News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ada di Condet, Gang Goa Monyet Jejak Kampung Terakhir Jakarta yang Menjaga Suasana Jadul di Tengah Urbanisasi

Di tengah urbanisasi, DKI Jakarta masih punya pedesaan era 90-an. Letaknya di Gang Goa Monyet yang dijuluki "Kampung Terakhir Jakarta", di sudut kawasan Condet.
Minggu, 1 Februari 2026 - 06:32 WIB
Potret suasana Gang Goa Monyet, kampung terakhir Jakarta di kawasan Condet, Jakarta Timur
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Stefano Sanjaya

Jakarta, tvOnenews.com - Jakarta dikenal sebagai Ibu Kota maupun Kota Metropolitan. Banyak gedung pencakar langit terus berkembang hingga kepadatan penduduk yang tinggi.

Di tengah hiruk-pikuk dan pesatnya urbanisasi di Jakarta, ternyata masih ada jejak kampung dengan suasana pedesaan era 90-an. Kawasannya menyimpan sejarah panjang bagi masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lokasi kampung serasa pedesaan zaman dahulu terletak di Condet, Jakarta Timur. Apalagi kalau bukan Gang Goa Monyet yang sering dijuluki "Kampung Terakhir Jakarta".

Mengenal Gang Goa Monyet 'Kampung Terakhir Jakarta' di Condet

Suasana Gang Goa Monyet, kawasan tersembunyi di Condet yang dijuluki Kampung Terakhir Jakarta
Suasana Gang Goa Monyet, kawasan tersembunyi di Condet yang dijuluki Kampung Terakhir Jakarta
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube RB Channel

Gang Goa Monyet merupakan salah satu kawasan menawarkan suasana pedesaan berada di sudut Condet. Adapun lokasi Condet terletak di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sementara letak Goa Monyet berada di Kelurahan Balekambang, persis di tepi Kali Ciliwung. Jika ingin mengunjungi kampung ini bisa melewati Jalan Raya Condet.

Merujuk dari rekomendasi kanal YouTube konten kreator, Stefano Sanjaya, di pertengahan Jalan Raya Condet, akan bertemu pertigaan memasuki Jalan Kayu Manis. Patokannya terdapat plang arah masuk Pondok Pesantren Tapak Sunan.

Di jalan inilah, akan menemukan suasana yang semakin mengarah pada pedesaan. Kemudian, lurus terus sampai memasuki kawasan RW 03.

Patokan untuk menuju Gang Goa Monyet terletak di Barber Shop Asgar. Di sebelah kiri jalan di kawasan RW 03 tersebut, ada gang kecil menembus kawasan pedesaan seperti era 90-an.

Suasana pedesaan mulai tampak. Pohon-pohon tinggi yang rindang mengiringi jalan menuju Goa Monyet yang semakin berkelok-kelok dan menanjak layaknya menyusuri hutan.

Di Gang Goa Monyet, hanya sedikit rumah masih aktif dihuni. Setidaknya sekitar lima anggota keluarga yang bertahan di tengah diapit gedung-gedung pencakar langit.

Salah satu warga setempat, Septi menjelaskan alasan kawasan tersebut dinamai Goa Monyet. Dulunya menjadi habitat berbagai jenis monyet liat meramaikan suasana di kampung itu.

"(dulu) ada banyak monyetnya," kata Septi dikutip, Minggu (1/2/2026).

Penamaan Gang Goa Monyet lebih menggunakan nama warisan lokal. Apalagi dulunya memang ada sebuah Goa Monyet, walaupun saat ini masih sulit menemukan lokasinya akibat peningkatan urbanisasi, gedung pencakar langit, hingga erosi Ciliwung.

Saat menyusuri kawasan tersebut, ternyata masih ada pelestarian kebun salak. Hal ini berkaitan dengan catatan sejarah Condet di zaman dulu.

Ribuan kebun salak Condet memenuhi sepanjang pinggiran Kali Ciliwung. Alhasil, buah salak dari kebun ini menjadi ciri khas asli dari Condet yang paling populer.

Selain kebun salak, terdapat kebun duku dan kecapi. Agar tetap lestari, Pemda sejak era Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Wibowo, memegang kendali urusan pengelolaan sehingga dijadikan Cagar Buah Condet.

Sementara, luas area kebun buah Condet yang menjadi Cagar Buah Condet, kini hanya bertahan sekitar 3,3 hingga 3,7 hektare.

Di balik luas 3 hektare, sering kali muncul pertanyaan, "Kenapa area kebun buah tidak selebar dulu?". Alih-alih bertahan, kebun buah Condet perlahan mulai punah sejak akhir abad ke-20. 

Selain menjadi pemukiman padat, faktor luapan air dan erosi Ciliwung semakin menggerus sehingga hanya tinggal nama dan bertahan beberapa saja.

Warga setempat lainnya, Gimin Santoso menjelaskan, faktor banjir dari luapan Ciliwung menghantui pemukiman warga di Goa Monyet.

"Sering banjir. Paling parah banjir 5 tahunan (masuk ke atas sampai pemukiman warga)," terangnya.

Di era Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, padahal kawasan Condet berstatus sebagai cagar budaya Betawi. Apalagi untuk urusan kebun buah Condet yang menjadi identitasnya.

Tetapi, cagar budaya Betawi di Condet hanya bertahan sampai tahun 2004. Lantaran pemerintah mengalihkan ke Setu Babakan.

Jika mengacu pada data lahan yang digunakan, sekitar 71,31 persen di kawasan Condet telah berbentuk pemukiman. Sisanya sekitar 9,13 persen masih menjadi area lahan pertanian.

Kenapa Dijuluki Kampung Terakhir Jakarta?

Isu penjulukan Kampung Terakhir Jakarta berangkat dari berbagai nilai berita yang merebak ke ruang publik. Hal ini memantik para peneliti tertarik mengunjungi kawasan tersebut.

Hanya saja isu "kampung terakhir" melekat pada Condet. Bagi warga dan pengamat lokal, istilah ini mengacu pada kondisi Condet yang dulunya terpilih salah satu sedikitnya permukiman mempertahankan karakter tradisional Betawi di tengah pesatnya urbanisasi Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun begitu, status Kampung Terakhir Jakarta hingga saat ini tidak pernah ada dokumen penetapan resminya. Di balik julukan itu, ada upaya mempertahankan nilai historis, budaya, dan warisan Betawi yang kian tergerus urbanisasi menjadikan Jakarta sebagai Kota Metropolitan terpadat di dunia.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pekan Ini L atau Kim Myungsoo Gelar Fancon di Jakarta, Sapa Fans: Enggak Sabar

Pekan Ini L atau Kim Myungsoo Gelar Fancon di Jakarta, Sapa Fans: Enggak Sabar

Setelah menunggu, akhirnya 2026 KIM MYUNGSOO (L) FAN-CON ASIA TOUR <UNCHANGED> in JAKARTA akan digelar pekan ini
Selain Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809 Miliar

Selain Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809 Miliar

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, resmi dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 
Harga CPO Naik, Mendag Belum Mau Naikkan HET MinyaKita: Konsumen Jadi Pertimbangan Utama

Harga CPO Naik, Mendag Belum Mau Naikkan HET MinyaKita: Konsumen Jadi Pertimbangan Utama

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pemerintah sampai saat ini masih mempertahankan HET Minyakita sesuai hasil rapat koordinasi lintas kementerian.
Babak Belur Dihajar Timnas Voli Indonesia di Final AVC Men's Cup 2026, Media Korea Ekspos Kelemahan Shin Ho-jin Cs

Babak Belur Dihajar Timnas Voli Indonesia di Final AVC Men's Cup 2026, Media Korea Ekspos Kelemahan Shin Ho-jin Cs

Tim Nasional Voli Korea Selatan harus menelan pil pahit di partai final AVC Men's Cup 2026 saat menghadapi Timnas Voli Indonesia.
Breaking News: Hakim Putuskan Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

Breaking News: Hakim Putuskan Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, menjalani sidang putusan (vonis) dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di PN Tipikor
Luhut Ungkap Sistem Digitalisasi Bansos Bisa Hemat APBN hingga Rp1.500 Triliun

Luhut Ungkap Sistem Digitalisasi Bansos Bisa Hemat APBN hingga Rp1.500 Triliun

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan software dari sistem ini dirancang oleh masyarakat Indonesia.

Trending

Kapten Belanda Kecewa, Anak Patrick Kluivert Disorot setelah Gagal Penalti: Belanda Angkat Koper dari Piala Dunia 20262026

Kapten Belanda Kecewa, Anak Patrick Kluivert Disorot setelah Gagal Penalti: Belanda Angkat Koper dari Piala Dunia 20262026

Langkah Belanda dipastikan terhenti: tiga eksekutor penalti mereka, termasuk anak kandung mantan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert yakni Justin Kluivert
Ruang Ganti Timnas Jerman Suram Usai Dikalahkan Paraguay dan Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Semuanya Kecewa

Ruang Ganti Timnas Jerman Suram Usai Dikalahkan Paraguay dan Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Semuanya Kecewa

Jerman menelan pil pahit di Piala Dunia 2026. Die Mannschaft tersingkir secara dramatis setelah kalah 3-4 dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar.
Viral di Threads Polisi Disebut Nonton Bola saat Terima Laporan Kekerasan, Ini Klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat

Viral di Threads Polisi Disebut Nonton Bola saat Terima Laporan Kekerasan, Ini Klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat

Ini klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat soal video yang viral di unggahan akun Threads @junist.hairdressing.
Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan keuangan shio 1 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka hoki! Siapa shio yang buka bulan baru dengan cuan paling kencang dan siapa yang perlu strategi dulu?
6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

6 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Cuan Sepanjang 1-7 Juli 2026, Ada Peluang Tambah Penghasilan

Memasuki pekan pertama Juli 2026, sejumlah zodiak diperkirakan akan merasakan pergerakan positif dalam sektor keuangan pada periode 1 - 7 Juli 2026. Siapa saja?
Jurnalis Belanda Sebut Tim Geypens Bakal Pamit Jelang Timnas Indonesia Tampil di Piala AFF 2026: Kesepakatan Tak Tercapai

Jurnalis Belanda Sebut Tim Geypens Bakal Pamit Jelang Timnas Indonesia Tampil di Piala AFF 2026: Kesepakatan Tak Tercapai

Bursa transfer musim panas di Eropa hadirkan kabar mengejutkan bagi Timnas Indonesia. Bek Garuda, Tim Geypens, dikabarkan berpisah dengan klubnya, FC Emmen.
Waspada Flu Singapura, Sumatra Selatan Temukan 523 Kasus Suspek Umum Menyasar Anak-anak

Waspada Flu Singapura, Sumatra Selatan Temukan 523 Kasus Suspek Umum Menyasar Anak-anak

Belum lama ini Dinkes Sumatra Selatan mengumumkan adanya kasus suspek flu singapura. Berikut gejala yang perlu diwaspadai
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT