News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mencicip Kampelan, Burger Lokal dari Ajibarang Banyumas 

Ada makanan tradisional unik, dan hanya bisa dijumpai di sekitar Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Namanya kampelan.
Minggu, 26 Desember 2021 - 11:52 WIB
Kampelan, burger ala Banyumas tersaji dalam piring.
Sumber :
  • tim tvOne - Sonik Jatmiko

Banyumas, Jawa Tengah - Ada makanan tradisional unik, dan hanya bisa dijumpai di sekitar Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Namanya kampelan. Makanan yang sudah ada sejak dahulu ini, mirip burger dengan kandungan lokal. Seperti apa?

Kampelan masuk dalam kategori makanan goreng-gorengan. Tetapi dari komposisi bahannya, bisa masuk kudapan, juga bisa makanan berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kampelan adalah gabungan ketupat dan dage, atau lazim juga menggunakan tempe. Dage adalah makanan terbuat dari bungkil kelapa yang olahannya mirip tempe, yakni difermentasi.

Dengan komposisi ini, kampelan memiliki bagian sumber karbohidrat, yakni ketupat dan protein yakni dage atau tempe. Biasanya, di tengah keduanya, diberi sambal cabai rawit merah yang pedas. Baru dibalut dengan tepung untuk digoreng.

"Tidak seperti tempe mendoan, kampelan digoreng kering sampai bercita rasa kriyuk," ujar Haryati, pedagang kampelan di Ajibarang. 

Dari bahan dan cara penyajian kampelan, mengingatkan pada makanan burger yang konon asli Jerman, tapi sangat favorit di Amerika. Keduanya memiliki bagian karbohidrat dan protein, sama-sama ditangkup dan diberi saus untuk cita rasanya. Hanya saja kampelan dimasak dengan cara digoreng.

"Iya, ini mirip burger. Tangkupannya dan sekali hap.. bisa dapat karbohidrat dan lauk protein. Rasanya bisa diterima banget sama lidah orang Indonesia, karena memang goreng-gorengan," ujar Deni, warga Jakarta yang mencoba mencicipi kampelan.

Kampelan, banyak dijual di warung-warung kecil di sekitaran Kecamatan Ajibarang. Bahkan, kecamatan tetangga seperti Pekuncen, Gumelar, Wangon, dan Cilongok, juga bisa dijumpai. 

Bisa dikatakan, kampelan dijumpai di eks wilayah kawedanan sisi barat Kabupaten Banyumas. Tetapi, anehnya di sekitaran Kota Purwokerto sebagai ibukota Kabupaten Banyumas, kampelan sudah jarang dan sulit dijumpai. Pun di kecamatan lain di Kabupaten Banyumas .

"Iya memang ini lebih mudah dijumpai di daerah barat (Banyumas). Meski kekinian, di Kota Purwokerto dan kecamatan lain juga mulai ada yang menjajakan, karena saat ini mobilitas warga dan interaksi yang cepat melalui media sosial. Sehingga orang saling meniru dan mencoba hal baru yang bisa diterima mereka," ujar budayawan Banyumas yang tinggal di Ajibarang, Wanto Tirta, kepada tvonenews.com, Minggu (26/12/2021).

Nama kampelan, menurut Wanto, sebenarnya pilihan kata yang tidak bermakna dasar makanan atau diambil dari cara mengolah makanannya. Mendoan misalnya, ini mengambil arti dari cara menggorengnya yang cepat. Kampelan merupakan bahasa Banyumasan yang arti harfiahnya adalah saling berpelukan antara dua orang.

"Ciri khas orang Banyumas itu 'ndablong' atau 'nakal', segala hal tak dianggap berat dan cenderung melucu. Sehinga ketika ada makanan ketupat dan tempe atau dage ditangkupkan, dikonotasikan sebagai berpelukan atau kampelan. Akhirnya menjadi nama makanan kampelan," beber Wanto.

Kampelan, lanjut Wanto, paling tepat dinikmati sebagai sarapan. Di kampelan sudah ada nasi berbentuk ketupat, lauk dage atau tempe, dan sambal. Ditemani secangkir teh pahit kental, cukup untuk persiapan beraktivitas hingga siang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu apa harapan dari budayawan terhadap kampelan? Menurut Wanto, karena ini merupakan hasil budaya, bisa dikenalkan, supaya bisa diterima masyarakat lebih luas. Lalu bisa menjadi ikon melalui pameran atau festival.

"Jika diperlukan, ini juga merupakan warisan leluhur yang bisa dipatenkan sebagai warisan budaya tak benda, seperti yang sudah disematkan pada mendoan," ujar Wanto.(Sonik Jatmiko)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-detik Kecelakaan Maut di Situbondo, Menewaskan Dua Pelajar

Detik-detik Kecelakaan Maut di Situbondo, Menewaskan Dua Pelajar

Baru-baru ini media sosial ramai dengan kabar detik-detik kecelakaan maut yang menewaskan dua pelajar di Situbondo. Dari narasi yang beredar, insiden tragis
Komnas Perempuan Kawal Kasus Pelecehan Seksual Sopir Taksi Online Terhadap Penumpang Perempuan

Komnas Perempuan Kawal Kasus Pelecehan Seksual Sopir Taksi Online Terhadap Penumpang Perempuan

Komnas Perempuan bakal mengawal kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum sopir taksi online berinisial WAH (39) terhadap penumpangnya berinisial SKD (20).
Jusuf Kalla Laporkan Rismon ke Bareskrim, Kuasa Hukum Jelaskan Duduk Perkaranya

Jusuf Kalla Laporkan Rismon ke Bareskrim, Kuasa Hukum Jelaskan Duduk Perkaranya

Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) melaporkan ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar ke Bareskrim Polri pada Senin (6/4/2026).
Dony Tri Pamungkas Bicara Blak-blakan Buntut Kekalahan Persija Atas Bhayangkara FC: Jangan Berlarut-larut, Harus Bangkit

Dony Tri Pamungkas Bicara Blak-blakan Buntut Kekalahan Persija Atas Bhayangkara FC: Jangan Berlarut-larut, Harus Bangkit

Pertandingan yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Minggu (5/4/2026) sore, berjalan penuh drama hingga menit akhir. Persija harus menerima kenyataan pahit setelah kalah dengan skor 2-3 dari tuan rumah.
Komite SMK IDN Bogor Sebut Persyaratan PBG Sudah Dipenuhi Sekolah, Berharap Ijazah Siswa Segera Diterbitkan

Komite SMK IDN Bogor Sebut Persyaratan PBG Sudah Dipenuhi Sekolah, Berharap Ijazah Siswa Segera Diterbitkan

Komite sekolah SMK IDN Bogor bersama orang tua siswa, mengadu ke Komisi V DPRD Jabar terkait pencabutan izin sekolah oleh Pemprov Jabar. Ini yang disampaikan...
Top 3: KDM Pecahkan Problem Puluhan Tahun di Jabar hingga Mudahkan Bayar Pajak Kendaraan, Gebrakan Baru John Herdman

Top 3: KDM Pecahkan Problem Puluhan Tahun di Jabar hingga Mudahkan Bayar Pajak Kendaraan, Gebrakan Baru John Herdman

Top 3 artikel: Dedi Mulyadi pecahkan problem puluhan tahun di Jawa Barat hingga mudahkan bayar pajak kendaraan, gebrakan baru John Herdman, Ada apa?

Trending

Warga Jawa Barat Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan 3 Program Besar yang Bisa Bikin Untung UMKM dan MBR

Warga Jawa Barat Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan 3 Program Besar yang Bisa Bikin Untung UMKM dan MBR

Dedi Mulyadi umumkan 3 program besar di Jawa Barat, dari gentengisasi, renovasi puluhan ribu rumah hingga apartemen subsidi yang menguntungkan UMKM dan MBR.
Jadwal Final Four Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Solo, Ada Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Solo, Ada Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal final four Proliga 2026 pekan ini, di mana ada sejumlah big match termasuk Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska dan LavAni vs Jakarta Bhayangkara Presisi di seri Solo.
Top Skor Final Four Proliga 2026 Putri: Irina Voronkova Terlalu Hebat, Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya Pemain Lokal di 10 Besar

Top Skor Final Four Proliga 2026 Putri: Irina Voronkova Terlalu Hebat, Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya Pemain Lokal di 10 Besar

Top skor final four Proliga 2026, di mana para pemain Jakarta Pertamina Enduro mendominasi termasuk Irina Voronkova menjadi pemain tersubur dan Megawati Hangestri menyusul.
Upaya Keras Para Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Agar KDM Cabut SK Gubernur, Datangi KPAI, Kemendagri hingga Ombudsman

Upaya Keras Para Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Agar KDM Cabut SK Gubernur, Datangi KPAI, Kemendagri hingga Ombudsman

Berbagai upaya ditempuh para orang tua siswa dan komite sekolah dalam memperjuangkan nasib pendidikan ratusan siswa SMK IDN Bogor. Apa saja ini rangkumannya..
Sepulangnya Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Emil Audero Luapkan Isi Hatinya kepada Cremonese

Sepulangnya Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Emil Audero Luapkan Isi Hatinya kepada Cremonese

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, berusaha untuk meluapkan isi hatinya kepada Cremonese. Dia kembali ke Liga Italia setelah tampil di FIFA Series 2026.
Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Dibantai Gresik Phonska di Final Four Proliga 2026 Seri Surabaya

Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Dibantai Gresik Phonska di Final Four Proliga 2026 Seri Surabaya

Jakarta Electric PLN mengungkapkan alasan dibalik kekalahan telak atas Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia di final four Proliga 2026 Seri Surabaya.
Emil Audero Ketiban Sial Tanpa Ampun Sepulangnya dari Timnas Indonesia, Nasibnya Kini di Ujung Tanduk

Emil Audero Ketiban Sial Tanpa Ampun Sepulangnya dari Timnas Indonesia, Nasibnya Kini di Ujung Tanduk

enjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, tampak mengalami kesialan luar biasa setelah FIFA Series 2026. Nasibnya beserta para pemain Cremonese secara keseluruhan kini ada di ujung tanduk.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT