Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia, BYD Siap Hadirkan 100 Fasilitas Flash Charging dalam Dua Bulan
- ANTARA/Pamela Sakina
tvOnenews.com - BYD mempercepat pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia melalui pembangunan 100 fasilitas Flash Charging hingga akhir 2026.
Target tersebut dikejar dalam waktu sekitar dua bulan, dengan lokasi yang direncanakan mencakup dealer, titik pengisian publik, hingga area istirahat jalan tol.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyebut perluasan jaringan pengisian daya sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.
- ANTARA/Pamela Sakina
"Flash Charging BYD ini menunjukkan komitmen kami terhadap pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. Kami ingin memiliki ekosistem yang lengkap, selain pabrik kami di Subang, distribusi, juga infrastruktur untuk mendukung," katanya.
Fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan BYD dan merek premium Danza. Pemilik mobil listrik dari produsen lain juga dapat memanfaatkannya.
"Karena ini merupakan infrastruktur berskala besar dan mencakup seluruh wilayah Indonesia, tentu BYD Flash Charging terbuka untuk semua merek kendaraan listrik," ujar Eagle.
Meski demikian, kecepatan pengisian tetap menyesuaikan kemampuan teknis kendaraan. Tidak semua mobil listrik otomatis dapat mengisi baterai dengan kecepatan maksimal teknologi tersebut.
Flash Charging diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen menjadi 70 persen dalam lima menit. Pengisian hingga 97 persen membutuhkan sembilan menit dalam kondisi normal.
- ANTARA/Pamela Sakina
Kemampuan tersebut memerlukan kombinasi perangkat pengisi daya dan Blade Battery generasi kedua yang kompatibel. Mobil listrik merek lain tetap bisa menggunakan fasilitas ini sesuai batas kemampuan masing-masing.
Untuk memperluas akses, BYD juga menyiapkan fasilitas di area istirahat jalan tol. Perusahaan berharap layanan tersebut tersedia sebelum musim libur Natal dan Tahun Baru.
"Saya rasa sebelum mudik (Natal dan tahun baru 2026) akan tersedia di rest area," imbuhnya.
Pembangunan jaringan Flash Charging diharapkan mempermudah pengguna mengisi daya sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
(ant/akg)
Load more