Jangan Sepelekan Ganti Oli Mesin Mobil, Telat Sedikit Bisa Bikin Mesin Rusak dan Kantong Jebol
- Pixabay - Skica911
Jakarta, tvOnenews.com - Ganti oli mobil sering dianggap sebagai perawatan rutin yang bisa ditunda ketika kendaraan masih terasa normal saat dikendarai.Â
Padahal, kebiasaan mengabaikan penggantian oli mesin dapat memicu masalah serius yang berujung pada penurunan performa hingga kerusakan komponen mahal.
Oli mesin memiliki fungsi yang jauh lebih penting daripada sekadar membuat komponen bergerak lebih licin. Cairan tersebut membantu mengurangi gesekan sekaligus menyerap panas dan membawa kotoran hasil proses pembakaran agar tidak terus menumpuk di dalam mesin.
Dilansir dari Slash Gear, masalah mulai muncul ketika oli sudah terlalu lama digunakan dan terkontaminasi. Salah satu risiko yang dapat terjadi adalah terbentuknya engine sludge, yakni endapan kental seperti gel yang berasal dari campuran kotoran, partikel logam, dan sisa bahan bakar yang tidak terbakar sempurna.
Jika dibiarkan, endapan tersebut dapat mengganggu sirkulasi oli di dalam mesin. Kondisi ini membuat pelumasan tidak maksimal sehingga gesekan antarkomponen meningkat dan mempercepat keausan mesin.
Dampaknya tidak berhenti pada suara mesin yang menjadi lebih kasar. Mesin yang mengalami masalah akibat oli kotor juga berpotensi kehilangan performa, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, serta menghasilkan emisi yang lebih tinggi.
Risiko tersebut juga berlaku pada kendaraan bermesin diesel. Bahkan, mengabaikan jadwal perawatan oli pada kendaraan yang digunakan untuk aktivitas berat dapat membuat beban kerja komponen mesin semakin tinggi.
Karena itu, pemilik mobil sebaiknya tidak menunggu munculnya gejala kerusakan untuk mengganti oli. Jadwal penggantian ideal harus mengikuti rekomendasi pabrikan yang tercantum dalam buku manual kendaraan karena setiap mesin memiliki kebutuhan berbeda.
Pada sejumlah kendaraan, interval penggantian oli dapat berada di kisaran 5.000 hingga 7.500 mil atau sekitar 8.000 sampai 12.000 kilometer, meski beberapa mobil modern dapat memiliki interval lebih panjang.Â
Faktor seperti jenis oli, kondisi mesin, pola berkendara, dan penggunaan kendaraan juga dapat memengaruhi interval tersebut.
Perawatan rutin juga perlu dilakukan pada cairan kendaraan lainnya. Cairan pendingin, misalnya, umumnya memiliki interval penggantian yang berbeda dengan oli mesin, sementara oli transmisi otomatis, CVT, dan minyak rem juga memiliki jadwal servis tersendiri.
Â
Load more