BYD Bikin Pengisian Mobil Listrik Makin Cepat, 10–70 Persen Hanya 5 Menit
- ANTARA/Pamela Sakina
Jakarta, tvOnenews.com - BYD memperkenalkan teknologi pengisian daya ultra cepat Flash Charging di Indonesia yang mampu mengisi baterai kendaraan listrik dari 10 persen menjadi 70 persen dalam lima menit. Teknologi ini dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua untuk memangkas waktu pengisian daya kendaraan listrik.
BYD mengklaim teknologi tersebut dapat mengisi baterai dari 10 persen hingga 97 persen dalam sembilan menit pada kondisi lingkungan normal. Perusahaan memperkenalkan teknologi ini dalam acara peluncuran di Jakarta, Rabu.
Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Richard Li, mengatakan kecepatan pengisian daya tersebut membuat pengisian baterai kendaraan listrik dapat dilakukan dalam waktu singkat.
“Lima dan sembilan menit adalah waktu yang hampir sama dengan jika kita memesan secangkir kopi, atau mendengarkan sekitar dua lagu,” ujar Richard.
Vice President BYD, Liu Xueliang, mengatakan perusahaan mengembangkan teknologi tersebut untuk menjawab kendala yang masih dihadapi konsumen dalam menggunakan kendaraan listrik. Menurut dia, keterbatasan stasiun pengisian daya dan waktu pengisian yang relatif lama menjadi pertimbangan masyarakat sebelum beralih ke kendaraan listrik.
Liu mengatakan, BYD berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui pengembangan teknologi pengisian daya yang lebih cepat.
Flash Charging menggunakan perangkat pengisi daya dengan kapasitas hingga 1.500 kilowatt (kW) melalui satu konektor. BYD menyebut perangkat tersebut sebagai pengisi daya berkonektor tunggal dengan daya tertinggi di dunia untuk produksi massal.
Selain teknologi pengisian daya, BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua yang dirancang untuk mendukung pengisian cepat sekaligus meningkatkan kepadatan energi dan daya tahan baterai.
Perusahaan mengklaim kepadatan energi baterai terbaru tersebut meningkat lebih dari lima persen dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan ini memungkinkan kendaraan listrik yang menggunakannya menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan standar pengujian China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).
BYD juga menyebut Blade Battery generasi kedua memiliki ketahanan terhadap degradasi yang lebih baik, dengan tingkat degradasi diklaim berkurang hingga 2,5 persen dibandingkan generasi pertama.
Dari sisi infrastruktur, BYD mengembangkan sistem penyimpanan energi yang terintegrasi dengan perangkat pengisian daya. Sistem tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik berdaya tinggi sekaligus mengurangi tekanan terhadap jaringan listrik.
Perusahaan turut merancang konektor dengan mekanisme katrol berbentuk huruf T untuk memudahkan pengguna saat menghubungkan kabel pengisi daya ke kendaraan.
Pengembangan Flash Charging juga berlangsung di China. BYD mencatat telah membangun 12.165 stasiun pengisian daya dengan teknologi tersebut hingga 7 Oktober 2026.
Di Indonesia, BYD menargetkan pembangunan 100 fasilitas Flash Charging yang tersebar di berbagai wilayah hingga akhir 2026. Perusahaan akan mengembangkan jaringan tersebut untuk memperluas akses pengisian daya cepat bagi pengguna kendaraan listrik.
Saat ini, kendaraan BYD yang mendukung teknologi tersebut adalah Danza D9 terbaru dan Danza Z9 GT. Kedua model itu diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran Flash Charging dan menggunakan Blade Battery generasi kedua.
Melalui pengembangan baterai dan infrastruktur pengisian daya, BYD berupaya memangkas waktu pengisian kendaraan listrik sekaligus memperluas penggunaan teknologi tersebut untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Load more