GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Suku Mangaia Punya Tradisi 'Gila', Bocah 13 Tahun Dipersilahkan Hubungan Intim dengan Wanita Dewasa

Suku Mangaia merupakan suku yang memiliki tradisi gila, memperbolehkan remaja usia 13 tahun berhubungan intim dengan wanita dewasa sebagai pembelajaran seksual.
Senin, 3 Juli 2023 - 00:05 WIB
Suku Mangaia Punya Tradisi 'Gila', Bocah 13 Tahun Dipersilahkan Hubungan Intim dengan Wanita Dewasa
Sumber :
  • youtube.com

tvOnenews.com - Mungkin sebagian besar dari Anda belum pernah mendengar nama suku Mangaia yang memiliki tradisi yang bisa dibilang agak gila.

Suku dengan populasi 499 jiwa yang tinggal di kepulauan Mangaia, Samudera Pasifik Selatan ini memilki tradisi spiritual yang aneh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suku Mangaia memiliki tradisi spiritual leluhur orang Polinesia yang mungkin pada saat ini bisa dianggap nyeleneh. 

Simak ulasan soal tradisi suku Mangaia yang dianggap sedikit gila karena mempersilahkan bocah usia 13 tahun berhubungan intim dengan orang dewasa berikut ini.

Dilansir Minggu (02/07/23) dari tayangan YouTube channel Philosophein dengan judul "Tradisi Sex Nyeleneh Suku Mangaia | Bocil 13 tahun Harus Berhubungan Dengan Wanita dewasa & Free Sex," yang diunggah pada 21 Januari 2023.

Suku Mangaia Punya Tradisi 'Gila', Bocah 13 Tahun Dipersilahkan Hubungan Intim dengan Wanita Dewasa. Source: YouTube Philosophein

Siapa sangka, suku Mangaia memiliki tradisi gila, dimana anak atau bocah usia 13 tahun diperbolehkan hubungan intim dengan wanita dewasa.

Suku Mangaia adalah salah satu etnis yang tinggal di Kepulauan Cook di Samudra Pasifik Selatan. Awalnya, kepulauan Mangaia ditemukan oleh seorang navigator Inggris, Kapten James Cook pada 29 Maret 1777. 

Seperti diketahui bersama, praktik hubungan seks terhadap anak di bawah umur, ditentang di banyak negara karena dianggap sebagai pelecehan terhadap anak. 

Akan tetapi hal ini berbeda dengan tradisi di Suku Mangaia, anak dibawah umur sudah diharuskan belajar melakukan hubungan imtim dengan wanita yang lebih dewasa.

Umumnya, suku Mangaia akan membuat ritual seks yang pada pelaksanaannya, wanita dewasa akan melakukan hubungan intim atau seksual dengan remaja usia 13 tahun. 

Kegiatan ini merupakan sebuah bentuk pembelajaran seks sejak dini yang dilakukan oleh suku mangaia.

Meskipun tradisi ritual seperti ini berbahaya, namun orang suku Mangaia memegang teguh tradisi seksual mereka dan tidak pernah menyesal dengan adanya praktik seks pada anak dibawah umur tersebut.

Dalam budaya suku Mangaia, baik anak perempuan atau laki-laki cenderung didorong untuk memiliki pasangan seksual sebanyak mungkin sebelum mereka memutuskan untuk menikah. 

Tak hanya remaja pria, gadis-gadis muda suku Mangaia juga mulai memiliki banyak pasangan seksual muda saat mereka umur 13 tahun. 

Bahkan yang lebih gila lagi, mereka diperbolehkan melakukan hubungan intim dengan siapa saja, secara terus menerus setiap malam.

Dalam budaya tradisi suku Mangaia, setiap wanita akan diajarkan bagaimana mencapai kepuasan intim sejak mereka usia muda. 

Sedangkan para remaja pria, diajarkan bagaimana mereka bisa membuat perempuan agar terpuaskan dalam soal hubungan intim sejak usia muda. 

Para pria dewasa suku Mangaia ini juga, menjalani tradisi aneh yang disebut belahan punggung. Dimana, alat vital akan dibelah dari atas kulup, yang dilakukan oleh seorang ahli. 

Seorang pakar seksual suku Mangaia juga mendidik anak laki-laki soal topik seksual, selama beberapa minggu.

Kemudian setelahnya, akan diadakan upacara seksual untuk anak laki-laki tersebut yang akan disandingkan langsung oleh wanita dewasa berpengalaman secara seksual.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News.

(udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Garuda Baru Bukan Hanya Membawa Trofi, tapi Membawa Suara Anak-Anak Indonesia ke Panggung Dunia
Tutup Musim di Hadapan Publik Sendiri, Persik Incar 3 Poin Lawan Persija Sore Ini

Tutup Musim di Hadapan Publik Sendiri, Persik Incar 3 Poin Lawan Persija Sore Ini

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menegaskan timnya tidak akan meremehkan Persija Jakarta pada laga pekan ke-33 Super League 2025/2026.
Dihadiri Kaesang Pangarep, Caketum BPP HIPMI Reynaldo Gelar Malam Kolaborasi Daerah Hingga Sampaikan Hal Ini

Dihadiri Kaesang Pangarep, Caketum BPP HIPMI Reynaldo Gelar Malam Kolaborasi Daerah Hingga Sampaikan Hal Ini

Caketum BPP HIPMI Masa Bakti 2026-2029 Reynaldo Bryan, menggelar malam kolaborasi daerah dengan ketum-ketum BPD HIPMI, tim sukses, serta para senior HIPMI, bertempat di Plataran Senayan
Harga Emas dan Buyback Antam Turun Gocap Jadi Rp2,76 Juta per Gram

Harga Emas dan Buyback Antam Turun Gocap Jadi Rp2,76 Juta per Gram

Koreksi tajam ini membuat pasar kembali mencermati arah pergerakan emas, terutama setelah reli panjang yang sempat mendorong harga logam mulia mencetak rekor tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Sebut Juri LCC MPR RI Tak Perlu Minta Maaf, Ahmd Muzani Digeruduk Warganet Singgung Anggaran hingga Korupsi

Sebut Juri LCC MPR RI Tak Perlu Minta Maaf, Ahmd Muzani Digeruduk Warganet Singgung Anggaran hingga Korupsi

Ketua MPR RI Ahmad Muzani ikut terseret buntut polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR di Pontianak, Kalimantan Barat. Ini kata Ahmad Muzani soal..
Tiba di Nganjuk, Prabowo Bakal Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah

Tiba di Nganjuk, Prabowo Bakal Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah

Dalam agenda tersebut, Prabowo turut disambut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT