Intip Spesifikasi Tesla Roadster, Mobil Listrik Terbang Elon Musk dengan Teknologi Pendorong Gas SpaceX: Punya 1.500 HP!
- x Tesla
tvOnenews.com - Mobil sport listrik biasanya mengandalkan tenaga motor, aerodinamika, dan ban untuk menghasilkan kecepatan tinggi.
Namun, Tesla Roadster generasi terbaru menawarkan konsep yang jauh berbeda. Mobil besutan Elon Musk ini diperkenalkan melalui demonstrasi yang memperlihatkan kendaraan melaju terbalik, melompat melewati deretan mobil, hingga melakukan manuver di udara.
Atraksi tersebut berlangsung di dekat fasilitas SpaceX di McGregor, Texas, Amerika Serikat. Dalam video yang beredar di media sosial, Roadster terlihat melompati sejumlah kendaraan Tesla, termasuk Cybercab, Cybertruck, Tesla Semi, Model Y, dan Model 3.
Kendaraan ini juga diperlihatkan bergerak di lintasan melengkung hingga berada dalam posisi terbalik sebelum kembali mendarat.
Di balik aksi tersebut, Tesla menggabungkan teknologi kendaraan listrik dengan sistem pendorong gas bertekanan yang terinspirasi dari teknologi antariksa SpaceX. CEO SpaceX Elon Musk menyambut demonstrasi itu dengan pernyataan, “Yah, itu berhasil. Mobil terbang itu nyata,” dikutip dari Teslarati.com.
Meski demikian, kemampuan tersebut perlu dibedakan dari mobil terbang yang dapat digunakan secara bebas di jalan raya maupun di udara.
Spesifikasi Tesla Roadster: Diklaim Punya 1.500 HP dan Jarak Tempuh 480 Km
Mengutip Car and Driver, Sabtu (17/10/2026), Tesla Roadster generasi baru diklaim memiliki bobot sekitar 1.678 kilogram. Meski tergolong berat untuk sebuah mobil sport, kendaraan ini disebut mampu menghasilkan tenaga hingga 1.500 tenaga kuda dengan konfigurasi dua motor listrik dan penggerak roda belakang.
Angka tersebut masih berupa spesifikasi yang dilaporkan sumber dan perlu dibedakan dari hasil pengujian independen. Tesla juga mengembangkan sistem kemudi elektronik atau steer-by-wire, yang mengandalkan kendali elektronik untuk menerjemahkan input pengemudi menjadi gerakan roda.
- x Tesla
Pada sektor baterai, Roadster disebut menggunakan sel 4680 yang dikembangkan khusus untuk model tersebut. Jarak tempuh yang diklaim mencapai sekitar 480 kilometer, meski angka aktual dapat berbeda bergantung pada kondisi berkendara, konfigurasi kendaraan, dan penggunaan sistem pendorong.
Performa akselerasinya juga menjadi salah satu daya tarik utama. Dalam materi demonstrasi, Roadster diklaim mampu mencapai kecepatan 0–60 mil per jam atau sekitar 96 kilometer per jam dalam waktu kurang lebih satu detik.
Namun, spesifikasi tersebut belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan kemampuan mobil dalam penggunaan sehari-hari. Konsumsi energi, daya tahan sistem pendorong, dan jarak tempuh ketika fitur manuver udara digunakan masih menjadi aspek yang perlu diperjelas.
Dari sisi desain, Roadster mengusung pintu bergaya kupu-kupu, lampu depan tersembunyi, serta lampu belakang yang membentang sepanjang bodi. Tesla juga menonjolkan penggunaan material magnesium, titanium, dan serat karbon untuk mendukung pengurangan bobot.
Eksteriornya disebut menggunakan warna Ano White yang terinspirasi lapisan pesawat antariksa. Di bagian kabin, Tesla menawarkan interior Ultrawhite dengan bahan microsuede abu-abu, layar sentuh utama, dua layar lebih kecil di bagian depan, serta kaca berwarna emas yang menyerupai pelindung mata pada pakaian antariksa.
Bagaimana Tesla Roadster Bisa Terbang? Ini Peran Pendorong Gas dan Kipas Pengisap
Kemampuan Roadster melakukan lompatan dan manuver di udara bertumpu pada dua teknologi utama, yakni pendorong gas dingin dan kipas pengisap. Keduanya memiliki fungsi berbeda, sehingga aksi mobil melayang tidak semata-mata bergantung pada tenaga motor listrik.
Sistem kipas multi-mode dan penyegelan bagian bawah kendaraan dirancang untuk menarik udara dari bawah bodi. Mekanisme tersebut menghasilkan daya isap yang membantu mobil tetap menempel pada lintasan, termasuk ketika berada dalam posisi terbalik.
Sementara itu, pendorong gas dingin atau cold gas thrusters digunakan untuk menghasilkan gaya yang membantu kendaraan melakukan manuver.
Prinsipnya mirip balon yang melesat ketika udara di dalamnya dilepaskan. Bedanya, Roadster menggunakan gas bertekanan tinggi dengan sistem kendali yang dirancang untuk mengatur arah semburan.
Mengutip materi spesifikasi yang beredar, sistem tersebut memanfaatkan tangki berlapis serat karbon dan sejumlah nozzle di sekeliling kendaraan. Semburan gas dapat diarahkan untuk membantu akselerasi, menghasilkan gerakan ke atas, atau memicu rotasi saat mobil berada di udara.
CEO Tesla Elon Musk menjelaskan konsep tersebut dalam acara demonstrasi. "Secara harfiah, mobil ini akan mengembang sendiri, dan Anda dapat melakukan manuver ini kapan pun Anda mau," ujarnya.
Pendorong gas bertekanan itu tidak sama dengan mesin roket konvensional yang membakar bahan bakar untuk menghasilkan dorongan. Sistem gas dingin memanfaatkan pelepasan gas bertekanan, sementara pengaturan arah dan besarnya dorongan membutuhkan perangkat kendali khusus.
Tesla juga melengkapi kendaraan dengan sayap aktif dan Mode Trek yang menurunkan posisi mobil untuk mendukung performa di lintasan. Sistem aktuator listrik membantu mengatur sejumlah komponen, sedangkan kemudi elektronik dirancang memberikan kendali presisi.
Meski demonstrasi memperlihatkan Roadster melakukan gerakan menyerupai terbang, informasi mengenai durasi melayang, ketinggian maksimum, dan batas penggunaan sistem tersebut belum dijelaskan secara lengkap dalam materi yang tersedia.
- x Tesla
Harga Tesla Roadster Belum Diumumkan, Varian Rocket Tak Bebas Digunakan di Jalan Raya
Tesla belum mengumumkan harga final Roadster generasi terbaru yang diperlihatkan dalam demonstrasi tersebut. Namun, perusahaan telah membuka kembali pemesanan dengan deposit yang dilaporkan sebesar US$50.000 untuk Roadster yang diperbarui.
Ketersediaan kendaraan dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni Performance, Thrust, dan Rocket. Performance ditawarkan melalui sistem reservasi, sedangkan Thrust diposisikan sebagai edisi terbatas dengan perangkat pendorong untuk meningkatkan kemampuan akselerasi.
Varian Rocket menjadi model paling ekstrem karena dirancang dengan sistem pendorong yang mendukung manuver udara. Model ini hanya tersedia melalui undangan dan tidak ditawarkan di semua wilayah.
Informasi mengenai spesifikasi Rocket juga perlu dicermati karena tidak seluruh fitur yang diperlihatkan dalam demonstrasi otomatis tersedia pada semua varian Roadster.
Tesla menegaskan bahwa kendaraan dengan konfigurasi tersebut tidak disetujui untuk digunakan di jalan umum. Artinya, kemampuan melompat atau melakukan manuver udara dalam demonstrasi tidak dapat diartikan sebagai izin bagi pemilik untuk menggunakan fitur tersebut di jalan raya.
Persoalan regulasi menjadi penting karena kendaraan yang beroperasi di ruang publik harus memenuhi persyaratan keselamatan dan ketentuan yang berlaku. Sistem pendorong gas bertekanan juga menghadirkan tantangan tersendiri terkait pengoperasian, keselamatan penumpang, dan lingkungan sekitar.
Dengan demikian, Tesla Roadster terbaru bukan sekadar mobil sport listrik berperforma tinggi. Kendaraan ini menjadi contoh upaya menggabungkan teknologi otomotif dengan sistem kendali yang terinspirasi dari industri antariksa.
Namun, harga final, spesifikasi produksi, kemampuan operasional dalam kondisi nyata, dan ketentuan penggunaan fitur udara masih membutuhkan kejelasan lebih lanjut.
Sebelum seluruh aspek tersebut terjawab, Roadster lebih tepat dipandang sebagai demonstrasi teknologi futuristik daripada mobil terbang yang siap digunakan secara bebas oleh masyarakat. (udn)
Load more