News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terletak di Bandung, Mata Air Campaka Surga Tersembunyi Sedingin Kulkas yang Menyimpan Gentong Purba

Di tengah kesejukan Kabupaten Bandung, Mata Air Campaka dikenal surga tersembunyi objek wisata yang menyimpan jejak gentong purba dan banyak mitos di dalamnya.
Jumat, 17 April 2026 - 19:07 WIB
Mata Air Campaka, objek wisata jernih dan dingin menjadi surga tersembunyi di Kabupaten Bandung
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Diskominfo Pemkab Bandung

Bandung, tvOnenews.com - Bandung dikenal sebagai wilayah menjadi surga wisata. Daerah ini menawarkan kombinasi udara sejuk dataran tinggi pegunungan dibalut dengan pemandangan alam memukau.

Pada 28 Maret 2026, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan bahwa, destinasi wisata di Kota Bandung berhasil memantik 700 ribu wisatawan. Jumlah ini terhitung hingga periode Lebaran 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jumlah pengunjung itu mencapai angka 700.000 orang. Ini betul-betul mengagetkan karena kami tidak menyangka akan setinggi ini," ujar Farhan dikutip, Jumat (17/4/2026).

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung, Wawan A. Ridwan menyampaikan bahwa, lonjakan kunjungan wisata di Kabupaten Bandung yang terhitung pada libur Lebaran 2026, berhasil menarik 146.564 wisatawan.

Dari total kunjungan tersebut, jumlah wisatawan yang meramaikan tempat wisata di Kabupaten/Kota diprediksi bisa menyentuh 1 juta orang. Tak ayal, geografis Bandung dikelilingi pegunungan yang terbentuk dari kaldera raksasa dari hasil letusan dahsyat Gunung Sunda Purba pada jutaan tahun lalu.

Namun di tengah sejuknya kawasan pegunungan Bandung, terdapat sebuah destinasi alam masih tersembunyi dan belum dijamah wisatawan, apalagi kalau bukan Mata Air Campaka. Selain dikenal keasrian alamnya yang masih terjaga, tempat ini menyimpan jejak gentong purba terbalik.

Mengenal Mata Air Campaka Surga Tersembunyi Wisata Alam di Kabupaten Bandung

Mata Air Campaka, objek wisata di Desa Drawati, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung
Mata Air Campaka, objek wisata di Desa Drawati, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Diskominfo Pemkab Bandung

Mata Air Campaka merupakan destinasi wisata bernuansa alam di Bandung Timur. Lokasi mata air ini terletak di Kampung Campaka, Desa Drawati, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung.

Lokasi wisata tirta ini tersembunyi di atas bukit. Akses jalan untuk tiba di Mata Air Campaka lumayan terjal. Namun begitu, rasa lelah bisa terobati saat menikmati panorama alamnya.

Berdasarkan dari hasil rekomendasi kanal YouTube Udar1der Channel, untuk menuju ke Mata Air Campaka, bisa melewati Jalan Raya Ciparay-Majalaya, Kabupaten Bandung. Nanti akan bertemu di pertigaan jalan ke arah Ibun, Cicalengka, dan Cipaku (RSUD Majalaya).

Jika sudah tiba di pertigaan itu, bisa melintasi arah RSUD Majalaya hingga bertemu jalan yang melebar dua arah menuju Desa Dano, Leles, Kabupaten Garut. Namun Anda bisa memilih jalur dan nanti bertemu pertigaan yang mengarah ke Desa Mekarpawitan.

Selepas itu, lurus terus agar bisa memasuki area Desa Drawati. Di Desa Drawati, akan disuguhkan dengan permukiman warga, pemandangan persawahan terasering.

Menariknya, suasana pemandangan pegunungan yang mengelilingi desa tersebut bikin memanjakan mata. Suara rintik-rintik air di sepanjang jalan yang semakin menanjak juga membuat suasana semakin candu.

Setelah tiba di lokasi, pengunjung tidak perlu khawatir karena pengelola menyediakan tempat parkir. Selain itu, terdapat warung makan untuk beristirahat.

Di balik itu, pengunjung maupun wisatawan harus merogoh gocek uang yang cukup murah. Harga tiket masuk Mata Air Campaka hanya dibanderol sebesar Rp5 ribu per orang dan ditambah Rp2 ribu untuk biaya parkir.

Petugas juga sering memberikan tawaran gratis untuk memasuki tempat tersebut. Biasanya hal itu terjadi apabila ada pengunjung yang tidak memiliki uang.

Kemudian, pengunjung juga dapat menikmati sejumlah fasilitas lainnya. Pengelola menyediakan toilet, musholah hingga ruang ganti baju.

Di mata air ini, terdapat dua kolam renang. Satu kolam renang di area bawah dengan kedalaman 1,5 meter, sedangkan kolam renang di area atas hanya memiliki kedalaman 70 centimeter dan cocok untuk anak-anak.

Keunggulan dari wisata tirta ini lantaran menyediakan kolam renang yang menggunakan air langsung dari pegunungan. Airnya selalu jernih dan mengalir hingga bermuara ke laut.

Kolam renangnya juga dikelilingi banyak pepohonan. Sensasi seperti ini membuat pengunjung semakin candu saat berenang dalam kolam.

Menariknya, di tengah-tengah kolam diisi dengan air jernih tersebut, terdapat sebuah gentong raksasa yang terbalik dan berwarna cokelat.

Hal ini membuat air mata Campaka dikenal sebagai tempat menyimpan berbagai mitos. Salah satunya dipercaya karena mata air di sana tidak pernah surut dan bertambah.

Adapun gentong purba di dasar kolam air mata Campaka dianggap keramat. Sebab, bentuknya serupa dengan gentong di pemakaman keramat Kampung Cijagra yang terletak di atasnya.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat sekitar, konon katanya Mata Air Campaka pernah disinggahi Sunan Kalijaga. Informasi mengenai ini beberapa kali dibenarkan oleh pengelola objek wisata, Dena Firmansyah.

Ia berpendapat alasan tempat tersebut pernah dinamai Sirah Sijaga. Hal ini berkaitan lantaran mata air tersebut disinggahi Sunan Kalijaga.

"Sebelum bernama Campaka, namanya itu Sirah Sijaga. Dulu mata air ini disinggahi oleh Sunan Kalijaga," ungkap Dena Firmansyah dilansir dari kanal YouTube Pemkab Bandung.

Seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut menjadi tempat pertumbuhan banyak pohon cempaka. Kehadiran pohon ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, salah satunya untuk dibangun masjid.

"Jadi Alhamdulillah, pohon cempakanya itu dibangun masjid di daerah Kampung Drawati, dari sana mata air ini bernama Campaka," katanya.

Kenapa Mata Air Campaka Jadi Objek Wisata?

Ia menjelaskan, sebenarnya kolam di mata air Campaka bukan untuk kolam renang rekreasi. Dahulu kolam ini menjadi wadah penampung air yang mengalir dari Gunung Kasur di Kecamatan Paseh.

Warga kembali mengalirkan air tersebut melalui saluran irigasi kecil. Tujuannya untuk kebutuhan menyuburkan area sawah dan perkebunan.

"Kalau sekarang patilasannya sudah ditumbuhi semak belukar. Dulunya berbentuk gundukan batu layaknya makam keramat," bebernya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seiring berjalannya waktu, kolam untuk menampung air dari hutan sering menjadi objek kebutuhan mandi bagi warga. Kebetulan airnya sangat jernih dan dingin sehingga dialihfungsikan menjadi kolam rekreasi.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Duo Legenda Timnas Indonesia Optimistis John Herdman Bisa Bawa Garuda Juara Piala AFF 2026

Duo Legenda Timnas Indonesia Optimistis John Herdman Bisa Bawa Garuda Juara Piala AFF 2026

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mendapat dukungan dari dua legenda sepak bola nasional, Cristian Gonzales dan Bambang Pamungkas, jelang Piala AFF 2026.
Polri Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Madiun

Polri Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Madiun

Sinergi pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali membuahkan hasil. BPH Migas bersama Ditjen Gakkum ESDM Kementerian ESDM, Baintelkam, Polri, dan Polresta Madiun mengungkap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi melalui rangkaian operasi di dua lokasi gudang di Madiun
King James Berlabuh di Philadelphia 76ers, Menolak Pensiun

King James Berlabuh di Philadelphia 76ers, Menolak Pensiun

LeBron James, pemain 41 tahun yang dijuluki King James, teken kontrak dua tahun dengan nilai US$8 juta (Rp143,1 miliar) dengan opsi pemain untuk tahun kedua di Philadelphia 76ers.
Jelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, Bendahara PBNU Gus Gudfan Disebut Dapat Dukungan dari Berbagai Tokoh

Jelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, Bendahara PBNU Gus Gudfan Disebut Dapat Dukungan dari Berbagai Tokoh

Dukungan terhadap Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H. Gudfan Arif Ghofur atau Gus Gudfan, untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU terus bermunculan menjelang Muktamar ke-35 NU. 
Ikuti Perkembangan Zaman, Layanan Sedekah Digital Mulai Dikembangkan untuk Bantu Bangun Indonesia

Ikuti Perkembangan Zaman, Layanan Sedekah Digital Mulai Dikembangkan untuk Bantu Bangun Indonesia

Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Rumah Yatim mengikuti perkembangan teknologi digital dengan mengubah kebiasaan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Justin Hubner Diming-imingi Klub Indonesia, Pundit Senior Ini Beri Nasihat 

Justin Hubner Diming-imingi Klub Indonesia, Pundit Senior Ini Beri Nasihat 

Rumor panas mengenai potensi kepindahan bek andalan Timnas Indonesia, Justin Hubner, ke kompetisi kasta tertinggi Super League Indonesia langsung memantik ... -

Trending

Dari Saksi Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Ungkap Kronologi Penahanan Febrie Adriansyah

Dari Saksi Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Ungkap Kronologi Penahanan Febrie Adriansyah

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, resmi menjalani masa penahanan.
Marselino Ferdinan Segel 7 dari Beckham Putra Nugraha, Intip Nomor Punggung Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Marselino Ferdinan Segel 7 dari Beckham Putra Nugraha, Intip Nomor Punggung Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

AFF mengumumkan nomor punggung tim peserta Piala AFF 2026 pada Jumat (24/7/2026), termasuk nomor punggung yang digunakan pemain Timnas Indonesia. 
Tersangka Febrie Adriansyah Ditahan 20 Hari di Rutan KPK, Ini Pertimbangannya

Tersangka Febrie Adriansyah Ditahan 20 Hari di Rutan KPK, Ini Pertimbangannya

Eks Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah dilakukan penahanan di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), oleh Tim Penyidik (Tim Sembilan) Kejaksaan Agung, pada Jumat (24/7/2026).
Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji Jaksa Meski Sudah Ditahan di Rutan KPK

Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji Jaksa Meski Sudah Ditahan di Rutan KPK

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung Rudi Margono mengatakan bahwa Febrie Adriansyah masih menerima gaji meski telah mundur dari Jampidsus.
Achmad Donny Terpilih sebagai Ketum PB SEMMI 2026-2029, Kongres IX Tegaskan Komitmen Kawal Asta Cita Presiden

Achmad Donny Terpilih sebagai Ketum PB SEMMI 2026-2029, Kongres IX Tegaskan Komitmen Kawal Asta Cita Presiden

Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) sukses menggelar Kongres IX yang berlangsung pada 21–24 Juli 2026 di Pusdiklat Lantas Polri, Banten
Fix Garuda Calling! Ini Formasi Mengerikan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Garuda Rasa Eropa Siap Angkat Trofi

Fix Garuda Calling! Ini Formasi Mengerikan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Garuda Rasa Eropa Siap Angkat Trofi

Intip formasi terbaik Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026 setelah PSSI resmi mengumumkan daftar 26 pemain. Skuad Garuda diprediksi bakal bercita rasa Eropa.
Setelah Demisioner Pengurus Lama, Kongres IX SEMMI Segera Rumuskan Arah Strategis Baru

Setelah Demisioner Pengurus Lama, Kongres IX SEMMI Segera Rumuskan Arah Strategis Baru

Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra, secara resmi memaparkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusannya dalam Kongres IX SEMMI yang mengusung tema "SEMMI Satu Wujudkan Astacita".
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT