News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Serunya Wisata Keliling Desa dengan Sepeda Onthel di Kulon Progo

Bosan dengan wisata yang terlalu mainstream, mungkin berwisata bersama keluarga di Kulon Progo ini biasa jadi referensi liburan, yaitu wisata desa Towil Fiets
Senin, 10 Januari 2022 - 17:51 WIB
Wisatawan bersepeda onthel menyusuri desa, di Kulon Progo, DIY
Sumber :
  • Tim tvOne - Ari Wibowo

Kulon Progo, Jawa Tengah - Bosan dengan wisata yang terlalu mainstream, mungkin berwisata bersama keluarga di kabupaten Kulon Progo ini biasa menjadi referensi liburan anda, yaitu dengan mengunjugi wisata desa Towil Fiets tepatnya di desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tak hanya menikmati pemandangan alam pedesaan, wisatawan juga diajak berinteraksi dan mencoba berbagai aktivitas masyarakat sekitar mulai dari membuat tempe, ketupat , tenun hingga menanam padi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wisata ini pertama kali di cetuskan oleh Muntowil (45) warga desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Berawal dari hobi sepeda lawas , kemudian memperkenalkan wisata keliling desa dengan menggunakan sepeda.

"Awalnya saya hobi mengoleksi sepeda onthel, namun melihat potensi di desa saya kemudian mencetuskan wisata keliling desa menggunakan sepeda, tak hanya berkeliling desa saja namun wisatawan di ajak berinteraksi langsung dengan warga, selain itu mencoba berbagai aktivitas mulai dari membuat tempe, ketupat, tenun hingga menanam padi," ujar Muntowil, Minggu (9/10/2022).

Tak hanya wisatawan dalam negeri saja namun wisatawan mancanegara seperti Belanda, Australia Hingga Eropa sudah pernah kelokasi ini dan menikmati suguhan wisata ini.

" Untuk wisatawan tak hanya lokal saja namun wisatawan Mancanegara seperti Belanda, Australia hingga Eropa sudah pernah berkunjung ke wisata ini," lanjut Muntowil. 

Wisata yang digeluti Muntowil ini dirintis sejak tahun 2007 silam, tidak hanya sekadar berwisata namun ada nilai edukasi yang diberikan kepada wisatawan, mulai cara mencintai alam hingga tradisi masyarakat pedesaan yang sampai saat ini masih terjaga. 

Dilokasi ini ratusan sepeda onthel berbagai merk menjadi salah satu daya tarik wisata ini. Tak hanya sepeda sebagai koleksi, sepeda-sepeda inilah yang digunakan wisatawan untuk menikmati suasana pedesaan yang masih asri dengan berbagai aktivitasnya

Salah satu wisatawan asal Jakarta Kaesang (15) mengatakan baru pertama kali berkunjung ke wisata seperti ini, selain bisa menikmati perjalanan menggunakan sepeda, dilokasi ini juga diperlihatkan cara menanam padi, membuat ketupat dan menenun. 

" Saya baru pertama kelokasi ini sudah sangat menikmati apalagi bersamaan petani menanam padi gitu, saya bersama keluarga ikut terjun melihat cara menanam padi, selain itu diajarin masukin beras ke ketupat, sebelumnya memang belum pernah. Seru banyak pengalaman yang bisa dapatkan,"  ujar Kaesang. 

Sementara Fauzi Karim (37) wisatawan asal Jakarta mengatakan meski hanya mengikuti aktivitas warga mulai dari mengendarai sepeda onthel, menanam padi, menenun, membuat tempe dan membuat ketupat, wisatawan merasa puas, apalagi di tengah pandemi yang biasanya aktivitas mereka berkutat pada gadget dan game online. 

"Untuk mengenalkan pada anak-anak ya, terutama di era pandemi seperti sekarang ini lebih intens dengan dunia digital, dengan handphone, game-game online, dengan kegiatan ini untuk mengenalkan anak kegiatan di desa bersepeda onthel, menanam padi, membuat tempe, membuat ketupat itu ga kalah menarik dan mereka juga menikmati," ujar Fauzi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wisata desa ini bisa menjadi salah satu alternatif pilihan bagi warga perkotaan yang sudah jenuh dengan berbagai aktivitas dan ingin mendapatkan sensasi bersepeda, dalam menikmati liburan bersama keluarga. 

Berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Yogyakarta, wisata desa Towil Fiets tidak terlalu sulit ditemukan. Hanya dengan 300 ribu wisatawan sudah bisa menikmati wisata desa ini. (Ari Wibowo/Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

‎Persija dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji menilai gaya membalap menjadi bagian yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi kualifikasi dan balapan Moto2 Mandalika.
Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Artis indonesia, Kirana Larasati menjadi sorotan di tengah kasus dugaan penipuan emas. Hal tersebut menuai perhatian publik, berikut klarifikasinya.
Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Kementerian Transmigrasi bersama BP Batam dan instansi terkait mempercepat penataan permukiman di Tanjung Banon, Pulau Rempang. Pada tahap ini, pemerintah fokus membangun 350 unit rumah permanen bagi warga terdampak.
Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Ryan Giigs menilai gestur berpelukan tersebut sangat berbeda dengan budaya persaingan yang dirasakannya ketika masih aktif bermain.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT