Cantik dan Unik, Batik Ciprat Karya Penyandang Disabilitas di Pati
- Tim tvOne - Abdul Rohim
Batik ciprat sebutannya. Sesuai namanya, batik ini dibuat dengan caraĀ menciprat-cipratkan larutan lilin malam untukĀ membatik pada kain yangĀ dibentangkan. Meski keluar dari pakem pembuatan batik yang dilukisĀ menggunakan canting, batik ciprat nyatanya melahirkan keindahan motifĀ tersendiri.
Bintik-bintik hasil cipratan larutan lilin malam pada kain justruĀ terkesan artistik. Karena keunikannya, peminat batik ini cukup banyakĀ dari berbagai kalangan.
Sesuai namanya, cara membuat batik ciprat ini dilakukan denganĀ menciprat-cipratkan larutan lilin malam yaitu bahan untuk menggambarĀ kain batik. Larutan lilin malam dicipratkan menggunakan kuas atauĀ jerami yang diikat. Sehingga dalam pembuatannya dilakukan dengan
teknik jumputan dan teknik colet atau kuas.
Setelah terbentuk motif cipratan yang cantik, proses selanjutnyaĀ adalah pelorotan, yakni proses meluruhkan atau menggugurkan lapisanĀ lilin malam pada kain batik dengan cara dicuci dengan air panas.Ā Setelah itu kain batik dijemur hingga kering.
Selain membuat batik ciprat, penyandang disabilitas di pati ini jugaĀ membuat batik tulis. Untuk batik tulis ini, pembeli bisa request motifĀ dan warna sesuai keinginannya.
Selain diminati masyarakat umum dari berbagai kalangan, batik cipratĀ dan tulis karya penyandang difabel Pati ini juga banyak dipesan paraĀ pejabat di Kabupaten Pati maupun kota kota besar seperti, Semarang,Ā Solo dan Jakarta.
Satu potong batik ciprat satu warna dijual Rp 150.000. Untuk batikĀ ciprat lebih dari satu warna dijual Rp 175.000 per potong.Ā Sementara untuk batik tulis, dijual minimal Rp 350.000 per potong,Ā tergantung motifnya. Semakin rumit motifnya, harga jualnya semakin
mahal. (Abdul Rohim/Buz)
Ā
Load more