GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Melihat Makam Kuwu dan Tradisi Palakiyah di Kebumen yang Masih Terjaga

Desa Watulawang Kebumen, Jawa Tengah, hingga kini masih mempertahankan tradisi dan budaya warganya, Disini terdapat makan kuno yang dikenal sebagai Makam Kuwu
Rabu, 10 Agustus 2022 - 12:38 WIB
Area Makam Kuwu, makam kuno cikal bakal Desa Watulawang, Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah.
Sumber :
  • Tim tvOne - Wahyu Kurniawan

Menurutnya keluarga Keraton Yogyakarta pun pernah datang dan berziarah. Bahkan, tak sedikit dari kalangan pejabat yang datang ziarah hingga menginap semalam di makam.

"Sekarang banyak dari kalangan pejabat yang datang ziarah ke makam Mbah Kuwu mas. Permohonannya macam-macam, tak sedikit yang tujuannya juga untuk kenaikan pangkat," ucap Wasito.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masih menurut Wasito, Watulawang juga memiliki tradisi unik di bulan Sura, yaitu tradisi yang dinamakan Selamatan Palakiyah. Tradisi ini hanya digelar 3 tahun sekali di Bulan Muharam.

Pada bulan tersebut, warga setempat mengarak kepala kambing jenis kendit dibungkus kain mori dengan sesaji bunga, jajanan pasar, kelapa muda. Rumah kepala desa menjadi titik awal perjalanan, yang kemudian dimakamkan di batas desa.

Desa Watulawang juga masih memelihara adat istiadat dan tradisi Jawa Kuno yang diharmonisasi dengan agama Islam sebagai agama dominan masyarakat setempat. 

"Seperti bulan Sura, warga sini banyak melakukan selamatan dan ritual khusus. Seperti Merdi Bumi, Palakiyah, Ruwat Dadung, Baritan, Kenduren Suran dan tradisi lainnya," terang Wasito.

Tradisi lainnya yang bersifat pribadi seperti Slametan Batur, Megeng (puasa ngebleng), Slametan Profesi, Ngeramas benda pusaka (keris, tombak, pedang).

Selain itu ada kelompok masyarakat dan kelompok keagamaan yang mengamalkan “Dzikir Jawa”. Yaitu sebuah pemahaman tentang ilmu batin maupun sebuah sistem sosial. 

"Melalui seorang sesepuh disini akan dibimbing sebagai ilmu batin yang diamalkan dengan melewati tahapan tertentu namun menggunakan bacaan dzikir berbahasa Jawa bukan bahasa Arab," lanjutnya.

Sementara itu Adi Pandoyo salah seorang pengunjung yang datang ke Watulawang mengaku senang dan bangga dengan tradisi dan budaya warisan leluhur yang masih tetap lestari. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tradisi budaya semacam ini sangat langka, jadi keberadaannya bener-bener harus dijaga dan dilestarikan. Bila perlu sejarah dan historis tradisi Palakiah di Desa Watulawang dituliskan sehingga akan menjadi jejak untuk pengetahuan generasi muda di masa mendatang," ujar Adi Pandoyo. 

Menurut Adi Pandoyo Watulawang merupakan sebuah desa yang masih kental dengan tradisi dan budaya warisan leluhur seperti budaya kirab, kenduri selamatan jawa kuno, tradisi tanam kepala kambing kendit, makam kuwu, bahkan hidangan ingkung kluwek merupakan suatu tradisi yang langka. (Wkn/Buz)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Thailand Open 2026: Susah Payah Kalahkan Wakil Prancis, Amri/Nita Ikuti Jejak Jafar/Felisha ke Babak Kedua

Hasil Thailand Open 2026: Susah Payah Kalahkan Wakil Prancis, Amri/Nita Ikuti Jejak Jafar/Felisha ke Babak Kedua

Hasil Thailand Open 2026 sektor ganda campuran yang pertemukan pasangan Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Wakil Prancis, Julien Maio/Lea Palermo.
Nature Lifestyle Makin Booming, Indonesia Punya Potensi Besar di Industri Tanaman dan Pasar Internasional

Nature Lifestyle Makin Booming, Indonesia Punya Potensi Besar di Industri Tanaman dan Pasar Internasional

Tren nature lifestyle kini juga semakin dekat dengan generasi muda. Jika sebelumnya tanaman identik dengan aktivitas orang tua atau penghobi tertentu, kini tanaman menjadi
KKL I Pemuda Katolik 2026, Dorong Kader Sebagai Penguat Green Ekonomi Daeeah

KKL I Pemuda Katolik 2026, Dorong Kader Sebagai Penguat Green Ekonomi Daeeah

Pemuda Katolik akan melaksanakan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) I Tahun 2026 bertema “Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif dalam Mengawal Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan”.
Babak Baru Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sinyal Tersangka Baru Menguat

Babak Baru Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sinyal Tersangka Baru Menguat

Penanganan kasus dugaan kekerasan yang terjadi di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha Yogyakarta memasuki babak baru. 
Diperlakukan Tak Adil oleh Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI, Peserta SMAN 1 Pontianak Justru Banjir Dukungan

Diperlakukan Tak Adil oleh Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI, Peserta SMAN 1 Pontianak Justru Banjir Dukungan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI menyita perhatian publik usai sorotan viral mengenai keputusan dewan juri menganulir jawaban seorang peserta.
Hasil Thailand Open 2026: Jafar/Felisha Melangkah Mulus ke Babak Kedua Usai Taklukan Wakil Tuan Rumah Straight Game

Hasil Thailand Open 2026: Jafar/Felisha Melangkah Mulus ke Babak Kedua Usai Taklukan Wakil Tuan Rumah Straight Game

Hasil thailand Open 2026, pertandingan dari ganda campuran antara Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melawan Makkasasithorn/Nattamon Laisuan.

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT