News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Teolog Ini Justru Bela Sosok Dedengkot Panji Gumilang dan Al Zaytun Soal Santri Nyanyi Havenu Shalom Aleichem, Faktanya...

Begini fakta yang diungkapkan oleh Bambang Noorsena, seorang teolog yang bersuara soal kontroversi Panji Gumilang yang ajak santri nyanyi Havenu Shalom Aleichem
Jumat, 7 Juli 2023 - 14:47 WIB
Panji Gumilang dedengkot Ponpes Al Zaytun
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang, beberapa waktu lalu sempat membuat heboh karena mengajak santrinya nyanyi Havenu Shalom Aleichem.

Sontak aksi Panji Gumilang ini menimbulkan kontroversi di masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak pihak yang menentang aksi Panji Gumilang tersebut karena menganggap nyanyain tersebut berkaitan dengan agama tertentu.

Namun ada juga yang mendukung apa yang dilakukan Panji Gumilang.

 

Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Bambang Noorsena, berikut penjelasan tentang kontroversi Panji Gumilang yang ajak santrinya nyanyi lagu Havenu Shalom Aleichem.

Mula-mula Bambang Noorsena menjelaskan tentang penggunaan bahasa utama pada masa Yesus.

"Pada zaman Yesus itu minimal ada 3 bahasa," jelas Bambang Noorsena.

Bahasa yang pertama adalah bahasa Ibrani yang digunakan orang Yahudi di zaman Yesus untuk membaca Al Kitab, Taurat, dan kitab nabi-nabi.

Bahasa yang kedua adalah bahasa aram atau aramaic, yang merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan Yesus dan para muridnya.

Selanjutnya bahasa ketiga adalah bahasa Yunani yang kala itu menjadi bahasa umum di Kekaisaran Romawi layaknya bahasa Inggris saat ini.

Ada juga bahasa latin yang hanya digunakan elit tertentu untuk keperluan administrasi kerajaan.

Dari pemaparan ini, Bambang Noorsena ingin menegaskan bahwa ada keserumpunan antara bahasa-bahasa yang digunakan dalam agama tertentu.

Bambang Noorsena menyayangkan adanya ribut-ribut soal penggunaan bahasa tertentu di Indonesia, terutama soal kontroversi salam Yahudi yang diserukan oleh Panji Gumilang ke santrinya di Al Zaytun.

"Tapi kenapa di Indonesia jadi heboh, baru-baru ini ada pesantren besar pimpinannya Panji Gumilang, sekarang sedang dipanggil," ujar Bambang Noorsena.

"Sampai Pak Mahfud MD pun juga menyuruh segera menuntaskan kasus ini gara-gara dia dianggap menistakan agama, penodaan agama," lanjutnya.

Bambang Noorsena memang tak mau mengurusi urusan agama orang lain namun di sini ia hanya ingin bersuara karena berkaitan dengan keimanannya.


"Tentu saya tidak perlu mengurusi urusan agama orang lain, tetapi sejauh itu terkait dengan iman kita, kita harus bersuara," kata Bambang Noorsena.

"Beliau itu mengajarkan di pesantrennya yang puluhan ribu jumlahnya, sebuah nyanyian dalam bahasa Ibrani yang merupakan nyanyian Israel, umum sampai saat ini, Havenu Shalom Aleichem," sambungnya.

Kemudian Bambang Noorsena menjelaskan lebih rinci soal salam yang digunakan oleh Panji Gumilang ini.

Itu artinya kami membawa damai sejahtera, ini salamnya Yesus yang disampaikan ketika Yesus baru bangkit kepada para muridnya," kata Bambang Noorsena.

Sampai Bambang Noorsena menyebut luar biasa Panji Gumilang menggunakannya.

"Itu luar biasa loh, nyanyian Israel," ungkap Bambang Noorsena.

Menurut Bambang Noorsena, salam yang dinyanyikan Panji Gumilang itu sebenarnya juga nyanyian gereja.

"Dan itu adalah nyanyian gereja juga, Yesus itu orang Yahudi, 12 murid orang Yahudi, 70 murid Yesus sebagian besar orang Yahudi," ujar Bambang Noorsena.

"Dan gereja itu mula-mula berakar pada kitab berbahasa Ibrani, yaitu Perjanjian Lama," lanjutnya.


(far)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Dapatkan berita menarik lainnya dari tvOnenews.com di Google News, Klik di Sini

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Cristiano Ronaldo Akhirnya Bongkar Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Tegaskan Belum Pensiun

Cristiano Ronaldo Akhirnya Bongkar Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Tegaskan Belum Pensiun

Cristiano Ronaldo akhirnya blak-blakan mengungkap alasan di balik keputusannya meninggalkan timnas Portugal. Meski mengakui tindakannya layak mendapat hukuman.
Prabowo Ubah Cara Pandang TNI-Polri, Tak Cuma Soal Fisik: Perang Drone dan Siber Jadi Alasannya

Prabowo Ubah Cara Pandang TNI-Polri, Tak Cuma Soal Fisik: Perang Drone dan Siber Jadi Alasannya

Prabowo meminta profesionalisme TNI-Polri diperkuat menghadapi ancaman baru. Kemampuan intelektual, teknologi, pendidikan, dan latihan menjadi sorotan.
Literasi Keuangan Makin Naik, Tapi Literasi Asuransi Turun: Gen Z Paling Berisiko?

Literasi Keuangan Makin Naik, Tapi Literasi Asuransi Turun: Gen Z Paling Berisiko?

Gen Z semakin mudah mengakses layanan keuangan digital, tetapi literasi asuransi masih rendah. Ini pentingnya edukasi finansial bagi mahasiswa sejak dini.
Review Film Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Bohong, Tapi Justru Kehilangan Filter

Review Film Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Bohong, Tapi Justru Kehilangan Filter

Review film Bapak Paling Jujur, drama komedi Fajar Nugros tentang calon gubernur yang tak bisa berbohong dan kehilangan filter dalam berbicara. Bagaimana
Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Model layanan kesehatan terintegrasi semakin berkembang. Dari medical check up, diagnosis, rehabilitasi hingga kesehatan mental, layanan disatukan untuk
Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Bintang Inter Miami, Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama timnas Argentina setelah lebih dari 20 tahun mengenakan jersey La Albiceleste.

Trending

Pernah Jadi Lawan, Megawati Hangestri Beri Pujian Setinggi Langit untuk Kim Da-in: Setter Terbaik di Korea

Pernah Jadi Lawan, Megawati Hangestri Beri Pujian Setinggi Langit untuk Kim Da-in: Setter Terbaik di Korea

Megawati Hangestri menyambut antusias duet barunya bersama Kim Da-in di Hyundai Hillstate. Tak tanggung-tanggung, Megawati menyebut setter timnas Korea Selatan.
Luhut Yakinkan Investor: Jangan Ragu Masuk, Indonesia Tidak akan Kolaps

Luhut Yakinkan Investor: Jangan Ragu Masuk, Indonesia Tidak akan Kolaps

Luhut Binsar Pandjaitan meyakinkan investor bahwa Indonesia tidak akan kolaps. Pemerintah kini mendorong investasi yang membawa inovasi, teknologi, dan
Gara-gara Main HP di Kelas, Tiga Mahasiswa Untad Diduga Disiksa Senior: Nyaris Ditelanjangi hingga Disulut Rokok

Gara-gara Main HP di Kelas, Tiga Mahasiswa Untad Diduga Disiksa Senior: Nyaris Ditelanjangi hingga Disulut Rokok

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, dilaporkan jadi korban aksi main hakim sendiri yang diduga dilakukan barisan mahasiswa senior.
Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Model layanan kesehatan terintegrasi semakin berkembang. Dari medical check up, diagnosis, rehabilitasi hingga kesehatan mental, layanan disatukan untuk
Celine Evangelista Serius Ingin Tinggal di Madinah, Intip Vila Rp7,5 Miliar Dekat Masjid Nabawi

Celine Evangelista Serius Ingin Tinggal di Madinah, Intip Vila Rp7,5 Miliar Dekat Masjid Nabawi

Celine Evangelista mengungkapkan rencana serius untuk menetap di Madinah, Arab Saudi. Tak sekadar wacana, ia bahkan telah melakukan survei vila mewah dekat.
Prabowo Ubah Cara Pandang TNI-Polri, Tak Cuma Soal Fisik: Perang Drone dan Siber Jadi Alasannya

Prabowo Ubah Cara Pandang TNI-Polri, Tak Cuma Soal Fisik: Perang Drone dan Siber Jadi Alasannya

Prabowo meminta profesionalisme TNI-Polri diperkuat menghadapi ancaman baru. Kemampuan intelektual, teknologi, pendidikan, dan latihan menjadi sorotan.
Royalti Musik Digital Capai Rp103 Triliun, Indonesia Dorong Sistem Global agar Uang Pencipta Tak Hilang di Tengah Jalan

Royalti Musik Digital Capai Rp103 Triliun, Indonesia Dorong Sistem Global agar Uang Pencipta Tak Hilang di Tengah Jalan

Royalti dari pemanfaatan karya secara digital mencapai sekitar Rp103 triliun pada 2024. Indonesia mendorong sistem royalti global yang lebih transparan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT