News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Yura Yunita, Hujan dan Energi Bahagia

Penampilan Yura Yunita pada panggung pentas seni jadi pamungkas rangkaian Screnixi ke-tujuh, ajang kreativitas olah raga dan seni yang digelar SMA 91 Jakarta, Timur. Sempat terhenti karena hujan lebat, improvisasi memindahkan ke panggung akustik membuat pentas lebih intim dan hangat.
Selasa, 7 November 2023 - 04:58 WIB
Yura Yunita saat tampil di Screnixi SMA 91 Jakarta Timur
Sumber :
  • Instagram @Info_pensi

Jakarta, tvOnenews.com-Diiringi instrumental melodius yang semakin lama semakin meninggi selama sekitar 5 menit, Yura muncul di panggung disambut jeritan penonton.

Ini memang jadi penampilan pemuncak pada ajang pentas seni Screnixi ke-tujuh kalinya ini. Lagu pertama Tenang yang liris dan syahdu berhasil memancing koor penonton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanpa berhenti Yura melanjutkan penampilan dengan playlist Cinta dan Rahasia. Pada pertengahan penampilan, langit yang gelap sejak siang, mulai meneteskan hujam rinai, rintik-rintik. 

Ketika hujan semakin deras, penonton tetap bertahan di depan panggung menyanyikan lagu Cinta dan Rahasia dengan menutup kepala dengan bahan apa saja, payung, mantel hingga spanduk bekas.

Seperti menghambur dari langit, guyuran hujan pertama setelah musim kemarau panjang disertai angin kencang mulai membasahi alat musik, membahayakan kaamanan alat alat dan keselamatan pemain di atas panggung. Yura sambil bernyanyi akhirnya menyebut pertunjukan akan dihentikan.

Dipayungi panitia, Yura setengah berlari turun dari panggung menuju tenda panitia.  Penonton juga bubar mencari tempat berlindung. 

Antusiasme penonton yang membuat energi kreatif panitia dan Yura Yunita tumbuh kembali. Penonton memang tetap bertahan setelah hujan lebat mereda. Mereka terus menyanyikan lagu lagu Yura Yunita di depan panggung.  

Ketika genset, lampu, sistem tata suara dipadamkan, improvisasi kecil justru jadi kenangan terindah pertunjukan Yura Yunita. Pada sebuah ruang yang semula lahan parkir yang memiliki atap, pertunjukan dengan alat seadanya coba dilanjutkan.

Ternyata ini jadi pertunjukan Yura paling intim dan akan dikenang sebagai salah satu pentas seni paling berkesan bagi siapapun yang hadir malam itu, Sabtu 4 November 2023. Tanpa dikomando, penonton duduk lesehan di halaman samping sekolah SMA 91, Jakarta Timur berukuran tak lebih dari 500 meter.

 
Mereka berdesak desakan tanpa banyak komentar menunggu tata suara seadanya disiapkan. 

tvonenews

Hujan lebat kembali turun. Menariknya, penampil tetap bersikeras melanjutkan pentas. Walhasil, tak ada lampu gemebyar, hanya satu lampu yang dipegang penitia dan terus diarahkan ke muka Yura agar terlihat oleh penonton.

"Suara tetap asyik kok," ujar Yura saat alat musik seperti keyboard dan gitar dicolok pada spekaer berukuran kecil. Saksofon, terompet dan drum sepenuhnya akustik alias hanya didekatkan pada microphone.  

Namun, konser bertolak dari yang ada ini jutru salah satu konser terbaik Yura. Satu persatu playlist yang sudah disusun dinyanyikan. 


Berkali kali Yura mengungkapkan apresiasinya dengan antusiasme pelajar Jakarta Timur yang terus bertahan hingga akhir.

Berhadap hadapan dengan penonton yang hanya berjarak dua meter yang duduk bersimpuh diantara genangan air sisa hujan, Yura terus menyebut.

Konser yang dekat, intim, hangat tercipta di lapangan parkir setelah panggung utama diguyur hujan lebat. (Sumber foto @info_pensi)

"Ini konser yang bakal diingat kalian seumur seumur hidup. Raih tangan teman disamping kalian, pegang erat erat," ujar Yura disambut gemuruh pelajar dari kisaran Jakarta Timur. ercipta. 

"...Kamu, kamu harus bahagia
Kamu, kamu harus bahagia
Kamu, kamu harus bahagia
Kamu, kamu harus bahagia...." 

Lagu terakhir Harus Bahagia ini jadi sing along yang panjang antara Yura dan penonton.

Meski pertunjukan sempat terhenti dan semua pakaian penonton basah diterpa hujan agaknya penonton pulang dengan senyum puas. Ada energi baru yang didapat dari lirik dan musik sederhana Yura. 

Agaknya Screnixi berhasil menyuguhkan pentas seni yang mewakili geliat kreativitas siswa siswi SMA 91. Sebelum penampilan Utopia dan Yura, beragam kegiatan ekstra kurikuler siswa ditampilkan sejak tari tradisi ratoh jaroe,tari modern dance, teater hingga band sekolah.

Di panggung juga digelar pemberian hadiah lomba futsal, basket, vokal, modern dance, ratoeh jaroe yang diikuti sekolah sekolah se Jakarta Timur. 

Ketua Screnixi Shafina Azata Isma mengaku puas dan lega usai panggung pentas seni tergelar. Meski tiga kali diguyur hujan, nyatanya seribuan penonton tak meninggalkan acara. Kini Shafina bisa mengenang perjalanan setahun bersama rekan sekolahnya yang lain mewujudkan agenda rutin tahunan tersebut.

 

Tahun lalu Screnixi hadirkan Maliq & D'Essentials, Yuvie & Nuno, Yahya hingga Enau.

"Paling sulit saat meyakinkan sekolah dan warga sekitar jika acara ini bakal tidak mengganggu secara keamanan dan kenyamanan. Prosesnya berbulan bulan. Tapi sekarang tuntas," ujar Azata. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rafsanjani Hipatia Hanif, penanggung jawab sponsor menyebut hal paling sulit adalah meyakinkan sponsor ketika belum ada bayangan pendanaan dan siapa band dan penyanyi yang bakal tampil. Ia harus satu persatu mendatangi calon sponsor, menjelaskan apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan digelar di Screnixi ke-tujuh.

Hasilnya ternyata perlahan lahan tampak, berbagai perusahaan, sejak BUMN,swasta hingga kementrian mau mengucurkan bantuan. "Ketika akhirnya tergelar, nama nama sponsor diputar pada video iklan di layar plasma belakang panggung rasanya kayak mau nangis," ujar siswa kelas XI SMAN 91.(bwo)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kapolri Ungkap Pesan Eyang Meri dan Warisan Moral Jenderal Hoegeng yang Jadi Pegangan Keluarga Besar Polri

Kapolri Ungkap Pesan Eyang Meri dan Warisan Moral Jenderal Hoegeng yang Jadi Pegangan Keluarga Besar Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengakui bahwa pesan yang sering disampaikan Eyang Meri memiliki makna mendalam bagi masa depan Polri.
Penyebab Utama Anak SD di NTT Gantung Diri, Bukan Masalah Alat Tulis Polisi Singgung Orang Tua...

Penyebab Utama Anak SD di NTT Gantung Diri, Bukan Masalah Alat Tulis Polisi Singgung Orang Tua...

Polisi sampaikan perkembangan terbaru kasus kematian tragis siswa SD berinisial YRB (10) di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) usai nekat gantung diri.
Anggota Komisi III Nilai Isu Polri di Bawah Kementerian Malah Kesampingkan Esensi Reformasi Kepolisian Sesungguhnya

Anggota Komisi III Nilai Isu Polri di Bawah Kementerian Malah Kesampingkan Esensi Reformasi Kepolisian Sesungguhnya

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mengatakan reformasi Polri bukan berarti harus ada perubahan posisi lembaga tersebut di bawah kementerian.
Jadikan Indonesia Basis Penting dalam Ekosistem Baterai Global, Dirut CBL Indonesia Beberkan Strateginya saat RDP dengan DPR

Jadikan Indonesia Basis Penting dalam Ekosistem Baterai Global, Dirut CBL Indonesia Beberkan Strateginya saat RDP dengan DPR

Dirut CBL Indonesia, Wu Zhihui saat RDP bersama Komisi XII DPR RI beberkan komitmennya untuk menjadikan Indonesia basis penting dalam ekosistem baterai global.
Belum Juga Hengkang dari Manchester United, Casemiro Malah Sudah Dilirik LA Galaxy: Bukan Masalah Besar bagi Setan Merah

Belum Juga Hengkang dari Manchester United, Casemiro Malah Sudah Dilirik LA Galaxy: Bukan Masalah Besar bagi Setan Merah

Casemiro belum hengkang dari Manchester United, tapi LA Galaxy, raksasa Major League Soccer yang tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan dirinya.
Memangnya Sehebat Apa Sergio Castel, Pemain Anyar Persib di Paruh Musim Super League 2025/2026?

Memangnya Sehebat Apa Sergio Castel, Pemain Anyar Persib di Paruh Musim Super League 2025/2026?

Menjelang penutupan bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026, Persib Bandung dikabarkan telah mengamankan jasa penyerang asal Spanyol Sergio Castel ...

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Timnas Futsal Indonesia mencatatkan pencapaian membanggakan di level internasional. Berdasarkan FIFA World Ranking Futsal, Indonesia kini menempati peringkat ke
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT