masih menghadapi persoalan hukum terkait kebijakan tarif impor.

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Gubernur Sherly Tjoanda ungkap alasan selalu tampil cantik di hadapan publik, bahkan katanya almarhum suaminya suka menanyakan soal itu.
LCC MPR Rutin Digelar, Federasi Serikat Guru Indonesia Sebut Juri Tak Belajar dari Pengalaman: Makin Tidak Profesional

LCC MPR Rutin Digelar, Federasi Serikat Guru Indonesia Sebut Juri Tak Belajar dari Pengalaman: Makin Tidak Profesional

Publik masih memberi perhatian pada polemik Lomba Cerdas Cermat diselenggarakan oleh MPR RI. Amarah publik meluap saat Dewan Juri tidak memberi permohonan maaf
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT