Gubernur Malut Sherly Tjoanda Tak Habis Pikir Harga Tiket Pesawat Mahal: Mengancam Pariwisata di Indonesia Timur
- Instagram/@deepandextreme
Ia menjelaskan solusi ini mendorong adanya pemberian subsidi terhadap tiket pesawat. Ia meyakini usulan tersebut sangat efektif dalam melancarkan perjalanan ke wilayah timur Indonesia.
Melalui subsidi tiket pesawat, perjalanan semakin terjangkau dan meningkat. Masyarakat maupun wisatawan mampu kembali menghidupkan sektor pariwisata di Indonesia timur.
Selain itu, Sherly mempercayai harga tiket penerbangan udara yang terjangkau juga sebagai upaya melanjutkan pengembangan sekaligus pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung pariwisata.
Istri mendiang Benny Laos ini menyebut destinasi unggulan biasanya mempunyai daya tarik khas sendiri. Nantinya, hal ini bisa menjadi sasaran fokus pembangunan pada sektor pariwisata.
Ia mencontohkan dirinya memiliki kegemaran diving atau menyelam di bawah laut. Lokasi penyelaman dan objek wisata lain di Malut bisa menjadi sasaran pembangunan untuk meningkatkan kualitasnya.
"Nggak usah perlu banyak-banyak. Paling penting bagaimana bisa fokus dan berkualitas. Kemudian, kita bisa gencar melakukan promosi (objek wisata di Indonesia timur dan Malut)," tukasnya.
Diketahui, harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik hingga internasional belakangan ini semakin mahal. Lonjakan harga penerbangan saat ini akibat harga avtur global yang meroket lebih dari 70 persen per April 2026.
Berdasarkan dari kebijakan pemerintah Indonesia, kenaikan harga tiket setiap harga penerbangan setidaknya 9-13 persen terhitung pada Senin, 6 April 2026.
Alasan pemerintah menetapkan kenaikan harga tiket pesawat maksimal 13 persen agar tetap terjangkau oleh masyarakat Indonesia.
(hap)
Load more