Gubernur Malut Sherly Tjoanda Tak Habis Pikir Harga Tiket Pesawat Mahal: Mengancam Pariwisata di Indonesia Timur
- Instagram/@deepandextreme
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos menyoroti harga tiket pesawat. Saat ini, tiket penerbangan ke Indonesia timur semakin mahal.
Sherly Tjoanda menyebut harga tiket pesawat mahal bagian dari sejumlah tantangan pada sektor pariwisata di bagian Indonesia timur, terutama di Malut.
Menurut Sherly Tjoanda, kendala utama pada sektor pariwisata di Indonesia timur karena mahalnya tiket pesawat. Akibatnya, kunjungan wisatawan terhambat ke wilayah timur.
Kata Gubernur Malut itu, potensi sektor pariwisata di wilayah timur Indonesia telah diakui secara luas. Banyak destinasi wisata mampu mendukung perekonomian dan keuntungan kas daerah.
"Pariwisata wilayah timur itu potensinya bagus, semua orang juga sudah tahu cantik. Permasalahannya utama di tiket pesawat yang mahal," ujar Sherly Tjoanda di Jakarta International Convention Center, Jumat (24/4/2026).
Lebih lanjut, wanita berusia 43 tahun ini menjelaskan, pariwisata yang menonjol di timur Indonesia terletak pada destinasi wisata alam. Keindahannya telah diakui sangat luar biasa.
Sayangnya aksesibilitas menuju kawasan wisata di Indonesia timur saat ini semakin terbatas. Hal itu membuat potensi sektor pariwisata belum dimanfaatkan secara optimal.
Ia menambahkan, dampak dari keterbatasan ini sebagai penghambat pembangunan sektor pariwisata. Selain itu, terhambatnya kunjungan wisatawan terus menunda keuntungan perekonomian dan kas daerah.
Apa Saja Langkah Sherly Tjoanda Atasi Masalah Ini?
- Instagram/@deepandextreme
Gubernur Sherly membagikan cara dalam mengatasi masalah ini. Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh terjadi berlarut-larut.
Ia memberikan penekanan pentingnya agar tidak adanya keterhambatan pada pertumbuhan sektor pariwisata di timur Indonesia khususnya di Malut. Ia menginginkan adanya kolaborasi lintas sektor.
Baginya, kolaborasi ini sebagaai langkah awal. Ia berharap adanya kerja sama antara pemerintah, pelaku industri hingga pemangku kepentingan lainnya.
Tujuan adanya kerja sama ini, kata dia, nantinya akan memunculkan rumusan terhadap kebijakan agar seluruh pariwisata terus bertumbuh secara optimal.
Ia memberikan usulan mengenai solusi mengatasi permasalahan tersebut. Pertama, penyusunan paket ekonomi.
Ia menjelaskan solusi ini mendorong adanya pemberian subsidi terhadap tiket pesawat. Ia meyakini usulan tersebut sangat efektif dalam melancarkan perjalanan ke wilayah timur Indonesia.
Melalui subsidi tiket pesawat, perjalanan semakin terjangkau dan meningkat. Masyarakat maupun wisatawan mampu kembali menghidupkan sektor pariwisata di Indonesia timur.
Selain itu, Sherly mempercayai harga tiket penerbangan udara yang terjangkau juga sebagai upaya melanjutkan pengembangan sekaligus pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung pariwisata.
Istri mendiang Benny Laos ini menyebut destinasi unggulan biasanya mempunyai daya tarik khas sendiri. Nantinya, hal ini bisa menjadi sasaran fokus pembangunan pada sektor pariwisata.
Ia mencontohkan dirinya memiliki kegemaran diving atau menyelam di bawah laut. Lokasi penyelaman dan objek wisata lain di Malut bisa menjadi sasaran pembangunan untuk meningkatkan kualitasnya.
"Nggak usah perlu banyak-banyak. Paling penting bagaimana bisa fokus dan berkualitas. Kemudian, kita bisa gencar melakukan promosi (objek wisata di Indonesia timur dan Malut)," tukasnya.
Diketahui, harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik hingga internasional belakangan ini semakin mahal. Lonjakan harga penerbangan saat ini akibat harga avtur global yang meroket lebih dari 70 persen per April 2026.
Berdasarkan dari kebijakan pemerintah Indonesia, kenaikan harga tiket setiap harga penerbangan setidaknya 9-13 persen terhitung pada Senin, 6 April 2026.
Alasan pemerintah menetapkan kenaikan harga tiket pesawat maksimal 13 persen agar tetap terjangkau oleh masyarakat Indonesia.
(hap)
Load more