GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Check-in Hotel saat Hari Raya Nyepi di Bali Sebenarnya Boleh atau Tidak? Simak Aturannya di Sini!

Melalui regulasi dari Pemerintah Provinsi Bali, masyarakat hingga wisatawan tidak diperbolehkan proses check-in maupun check-out hotel saat Hari Raya Nyepi.
Kamis, 19 Maret 2026 - 05:44 WIB
Ilustrasi check-in hotel
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, tvOnenews.com - Hari Raya Nyepi merupakan salah satu momentum sakral di Bali. Tradisi di Bali ini dikenal sebagai waktu "hari hening total".

Mengacu dari ketetapan pemerintah, Hari Raya Nyepi 2026 atau Tahun Baru Saka 1948 jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada momen ini, seluruh aktivitas luar ruangan diharapkan berhenti total. Hal ini mengarahkan banyak wisatawan memilih check-in atau menginap di hotel saat peringatan Hari Raya Nyepi.

Banyak wisatawan bertanya-tanya apakah bisa proses check-in hotel di tengah Hari Raya Nyepi? Mereka ingin liburan dengan nyaman saat menghormati dan tidak melanggar aturan tradisi warga lokal.

Mengenal Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi merupakan hari suci umat Hindu. Hari raya ini sebagai tanda pergantian Tahun Baru Saka.

Bagi umat Hindu, Hari Raya Nyepi sebagai momentum penyadaran diri. Selain itu, Nyepi juga menjadi perekat persaudaraan demi memajukan bangsa.

Diketahui, Tahun Baru Saka mempunyai nilai histori bernuansa religius. Di momen itu, umat Hindu merasakan penuh kedamaian hingga persatuan dan toleransi.

Saat Nyepi, umat Hindu juga memanfaatkan momentum ini untuk membersihkan energi negatif manusia. Mereka ingin terhindar dari berbagai perilaku buruk hingga hawa nafsu yang bersifat duniawi.

Umat Hindu di Bali mempunyai tradisi saat peringatan Nyepi. Mereka setidaknya menerapkan empat pantangan utama ketika melaksanakan Nyepi.

Adapun nama empat pantangan tersebut adalah Catur Brata Penyepian. Berikut rinciannya:

  • Amati Geni: Wajib tidak menyalakan api atau cahaya yang sifatnya berlebihan
  • Amati Karya: Wajib tidak bekerja hingga melakukan segala aktivitas apa pun
  • Amati Lelungan: Tidak boleh bepergian yang mengharuskan keluar rumah
  • Amati Lelanguan: Dilarang mencari atau menikmati momentum sebagai hiburan atau mendapatkan kesenangan diri.

Ketika ibadah Nyepi, konsep empat pantangan ini harus diterapkan. Pengamalan empat poin tersebut sebagai upaya menciptakan suasana yang hening dan aktivitas di seluruh Bali benar-benar berhenti.

Bahkan, bandara, pelabuhan, terminal, jalan raya, tempat wisata apa pun yang berada di Bali harus ditutup selama 24 jam atau sehari penuh.

Tujuan penutupan ini sebagai bentuk menghormati seluruh elemen masyarakat di Bali.

Bolehkah Check-in atau Check-out Hotel saat Peringatan Hari Raya Nyepi?

Ilustrasi check-in atau check-out hotel
Ilustrasi check-in atau check-out hotel
Sumber :
  • Freepik

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menetapkan regulasi atau aturan selama berlangsungnya Nyepi. Ketentuan ini wajib dipatuhi masyarakat hingga wisatawan di Bali.

Isi dalam aturan dari Pemprov Bali berkaitan dengan imbauan hingga panduan terkait rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi.

Berikut aturan yang harus dipatuhi masyarakat hingga wisatawan di Bali saat peringatan Nyepi:

1. Dilarang Bepergian

Masyarakat mendapat imbauan agar menetap di dalam rumah atau tempat penginapan selama Nyepi. Sebab, seluruh aktivitas berada di luar ruangan benar-benar dihentikan selama 24 jam.

Dalam hal ini, jalan raya terlihat sangat kosong yang biasanya dipenuhi suara mensin kendaraan pribadi maupun transportasi. Pasalnya Pemprov Bali tidak mengizinkan kendaraan beroperasi di luar.

2. Masyarakat hingga Wisatawan Wajib Jaga Suasana Hening

Hari Nyepi dikenal sebagai waktu terbaik refleksi hingga meditasi diri. Masyarakat hingga wisatawan mendapat imbauan agar tidak membuah keributan, kegaduhan, hingga keramaian.

Sebagai contoh, suara musik, televisi hingga aktivitas lain yang sering terdengar berdampak adanya kebisingan. Karena peringatan Nyepi, tentu harus diminimalkan atau tidak melakukan sama sekali.

3. Pembatasan Penggunaan Lampu

Saat Nyepi, lampu luar ruangan benar-benar tidak boleh dinyalakan, terutama pada malam hari. Sementara dalam aturan yang berlaku, lampu di dalam diperbolehkan dengan catatan mengatur intensitas agar cahaya redup atau tidak tampak dari luar.

Kebanyakan hotel menutup tirai kamar tamu serapat mungkin. Tujuannya demi menjaga kondisi ketenangan saat suasana ruangan gelap.

4. Bandara Tidak Beroperasi Selama 24 Jam

Pemprov Bali akan menutup rapat-rapat operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat perayaan Nyepi. Penerbangan pesawat domestik hingga internasional benar-benar terhenti, kecuali dalam keadaan terdesak atau darurat.

5. Pembatasan Layanan ATM dan Perbankan

Perbankan akan menghentikan berbagai layanan termasuk mesin ATM tersebar di Bali. Biasanya itu berlangsung sehari sebelum memasuki peringatan Nyepi.

Maka dari itu, wisatawan diimbau segera mempersiapkan uang tunai sebelum peringatan Nyepi. Tujuan ini tentu sebagai antisipasi memenuhi kebutuhan selama 24 jam.

6. Pembatasan Aktivitas Kuliner

Bali dikenal sebagai gudang kuliner, mulai dari restoran, warung makan hingga pusat perbelanjaan atau oleh-oleh. Saat Nyepi, berbagai elemen ini tidak boleh beroperasi.

Namun bagi wisatawan yang menetap atau menginap di hotel, pihak pengelola biasanya tetap menyediakan layanan makanan hingga minuman secara terbatas.

7. Dilarang Check-in dan Check-out Hotel

Di momen Nyepi, banyak hotel tersebar di Bali memiliki kebijakan secara khusus. Pihak pengelola menghentikan transaksi berbasis layanan selama peringatan Nyepi.

Dalam hal ini, wisatawan tidak bisa masuk dan keluar dari penginapan. Tujuan membentuk kebijakan khusus ini untuk tanda penghormatan empat pantangan yang biasa disebut Catur Brata Penyepian.

8. Penghentian Aktivitas Bekerja

Berbagai kegiatan yang menyangkut pada pekerjaan sehari-hari benar-benar dihentikan secara sementara, baik di bidang ekonomi, perdagangan, hingga pekerja kantoran.

9. Pembatasan Akses Internet dan Siaran

Pemprov Bali menetapkan aturan mengenai penghentian layanan internat seluler, televisi hingga radio Bali. Kebijakan ini telah terjadi selama peringatan Nyepi dalam beberapa tahun terakhir.

Tujuan adanya kebijakan ini tentu demi menciptakan atau menjaga suasana tetap hening. Setidaknya masyarakat hingga warga lokal mengurangi aktivitas melalui sistem digital.

10. Patroli Adat

Pemprov Bali menugaskan petugas keamanan adat. Biasanya penyebutan populer untuk petugas ini yakni Pecalang. Mereka akan berpatroli di berbagai wilayah desa adat untuk memastikan suasana benar-benar hening.

Melalui beberapa poin tersebut, masyarakat hingga wisatawan dilarang melakukan proses masuk dan keluar menginap dari hotel.

Dengan adanya kebijakan ini, wisatawan disarankan telah memesan penginapan selama dua hari sebelum memasuki Nyepi.

Sanksi Melanggar Aturan saat Hari Raya Nyepi

Masyarakat adat tentu mempunyai tugas menjaga ketat dalam urusan pelaksanaan aturan Nyepi. Jika melanggar, setidaknya ada beberapa sanksi yang harus dilaksanakan, di antaranya:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

  1. Pelanggar aturan akan diamankan pecalang hingga dibawa ke pos keamanan adat sampai peringatan Nyepi berakhir.
  2. Pelanggar diminta melakukan kegiatan atau kerja sosial biasa disebut ngayah. Mereka wajib membersihkan area pura hingga lingkungan desa.
  3. Pelanggar mendapat denda berupa uang. Denda yang dikenakan sangat bervariasi. Namun pada umumnya mencapai sekitar Rp100 ribu.
  4. Pelanggar mendapat sanksi moral berupa teguran sosial dari masyarakat akibat melanggar tradisi Nyepi di Bali.
  5. Setiap desa adat mempunyai aturan masing-masing. Biasanya pelanggar akan mendapat sanksi adat berupa melaksanakan upacara adat.
  6. Pelanggar menciptakan konflik besar hingga mengganggu ketertiban secara serius akan berurusan dengan hukum yang berlaku dan diserahkan kepada aparat Kepolisian.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sumardji Pastikan Persiapan Timnas Indonesia Matang Jelang FIFA Series 2026, Konfirmasi Kedatangan Elkan Baggott

Sumardji Pastikan Persiapan Timnas Indonesia Matang Jelang FIFA Series 2026, Konfirmasi Kedatangan Elkan Baggott

Sumardji mengungkapkan bahwa para pemain Timnas Indonesia dijadwalkan mulai berkumpul usai merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Imigrasi Soetta Tembus Panggung Dunia, Dua Tahun Masuk 10 Besar Layanan Imigrasi Bandara Terbaik Versi Skytrax 2026

Imigrasi Soetta Tembus Panggung Dunia, Dua Tahun Masuk 10 Besar Layanan Imigrasi Bandara Terbaik Versi Skytrax 2026

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta kembali menorehkan prestasi di tingkat global dengan masuk dalam Top 10 World’s Best Airport Immigration Service pada ajang World Airport Skytrax Awards 2026.
Bos Grup Djarum Sekaligus Pemilik Como dan Atlet Bridge Tertua di Indonesia Meninggal Dunia

Bos Grup Djarum Sekaligus Pemilik Como dan Atlet Bridge Tertua di Indonesia Meninggal Dunia

Kabar meninggalnya Michael Bambang Hartono, pemilik klub Italia, Como sekaligus atlet bridge tertua di Indonesia ini dikonfirmasi oleh Corporate Communication Senior Manager Group Djarum, Budi Darmawan. 
Megawati Hangestri Disejajarkan dengan Ratu Voli Korea? Bukan Lagi Megatron, Media Korea Kini Sebut Mega Sebagai...

Megawati Hangestri Disejajarkan dengan Ratu Voli Korea? Bukan Lagi Megatron, Media Korea Kini Sebut Mega Sebagai...

Bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri, akhir-akhir ini kembali mencuri perhatian penggemar voli di Korea Selatan.
Pemudik Wajib Tahu, Ini Nomor Baru Call Center Jasa Marga Jika Ada Kondisi Darurat di Jalan

Pemudik Wajib Tahu, Ini Nomor Baru Call Center Jasa Marga Jika Ada Kondisi Darurat di Jalan

PT Jasa Marga memiliki nomor call center baru yaitu 133 untuk melayani pemudik ataupun pengguna jalan yang mengalami kondisi darurat dan membutuhkan bantuan.
Profil Lengkap Ulta Levenia yang Viral Usai Bahas BoP Gaza

Profil Lengkap Ulta Levenia yang Viral Usai Bahas BoP Gaza

Nama Ulta Levenia Nababan tengah menjadi perhatian publik setelah penjelasannya terkait rencana perdamaian Gaza dari Board of Peace (BoP) memicu perdebatan luas

Trending

Resmi! AFC Akhirnya Umumkan Sanksi Cukup Berat untuk Persib usai Laga Panas kontra Ratchaburi FC di ACL 2, Maung Bandung Dapat Hukuman Apa Saja?

Resmi! AFC Akhirnya Umumkan Sanksi Cukup Berat untuk Persib usai Laga Panas kontra Ratchaburi FC di ACL 2, Maung Bandung Dapat Hukuman Apa Saja?

AFC resmi jatuhkan sanksi untuk Persib Bandung usai laga panas kontra Ratchaburi FC.
RESMI! Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

RESMI! Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026

Resmi, Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.
Malam Takbiran 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Berikut Jadwal Versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah

Malam Takbiran 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Berikut Jadwal Versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah

Lebaran sebentar lagi, jelang Hari Raya Idul Fitri terdengar lantunan takbir sebagai bentuk kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh
Jurus Ampuh Jawab Pertanyaan "Kapan Nikah?" dan "Kapan Punya Anak?" Saat Lebaran

Jurus Ampuh Jawab Pertanyaan "Kapan Nikah?" dan "Kapan Punya Anak?" Saat Lebaran

Momentum kumpul keluarga saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu seluruh umat muslim.
Media Bulgaria Sebut Tim Top Liga Inggris dan Jerman Manyun Gara-Gara Indonesia: Tidak Ada Jaminan 100 Persen

Media Bulgaria Sebut Tim Top Liga Inggris dan Jerman Manyun Gara-Gara Indonesia: Tidak Ada Jaminan 100 Persen

Media Bulgaria mengungkap bahwa sebuah tim top Liga Inggris dan satu dari kasta kedua Liga Jerman “cemberut” kepada Indonesia. Hal ini beriringan dengan keputusan pelatih Timnas Bulgaria, Aleksandar Dimitrov.
Teks Khutbah Idul Fitri 2026: Saling Memaafkan dan Menjaga Silaturahmi

Teks Khutbah Idul Fitri 2026: Saling Memaafkan dan Menjaga Silaturahmi

Berikut ini teks khutbah idul fitri 2026 yang mengajak kita semua untuk menjaga silaturahmi
Warga Palembang Rayakan Lebaran Lebih Cepat Usai Gunakan Rukyat Global

Warga Palembang Rayakan Lebaran Lebih Cepat Usai Gunakan Rukyat Global

Sejumlah warga Palembang Sumatera Selatan, telah menunaikan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah hari ini Kamis (19/3/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT