Cegah Kerusakan Mobil Akibat Abu Vulkanik, Ridwan Hanif Soroti Komponen Vital ini
- Donal Chaniago
tvOnenews.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah wilayah seperti di Jakarta, Depok, Bogor, Banten dan Lampung terdampak abu vulkanik.
Abu vulkanik yang terbawa angin bukan hanya memicu dampak bagi kesehatan tubuh, tetapi juga kondisi kendaraan khususnya mobil.
Bagi masyarakat yang beraktivitas diluar rumah dengan menggunakan mobil atau terparkir saat terkena abu vulkanik, terdapat langkah-langkah yang perlu diperhatikan untuk membersihkan mobil.
Pengamat otomotif, Ridwan Hanif membagikan cara membersihkan mobil dari abu vulkanik.
Melalui akun media sosial Threads miliknya, Ridwan Hanif mengungkapkan jika mobil terkena abu vulkanik sebisa mungkin tidak dilap menggunakan kain.
Bodi mobil seketika akan lecet atau baret, sebab abu vulkanik memiliki bentuk partikel yang runcing dengan diameter kurang dari 2 milimeter (mm) yang terdiri dari pecahan batuan, mineral, gelas vulkanik, dan silica yang terasa mirip butiran pasir hingga bubuk halus.
Abu vulkanik memiliki sifat yang keras, abrasif (mengikis), dan tidak larut dalam air. Sehingga mobil dapat mengalami korosi atau karat dalam waktu singkat.
“Kalau abu vulkanik nempel di mobil, jangan dilap ya, bikin baret. Karena kalau kita zoom pakai microscope dia tuh tajam-tajam gitu,” ungkap Ridwan Hanif pada akun Threads miliknya, @ridwanhr.
- Instagram @ridwanhr
Untuk itu, jurnalis sekaligus pengusaha otomotif ini mengungkapkan cara membersihkan mobil dari abu vulkanik dianjurkan tiup dengan menggunakan blower.
Ketika meniup dengan blower, pastikan Anda memakai masker atau kain saat keadaan darurat agar abu tidak terhirup.
Jika tidak ada blower, Anda dapat menyiram mobil dengan air bertekanan sedang dan pastikan tersiram dari atas sampai bawah hingga tiada yang tersisa.
Pasalnya, jika abu masih tersisa dalam komponen mesin mobil maka abu akan mengeras dan merusak komponen.
“Kalau bisa ditiup pakai blower, kalau nggak ada disiram air dengan tekanan sedang dari atas sampai ke bawah. Pastikan semua rontok jangan bersisa, karena kalau nyisa dia jadi keras kayak semen,” terang Ridwan.
“Masker wajib, tidak ada masker? Darurat bisa pakai kain macam sarung, baju, atau apapun di dobel. Jangan sampai kehirup ya,” sambungnya.
Sementara pada bagian mata, Ridwan Hanif menganjurkan untuk memakai kacamata renang, agar abu tidak masuk ke dalam mata ketika membersihkan mobil.
“Kalau di rumah ada kacamata renang, bisa dipakai buat menghindari abu masuk ke mata. Kalaupun nggak ada, kacamata biasa atau helm bisa dipakai meskipun nggak akan maksimal,” kata pengusaha otomotif itu.
“Kalau kelilipan jangan dikucek ya, baiknya siram pakai air mengalir,” lanjutnya.
Apabila terdapat abu vulkanik pada radiator dan kondensor AC, dirinya menyarankan untuk jangan disiram.
Sebab, abu yang terkena air dapat mengeras dan menutup radiator yang mengakibatkan kerusakan.
“Khusus radiator dan kondensor AC jangan disiram, bawa jalan aja nanti hilang sendiri kebawa angin,” ujarnya.
Selain itu, abu vulkanik yang bersifat asam dapat menyebabkan mobil cepat berkarat. Maka dari itu, segera bersihkan mobil.
Apabila setelah dibersihkan kemudian kembali terjadi adanya hujan abu, maka bisa ditutup dengan menggunakan penutup mobil (car cover).
“Jangan lupa untuk dibersihkan, karena abu vulkanik itu sifatnya asam, Ph nya rendah. Jadi bisa menyebabkan karat. Sebisa mungkin segera dibersihkan,” jelas Ridwan.
“Dan kalau sudah dibersihkan, takut kalau ada abu lagi karena misalkan erupsinya belum selesai, ditutup saja pakai cover mobil yang proper,” terusnya.
Berbeda kondisi saat Anda mengendarai mobil di jalan. Untuk membersihkan visibilitas, dalam keadaan darurat dapat menggunakan wiper yang dibasahi terlebih dahulu dengan air.
“Kalau kalian lagi di jalan, terus abu vulkaniknya sudah parah banget tapi kalian nggak punya air, nggak punya blower, nggak punya apapun itu. Ya sudah mau nggak mau pakai wiper saja di kasih air wiper. Yang penting visibilitas bisa bagus,” tuturnya.
“Karena kalau visibilitas jelek dan terjadi kecelakaan, itu lebih parah daripada harus mengganti kaca. Karena kaca bisa kita beli kalau ada spare partnya,” pungkasnya.
Dirinya menekankan keselamatan saat berkendara, lantaran kaca mobil bisa mengalami baret ketika dibersihkan menggunakan wiper.
(kmr)
Load more