News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waduh Kok Bisa? Ejakulasi 20 Kali dalam Sebulan Bisa Kurangi Kanker Prostat

Melakukan ejakulasi bagi sebagian lelaki adalah hal yang privasi. Sebab, melakukan ejakulasi masih menuai pro dan kontra di Indonesia.  Pasalnya, ada beberapa
Kamis, 17 November 2022 - 22:44 WIB
Ilustrasi Ejakulasi
Sumber :
  • Istimewa/istockphoto.com

Kesehatan - Melakukan ejakulasi bagi sebagian lelaki adalah hal yang privasi. Sebab, melakukan ejakulasi masih menuai pro dan kontra di Indonesia. 

Pasalnya, ada beberapa orang yang berpendapat, bahwa melakukan ejakulasi setiap hari bisa menjadi penyakit, terutama penyakit kejiwaan. 
Akan tetapi, seorang Profesor bernama Zubairi Djoerban berpendapat dari hasil penelitiannya, bahwa melakukan ejakulasi 20 kali dalam sebulan dapat mengurangi resiko kanker prostat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari VIVA, ejakulasi adalah pelepasan sperma dan cairan semen melalui penis oleh seorang pria yang terjadi karena proses rangsangan seksual. 

Ahli Kesehatan Profesor Zubairi Djoerban dalam penelitian terhadap pria usia 20-40 tahun mengatakan, ejakulasi sebanyak 20 kali dalam sebulan bisa mengurangi risiko kanker prostat

Temuan tersebut memperlihatkan, seorang pria yang melakukan ejakulasi sebanyak 20 kali dalam sebulan, maka 20 persen berisiko lebih rendah untuk mengalami kanker prostat.

"Ejakulasi 20 kali dalam sebulan itu mengurangi risiko kanker prostat hingga 20 persen. Ini berdasarkan penelitian 2016 pada pria berusia 20-40 tahun," kata Prof Zubairi seperti yang dilansir dari VIVA, Kamis (17/11/2022)

“Jadi, risiko pria yang ejakulasi 20 kali dalam sebulan untuk mendapatkan kanker prostat lebih rendah 20 persen ketimbang yang ejakulasi 4-7 kali sebulan," tambahnya. 

Ejakulasi, dikatakan Prof Zubairi Djoerban, dapat memberikan perlindungan diri terhadap kanker prostat. Hal ini karena dengan melakukan ejakulasi, pria bisa membersihkan saluran dari zat yang dapat mengakibatkan kanker.

"Seringnya ejakulasi memang memungkinkan proteksi terhadap kanker prostat, karena ejakulasi bisa membersihkan saluran dari zat yang berpotensi (menyebabkan) kanker," imbuh Prof Zubairi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi, harus diperhatikan bahwa ejakulasi harus dilakukan dengan aman. Selain itu, pria yang akrab disapa Prof Beri juga menegaskan bahwa ejakulasi harus dilakukan dengan pasangan resmi. Informasi tersebut terbukti kebenaranya dilihat dari data ilmiah. Karena, sampel yang diujikan dalam penelitian tersebut juga banyak. 

"Tentunya kegiatan ejakulasinya harus aman, dengan pasangan resmi. Penelitian 2016 yang dilakukan peneliti Harvard ini memiliki sampel yang cukup besar, ada 30 ribu pria yang diteliti, dan diikuti selama 20 tahun lamanya, sehingga buktinya lumayan kuat," pungkasnya. (viva/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Menohok NasDem Soal Pernyataan AHY Terkait 'Kekuasaan Ada Batasnya'

Respons Menohok NasDem Soal Pernyataan AHY Terkait 'Kekuasaan Ada Batasnya'

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa mengingatkan kepada seluruh ketua umum partai politik (parpol) tidak membuat pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.
BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan pengembangan teknologi nuklir tetap menjadi agenda strategis nasional di tengah kebijakan efisiensi anggaran
Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan dengan curah tertinggi yang pernah tercatat mengguyur Nagoya, Jepang bagian tengah. Akibatnya, 41 orang mengalami luka ringan dan mendorong pemerintah kota mengumumkan langkah-langkah bantuan darurat pada Rabu.
Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Deklarasi bersama yang dilakukan oleh 12 negara yang berkomitmen membatasi sejumlah produk dari permukiman ilegal Israel, disambut baik oleh Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Dalam Simposium Nasional, Guru Besar UIN Jakarta: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Dalam Simposium Nasional, Guru Besar UIN Jakarta: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Achmad menyampaikan materi bertajuk “Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju” dengan perspektif Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 

Trending

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Yordania sambut baik deklarasi 12 negara batasi produk Israel

Deklarasi bersama yang dilakukan oleh 12 negara yang berkomitmen membatasi sejumlah produk dari permukiman ilegal Israel, disambut baik oleh Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania.
BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan pengembangan teknologi nuklir tetap menjadi agenda strategis nasional di tengah kebijakan efisiensi anggaran
Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan dengan curah tertinggi yang pernah tercatat mengguyur Nagoya, Jepang bagian tengah. Akibatnya, 41 orang mengalami luka ringan dan mendorong pemerintah kota mengumumkan langkah-langkah bantuan darurat pada Rabu.
Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Kakak sulung Fajar Sahrudin atau Stewie (31), Deni Purwandi menyebut adik bungsunya sangat tertutup dan sulit dihubungi sejak kecil hingga sebelum tewas di GBK.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT