Ada Konflik yang Lebih Parah dari Israel-Palestina di Indonesia, yaitu Pilpres kata Ustaz Felix Siauw, Kok Bisa? Katanya ..
- Tangkapan layar Youtube dr. Richard Lee
tvOnenews.com - Konflik Israel dan Palestina yang memanas sejak tanggal 7 Oktober 2023 telah menelan ribuan korban jiwa, dan mendapat sorotan dari Ustaz Felix Siauw.
Tercatat hingga pekan kedua November 2023, agresi militer Israel ke Gaza Palestina sudah menelan ribuan korban jiwa.
Bahkan tercatat lebih dari 10 ribu warga yang menjadi korban dari keganasan perang.
Warga Palestina pergi setelah serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza, Selasa, 7 November 2023. (source: AP Photo/Eyad Baba)
Menteri luar negeri Indonesia, Retno, menyebutkan bahwa korban agresi militer Israel atas Palestina di dominasi perempuan dan anak-anak.
“Sampai saat ini korban serangan Israel di Gaza Palestina sudah lebih dari 10 ribu jiwa. Dan lebih dari 60 persen dari seluruh korban didominasi perempuan dan anak-anak,” ujar Menlu Retno Marsudi, usai menjadi keynote speaker dalam International Conference on Woman in Islam, Status and Empowerment, yang digelar di Jeddah, 6-8 November 2023.
Jalur Gaza telah dibom secara besar-besaran sejak kelompok Hamas melancarkan serangan mendadak terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Setidaknya 10.328 warga Palestina, termasuk 4.327 anak-anak dan 2.719 perempuan, telah tewas sejak serangan balik tersebut. Sementara itu, jumlah kematian dari pihak Israel, menurut data resmi hampir mencapai 1.600 orang.
Ustaz Felix Siauw hadir sebagai narasumber di acara bincang kanal Youtube dr. Richard Lee, mengungkapkan pandangannya soal konflik Israel dan Palestina.
Tuan rumah dr. Richard Lee menanyakan soal konflik Israel dan Palestina, apakah ini adalah perang agama atau tidak.
"Bagi orang Muslim mereka harus tetap melihat bahwa ini adalah perang Agama, dan itu bukan orang muslim yang menjelaskan tapi Israel sendiri sebenarnya," terangnya.
Alasannya yang pertama adalah Israel ketika memilih tempat yakni berdasarkan referensi agama.
Selain itu, Ustaz Felix Siauw menjelaskan alasan kedua adalah ketika Israel mengambil pendekatan-pendekatan pun berdasarkan referensi agama juga.
"Agama apa nih?" tanya dr. Richard Lee.
"Agama Yahudi," timpali Felix Siauw.
"Jadi mereka memilih tempat itu kan dari kita mereka," terangnya.
Lanjut Ustaz Felix Siauw menjelaskan bahwa bedanya Islam dengan agama yang lain adalah Islam basic dari semua.
Maka dari itu, politik diatur dalam Islam, ekonomi, hingga budaya diatur dalam Islam.
"Maka seorang muslim tetap harus melihat ini adalah masalah agama, karena masalah politik politik, ekonomi, geopolitik apa pun itu adalah masalah agama di dalam Islam," jelasnya.
"Maka pendudukan ini harus menjadi bagian daripada masalah agama, karena kalau tidak ada masalah agama, maka Islam kehilangan satu motivasi yang paling besar, dan menjadi sia-sia" ungkapnya.
Pendakwah, Ustaz Felix Siauw.
Kemudian di tengah-tengah perbincangan, Felix Siauw mengatakan bahwa ada lebih parah daripada konflik Palestina dan Israel.
Tanpa ragu, pendakwah keturunan etnis Tionghoa-Indonesia itu mengatakan bahwa yang lebih parah dari konflik Palestina - Israel di Indonesia adalah Pilpres.
"Pilpres itu dok, buat grup WhatsApp keluarga pecah, itu Pilpres loh dok," ungkapnya.
"5 tahun, sampai sekarang masih ada Kadrun dan Kampret," timpali dr. Richard Lee.
"Berarti apa yang lebih parah daripada konflik Palestina - Israel, ya itu (Pilpres)," ungkap Felix.
Bahkan, Ustaz Felix Siauw mengutip pernyataan dari Kapolri yang pernah berkata bahwa konflik Palestina - Israel itu memicu gerakan-gerakan radikalisme.
Menurut Ustaz Felix pernyataan diatas itu salah, karena Pilpres yang memicu gerakan radikalisme.
"Makanya dari dulu saya tidak setuju manusia mana pun dikatain kadrun, kampret, dan segala macam, kok bisa kita cuma beda pilihan orang, ini bukan persoalan agama loh," ujarnya.
"Ini soal pilihan orang aja, kita bisa ribut kayak gitu, ini masih untung dalam urusan agama kita gak sebarbar itu, mungkin pelakunya bukan tanda kutip ya, seperti pelaku-pelaku ketika di Pilpres," sambungnya.
Sebagaimana diketahui, bangsa Indonesia sedang bersiap menyambut pesta demokrasi yakni Pemilu (Pemilihan Umum) pada 2024. Di mana salah satu yang akan dipilih masyarakat Indonesia adalah presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2024.
Sejauh ini terdapat tiga pasangan calon Presiden dan calon wakil presiden Pilpres 2024 yang telah mendaftar ke KPU (Komisi Pemilihan Umum).
Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka, Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar, dan Ganjar Pranowo - Mahfud MD. (ind)
Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini
Load more