GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Masuk Akal tapi Nyata, Pulau dengan Luas hanya Setengah Lapangan Sepak Bola di Afrika Disesaki 500 Jiwa

Pulau Migingo, pulau karang kecil di tengah Danau Victoria, Afrika sangat unik. Luasnya tidak sampai setengah lapangan sepak bola dihuni lebih dari 500 jiwa.
Selasa, 3 Februari 2026 - 12:19 WIB
Pulau Migingo di Danau Victoria, Afrika, memiliki luas tidak sampai setengah lapangan sepak bola
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube OverView

Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah pulau di wilayah Afrika memiliki keunikan sendiri. Letak pulau karang kecil di tengah Danau Victoria ini masuk kategori memiliki penduduk terpadat di dunia.

Di balik kepadatan penduduknya, luas pulau ini tidak sampai setengah lapangan sepak bola. Pulau tersebut terletak di perbatasan antara Kenya dan Uganda. Ya, itu adalah Pulau Migingo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir tvOnenews.com dari Aljazeera, Selasa (3/2/2026), Pulau Migingo memiliki luas hanya sekitar 2.000 meter persegi. Tentu ukuran luasnya tidak mencapai setengah lapangan sepak bola.

Jika mengacu dari luas lapangan sepak bola standar internasional (FIFA), luas lapangannya harus diperkirakan berukuran 7.140 meter persegi.

Di tengah-tengah batu karang yang menonjol, ternyata lebih dari 500 jiwa yang mengandalkan hidupnya di Pulau Migingo. Bahkan tidak ada ruang gerak di pulau yang luasnya tidak sampai lapangan sepak bola itu.

Di dalam pulau ini, banyak gubuk dari seng hingga rumah bordil berdiri di pulau ini. Menariknya, ada banyak bangunan kasino terbuka menemani kebiasaan sehari-hari penduduk khususnya di malam hari.

Meski begitu, Pulau Migingo juga memiliki pelabuhan darurat. Kegunaannya tentu untuk membantu aktivitas para warga yang mendominasi mencari ikan.

Tempat yang penuh sesak ini menunjukkan penduduk Migingo tidak memiliki ruang jalan, taman, bahkan tempat bermain. Kehidupan mereka selalu dibalut dengan kesempitan.

Jika bisa diadu, kepadatan penduduk Pulau Migingo bisa mengalahkan tempat yang dihuni jutaan jiwa. Contohnya mampu melampaui jumlah penduduk yang menduduki kota-kota besar seperti Manila atau Dhaka.

Pulau Migingo Jejak 'Perang Kecil' di Afrika

Pulau Migingo memiliki luas tidak sampai setengah lapangan sepak bola di dalam kawasan Danau Victoria, Afrika
Pulau Migingo memiliki luas tidak sampai setengah lapangan sepak bola di dalam kawasan Danau Victoria, Afrika
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube OverView

Di balik penduduknya yang padat, Pulau Migingo ternyata memicu debat panas antara Kenya dan Uganda. Pulau dengan batu karang kecil ini menjadi sengketa lahan kedua negara tersebut.

Sebab, mayoritas penduduk di Migingo, berasal dari Kenya dan Uganda. Tak ayal, masing-masing pemerintahan di negaranya saling berseteru merebut kepemilikan pulau tersebut.

Peneliti senior dari Institute for Security Studies di Pretoria, Migingo, Emmanuel Kisiangani berpendapat, Pulau Migingo dulunya hanya sebuah tonjalan batu karang. Batu ini muncul di tengah Danau Victoria.

Batu yang menonjol tersebut telah terlihat sebelum permukaan air danau mulai surut. Adapun penyusutan air Danau Victoria sejak 1990-an.

Dahulu Migingo hanya menjadi tempat para nelayan untuk mempertahankan hidupnya. Banyak yang singgah dan mencari ikan di sana.

Selain karena penyusutan air, hasil penangkapan ikan di area danau juga menurun drastis akibat banyak aksi menangkap ikan secara berlebihan.

Banyak oknum yang sengaja menyebar tanaman eceng gondok. Hal ini membuat jalur transportasi dan akses menuju pelabuhan terhambat.

Walau ada penyusutan jumlah ikan di Danau Victoria, tampaknya jumlah ikan nil (Nile perch) masih berlimpah di perairan dalam area Migingo.

Menariknya, nilai ikan nil masih tinggi. Sontak, hal ini menjadi pemicu banyak orang berbondong-bondong mendatangi Migingo.

Kedatangan mereka menjadikan Pulau Migingo sebagai pusat penangkapan ikan. Sebab, ada banyak keuntungan didapatkan mereka.

Kondisi Migingo sempat masih kosong penduduk pada 2004. Uganda yang melihat potensi pulau ini pun mengirim polisi dan marinir dengan berbekal senjata ke Pulau Migingo.

Kedatangan polisi dan marinir tersebut menjadi dalih Uganda ingin melindungi warganya, terutama para nelayan yang merupakan penduduk asli mereka. Mereka tidak menginginkan warganya dibayang-bayangi perompak hingga dipalak berupa pajak.

Nelayan Kenya pun mengeluhkan gebrakan dari Uganda. Mereka kerap kali mendapat gangguan dan dituduh menangkap ikan secara ilegal oleh aparat Uganda.

Pasalnya, Uganda menyatakan kawasan Migingo berada di wilayah perairan mereka. Hal ini mengundang aksi balasan dari Pemerintah Kenya dengan mengirim pasukan marinir ke Migingo.

Hingga pada akhirnya, ketegangan terus meningkat. Uganda dan Kenya bahkan hampir menunjukkan konflik senjata dengan skala besar hanya perkara saling merebut status kepemilikan Migingo.

Di tengah ketegangan tersebut, justru jumlah penduduk di Migingo semakin bertambah. Kedua negara ini membuat kesepakatan berupa komite bersama.

Tujuan adanya kesepakatan ini bisa menentukan batas-batas wilayah masing-masing pada 2016. Mereka sampai saling adu memakai peta jadul sekitar era 1920-an.

Alih-alih berhasil, kesepakatan tersebut tampaknya berakhir buntu karena komite dari pembentukan Kenya dan Uganda tidak menunjukkan hasil yang jelas.

Seiring berjalannya waktu, kedua negara tersebut mengelola pulau berukuran 2.000 meter persegi ini. Meski demikian, ketegangan hingga konflik sesekali muncul.

Menurut sejumlah nelayan, Pulau Migingo menjadi saksi bagian "perang kecil" di kawasan Afrika. Karena kedua negara ini, tidak pernah menyelesaikan urusan sengketa lahan batu karang yang menonjol tersebut.

Seorang nelayan asal Uganda, Eddison Ouma memberikan pendapatnya terkait sengketa lahan tersebut. Ia menganggap setiap orang tidak disekat lantaran tak ada aturan resminya.

"Mereka belum memutuskan siapa pemilik pulau ini. Ini tanah tanpa bertuan," ucap Eddison.

Walau demikian, pendapatan ekonomi penduduk kian meningkat, terutama dari hasil penangkapan ikan nil. Nilai penjualan ikan ini selalu naik di tengah peningkatan permintaan dari Uni Eropa.

Adapun di Asia, ikan tersebut dinilai makanan paling mewah. Tentu nilai penjualan sangat tinggi sehingga ikan itu semakin diburu oleh lebih dari 500 jiwa di pulau tersebut.

Nelayan asal Kenya, Kennedy Ochieng berpendapat, peningkatan harga ikan nil mencapai 50 persen. Hal itu terjadi sejak lebih dari lima tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harga ikan nil yang berukuran besar dan berkualitas per kilogram bisa menyentuh angka sebesar 300 dolar AS atau dikonversi setara Rp4,9 juta. Penjualan tersebut kian sukses di lingkungan pasar ekspor internasional.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Red Sparks Lagi-lagi Ketiban Sial, Elisa Zanette Pulih dari Cedera Tapi Red Sparks Malah Kehilangan...

Red Sparks Lagi-lagi Ketiban Sial, Elisa Zanette Pulih dari Cedera Tapi Red Sparks Malah Kehilangan...

Tim yang pernah diperkuat Megawati Hangestri, Daejeon Red Sparks, lagi-lagi mengalami nasib sial pada gelaran Liga Voli Korea 2025/2026.
Polsek Serpong-PJR Bitung Tangkap Pria Hendak Edarkan 40 Kilogram Ganja, Dua Orang Masih Diburu

Polsek Serpong-PJR Bitung Tangkap Pria Hendak Edarkan 40 Kilogram Ganja, Dua Orang Masih Diburu

Unit Reskrim Polsek Serpong bersama Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dan PJR Induk Bitung Korlantas Polri menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat 40 kilogram di Tol Bitung-Serpong, Jumat (13/2/2026).
Mourinho Dituding Membenarkan Serangan Rasis kepada Vinicius usai Keluarkan Komentar Kontroversial

Mourinho Dituding Membenarkan Serangan Rasis kepada Vinicius usai Keluarkan Komentar Kontroversial

Jose Mourinho banjir kritik usai komentarnya tentang Vinicius Junior dalam laga Real Madrid vs Benfica. Rooney, Seedorf hingga Carragher menilai sikapnya tak sensitif.
Ketua BEM UGM Diteror Usai Kritik Kasus Anak Akhiri Hidup di NTT, Istana Singgung Soal Adab Ketimuran

Ketua BEM UGM Diteror Usai Kritik Kasus Anak Akhiri Hidup di NTT, Istana Singgung Soal Adab Ketimuran

Istana memberi respons terkait teror yang didapatkan oleh Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto setelah dirinya mengkritik pemerintah soal kasus anak bunuh diri di NTT.
Kejar Target NZE 2060, SUN Energy Integrasikan PLTS, EV, dan Energy Storage di Kawasan Industri Strategis

Kejar Target NZE 2060, SUN Energy Integrasikan PLTS, EV, dan Energy Storage di Kawasan Industri Strategis

SUN membangun PLTS dengan total kapasitas 1,8 MW untuk tenant dari berbagai sektor, mulai dari industri material bangunan, komponen otomotif, farmasi, laboratorium inspeksi, hingga kemasan.
Anggaran Belum Cair, Menag Akui Madrasah dan Pesantren Masih Terdampak Bencana Sumatera

Anggaran Belum Cair, Menag Akui Madrasah dan Pesantren Masih Terdampak Bencana Sumatera

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengakui ratusan madrasah dan pondok pesantren di Sumatra masih belum pulih sepenuhnya pascabencana.

Trending

Lahir dan Tumbuh Besar di Jakarta, Bek Jerman Didikan Xabi Alonso Ini Bisa Main untuk Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi

Lahir dan Tumbuh Besar di Jakarta, Bek Jerman Didikan Xabi Alonso Ini Bisa Main untuk Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi

Tidak perlu lagi pakai naturalisasi, pemain kelahiran Jakarta yang kedua orang tuanya asli Jerman ini bisa langsung dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia.
Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Bogor: Megawati Hangestri Tak Main, Bandung BJB Tandamata Jalani Laga Hidup Mati Demi Final Four

Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Bogor: Megawati Hangestri Tak Main, Bandung BJB Tandamata Jalani Laga Hidup Mati Demi Final Four

Jadwal siaran langsung Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk Bandung BJB Tandamata yang akan menjalani laga hidup mati, sedangkan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Klasemen Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Cs Tak Tersentuh, Persaingan Tim Putri Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Cs Tak Tersentuh, Persaingan Tim Putri Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 jelang Seri Bogor, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan berhasil membawa Jakarta Pertamina Enduro tak tersentuh di puncak dan persaingan tim putri makin ketat.
Kabar Gembira untuk John Herdman, Gelandang Norwegia Berdarah Batak ini Berpeluang Bela Timnas Indonesia

Kabar Gembira untuk John Herdman, Gelandang Norwegia Berdarah Batak ini Berpeluang Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali mendapat potensi tambahan amunisi dari Eropa. Sosok gelandang Norwegia berdarah Batak, Samuel Silalahi, layak masuk radar John Herdman.
Pelatih Klub Belanda Sampai Terkagum-kagum, Striker Berdarah Depok Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Pelatih Klub Belanda Sampai Terkagum-kagum, Striker Berdarah Depok Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia

Striker muda berdarah Depok ini layak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia. Bahkan pelatih asal Belanda sampai terkagum-kagum dengan kemampuan pemain ini.
Bek Berdarah Maluku Rp26 Miliar Bersinar di Liga Spanyol, Jadi Kandidat Suksesor Kevin Diks di Timnas Indonesia

Bek Berdarah Maluku Rp26 Miliar Bersinar di Liga Spanyol, Jadi Kandidat Suksesor Kevin Diks di Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta diaspora yang berkarier di Eropa. Nama Daijiro Chirino muncul sebagai opsi jangka panjang di posisi bek kanan.
Pengganti Thom Haye di Timnas Indonesia Akhirnya Ditemukan dan Sudah di Tanah Air, Eks Kapten Timnas Belanda Ini Dipanggil John Herdman?

Pengganti Thom Haye di Timnas Indonesia Akhirnya Ditemukan dan Sudah di Tanah Air, Eks Kapten Timnas Belanda Ini Dipanggil John Herdman?

Thom Haye absen di FIFA Series 2026, John Herdman bisa bidik pemain ini. Eks kapten Timnas Belanda U-20 itu dinilai cocok perkuat lini tengah Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT