Test Drive Suzuki Fronx GL: Opsi Masuk Akal untuk Naik Kelas dari LCGC
- Wawan Priyanto
Soal kenyamanan, Fronx GL memberi kejutan positif. Bantingan suspensinya terasa lebih nyaman dibandingkan Baleno yang dikenal agak keras. Kombinasi MacPherson Strut di depan dan torsion beam dengan per koil di belakang menghasilkan karakter suspensi yang stabil namun tetap mampu meredam guncangan dengan baik. Ban berukuran 195/60 R16 turut menunjang kestabilan dan grip.
Interior dan Kepraktisan
Masuk ke dalam kabin, Fronx GL menawarkan tata ruang yang efisien. Meski berstatus SUV kompak, ruang kabin cukup lapang untuk lima penumpang dewasa. Bahkan untuk aktivitas seperti golf, mobil ini mampu menampung hingga tiga tas golf, menjadikannya cukup fleksibel untuk kebutuhan gaya hidup aktif.
Fitur Berkendara

- Wawan Priyanto
Sebagai varian paling terjangkau, Fronx GL memang tidak dibekali teknologi ADAS seperti pada tipe SGX. Namun demikian, fitur yang tersedia tetap relevan untuk penggunaan harian.
Head unit layar sentuh 7 inci memang lebih kecil dibanding varian tertinggi, tetapi sudah mendukung konektivitas smartphone secara lengkap, baik melalui Bluetooth, kabel, maupun nirkabel. Yang patut diapresiasi, tipe GL sudah kompatibel dengan Apple CarPlay dan Android Auto, fitur penting bagi konsumen muda.
Di sektor keselamatan, Fronx GL tergolong lengkap. Mobil ini dibekali enam airbag, rangka TECT, ABS + EBD, ESP, Hill Hold Control, sensor parkir belakang, kamera mundur, serta immobilizer. Kamera belakang menampilkan visual yang cukup jelas, bahkan saat parkir di malam hari.
Perbedaan dengan Varian Tertinggi
Sebagai varian termurah dengan banderol sekitar Rp 272 juta, Fronx GL tentu memiliki sejumlah perbedaan dibanding GX dan SGX. Dari sisi eksterior, tampilannya masih serupa, namun detail seperti side skirt berwarna hitam, roof rail hitam, serta spion yang belum retractable otomatis menjadi pembeda. Velg tetap sama.
Perbedaan utama terletak pada mesin. Tipe GL menggunakan mesin K15B non-hybrid, sementara varian di atasnya mengusung mesin K15C dengan sistem Smart Hybrid Suzuki.
Sedangkan pada interior, setir masih berbahan plastik dan hanya bisa diatur tilt (tanpa telescopic). Tidak ada adaptive cruise control, wireless charger, keyless entry, dan speedometer masih analog. Meski begitu, fitur voice command tetap tersedia melalui koneksi smartphone.
Load more