Harga Danza Z9GT Tembus Rp2,25 Miliar di Indonesia, padahal di China Rp721 Juta
- ANTARA/Pamela Sakina
Jakarta, tvOnenews.com - Mobil listrik premium Danza Z9GT resmi memasuki pasar Indonesia dengan harga Rp2,25 miliar. Angka tersebut terpaut jauh dari banderol di negara asalnya, China, yang menawarkan mobil ini mulai 269.800 yuan atau sekitar Rp721,7 juta.
Perbedaan harga itu membuat Danza Z9GT dijual lebih dari tiga kali lipat dibandingkan harga awalnya di China. Di pasar domestik Negeri Tirai Bambu, mobil listrik tersebut dibanderol mulai 269.800 yuan hingga 369.800 yuan, setara Rp721,7 juta sampai Rp989,2 juta.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menjelaskan bahwa perbedaan struktur perpajakan di setiap negara menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual kendaraan.
Meski dibanderol miliaran rupiah, Eagle optimistis Danza Z9GT mampu menarik perhatian konsumen Indonesia. Menurut dia, mobil listrik ini menawarkan sejumlah teknologi unggulan yang menjadi nilai tambah di segmen kendaraan premium.
"Setiap negara tentu memiliki kebijakan perpajakan masing-masing. Namun, kami yakin teknologi dan nilai yang ditawarkan mobil ini dapat memberikan pengalaman berbeda bagi konsumen," ujar Eagle di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Ia menyoroti sejumlah teknologi yang dibenamkan pada Danza Z9GT, mulai dari Blade Battery generasi kedua, sistem pengisian daya cepat atau flash charging, platform e³, hingga teknologi suspensi DiSus-A.
Selain teknologi, Danza juga menawarkan beragam pilihan warna serta kombinasi eksterior dan interior. Pilihan tersebut memungkinkan konsumen menyesuaikan tampilan kendaraan sesuai preferensi masing-masing.
Mengapa Harga Danza Z9GT di Indonesia Jauh Lebih Mahal?
Perbedaan harga Danza Z9GT antara Indonesia dan China tidak hanya berkaitan dengan harga jual di negara asal. Struktur biaya untuk mendatangkan dan memasarkan kendaraan impor di Indonesia turut memengaruhi harga akhirnya.
Sejumlah komponen biaya yang perlu diperhitungkan meliputi bea masuk, pajak pertambahan nilai (PPN) impor, serta pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), sesuai ketentuan yang berlaku. Importir juga perlu memperhitungkan ongkos pengiriman, asuransi, biaya pelabuhan, distribusi, dan proses homologasi kendaraan.
Besarnya beban setiap komponen tersebut bergantung pada klasifikasi kendaraan, skema impor, serta fasilitas perpajakan yang memenuhi persyaratan. Karena itu, perbandingan harga di di China dan Indonesia tidak dapat dilakukan hanya dengan mengonversi mata uang.
Load more