News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Segubal, Makanan Khas Lampung yang Diburu saat Bulan Ramadhan dan Idul Fitri

Biasanya masyarakat Lampung menyajikan segubal ketika Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, dengan didampingi makanan lain seperti rendang atau opor ayam
Selasa, 12 April 2022 - 09:04 WIB
Segubal, makanan khas masyarakat Lampung dengan berbahan dasar beras ketan, santan, dan garam
Sumber :
  • Pujiansyah

Bandar Lampung, Lampung - Dari sudut Jalan Purnawirawan Raya, Gang Purnawirawan VC, Kelurahan Langkapura, Kota Bandar Lampung, nampak seorang wanita paruh baya sedang sibuk menyusun kayu bakar untuk memasak. Ya, saat tvOneNews.com menghampiri wanita paruh baya bernama Sumiati itu, dia sedang memasak santun yang merupakan salah satu bahan untuk memasak segubal.

Segubal atau biasa orang juga menyebutnya sekubal, merupakan makanan khas masyarakat Lampung. Makanan berbahan dasar beras ketan, santan, dan garam ini, selalu menjadi ciri khas bagi masyarakat Lampung saat bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Biasanya masyarakat Lampung menyajikan segubal ketika Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, dengan didampingi makanan lain seperti rendang, opor ayam, Ā kuah santan, dan Ā makanan lainnya sesuai selera. Selintas, kuliner segubal mirip dengan lontong nasi yang dibungkus daun pisang.

Untuk memasak segubal diperlukan waktu hingga berjam-jam, mulai dari pemasakan santan, hingga perebusan segubal, sampai siap disajikan dan dikonsumsi.

Cara membuatnya pertama santan kelapa diaron atau dimasak sampai matang. Kemudian setelah itu dimasukan ketan setelah masak kemudian dicetak, setelah itu dibungkus dengan daun pisang, lalu dikukus. Setelah dikukus, segubal bisa disantap.

Menurut Sumiati, kesulitan dalam pembuatan kue khas Lampung ini adalah, mendapatkan kualitas bahan baku yang sesuai untuk mendapatkan tekstur yang pas tidak terlalu keras maupun lembek. Selain itu proses membungkus segubal juga harus dilakukan secara hati-hati, supaya ketika di kukus bungkusan segubal tidak pecah dan robek.

"Kami membuat segubal ini tidak setiap hari, tergantung dengan pesanan. Seminggu hanya beberapa kali saja membuat segubal. Dibutuhkan waktu berjam-jam dalam proses pembuatan segubal," tutur Sumiati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pembuatan segubal, Sumiati dibantu oleh anaknya Agus Tami. Saat memasuki bulan Ramadhan, perajin segubal di Bandar Lampung mulai kebanjiran pesanan. Pembuatan sekubal ini sudah ditekuninya selama bertahun-tahun.

"Pada hari biasa produksi segubal hanya 10 kg ketan atau 60 lonjor segubal. Sementara ketika bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri tiba, maka produksinya bisa 4 kuintal ketan atau 2400 lonjor. Ketika Ramadhan dan lebaran, pesanan segubal mengalami peningkatan peningkatan pesanan," jelas Agus Tami.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas
Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan kasus tanggapan laporan palsu pada aplikasi JAKI bukan pertama kali terjadi.
Apa Itu Green Business? Ini 3 Cara Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Bisnis Hijau di Era ESG

Apa Itu Green Business? Ini 3 Cara Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Bisnis Hijau di Era ESG

Secara sederhana, bisnis hijau adalah model usaha yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan, penggunaan sumber daya secara efisien, serta penerapan
KPK Koordinasi Dengan Tim Internal Terkait Adanya Dugaan Intimidasi Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi

KPK Koordinasi Dengan Tim Internal Terkait Adanya Dugaan Intimidasi Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkoordinasi dengan tim internal terkait adanya dugaan intimidasi terhadap saksi kasus suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Bersama Dai, arah pembangunan perbatasan ke depan ditujukan untuk mengubah citra wilayah perbatasan dari daerah tertinggal menjadi beranda depan negara yang maju, damai, dan sejahtera.
Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta geledah beberapa ruangan di kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Senin (9/4).

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT