News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cantik dan Unik, Batik Ciprat Karya Penyandang Disabilitas di Pati

Penyadang disabilitas di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, berkreasi membuat karya seni batik ciprat dan tulis dengan berbagai motif yang unik dan cantik
Jumat, 3 Desember 2021 - 12:54 WIB
Sejumlah penyandang disabilitas membuat batik di Sekretariat PPDI Pati, Jawa Tengah, Jumat (3/12/2021)
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, Jawa Tengah - Mempunyai kekurangan fisik tak menghalangi sejumlah penyadang disabilitas di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, untuk berkreasi membuat karya seni batik. Lewat tangan kreatifnya, mereka berhasil membuat batik ciprat dan batik tulis yang cantik dengan aneka motif yang unik.

Aktivitas membuat batik oleh belasan penyandang disabilitas ini bisa dilihat jika berkunjung ke Sekretariat Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati, yang berada di Jalan Panglima Sudirman Pati, Jawa Tengah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah keterbatasannya, mereka rupanya terampil membatik. Batik-batik cantik karya mereka terpajang di galeri.Batik karya difabel ini berbeda dengan batik tulis atau batik cap yang banyak beredar di pasaran, terutama dari motifnya.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati, Suratno, mengatakan, kegiatan usaha batik ciprat dan lukis yang melibatkan sejumlah difabel ini melahirkan dampak positif bagi para penyandang disabilitas. Mereka yang memiliki keterbatasan kini menjadi
lebih percaya diri dengan keterampilan yang bisa mendatangkan pemasukan. 

“Saat ini kami beserta teman teman difabel pati baru pengembangan usaha batik yaitu batik ciprat sama batik tulis. Saat ini kami bisa membuat lima belas motif batik ciprat. Keunggulan batik kami dari bahannya trus dari warna dan teman teman disini berani jamin kalau
dibuat baju tidak akan luntur dan pudar, " kata Suratno, jumat (3/12/2021).

" Uniknya di cipratnya, walaupun teman teman mempunyai kekurangan fisik walaupun Cuma ciprat akan membentuk motif sendiri nantinya. Alhamdulilah penjualannya dari
lokal pati sendiri, dari jakarta juga ada kalo jakarta mintanya batik tulis,” Lanjutnya

Salah seorang pembeli batik ciprat, Elia Putri, mengaku tertarik dengan batik ciprat karya difabel pati ini karena selain motifnya yang unik dan banyak pilihan, warnanya juga bagus bisa dikombinasi beberapa warna.

“Disini motifnya unik unik jadi kami bisa request. Jadi misal saya punya model nanti mereka bisa bikinin semua. Terus turunan warnanya itu semua bagus bagus nggak ada yang meleset sama sekali. terus untuk batik cipratnya misalnya saya pengen pesan banyak itu mereka bisa
bikinin cepet jadi gak kayak diluaran yang harus nunggu PO lama lama
gitu lho mas,” ujar Elia Putri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Batik ciprat sebutannya. Sesuai namanya, batik ini dibuat dengan cara menciprat-cipratkan larutan lilin malam untuk  membatik pada kain yang dibentangkan. Meski keluar dari pakem pembuatan batik yang dilukis menggunakan canting, batik ciprat nyatanya melahirkan keindahan motif tersendiri.

Bintik-bintik hasil cipratan larutan lilin malam pada kain justru terkesan artistik. Karena keunikannya, peminat batik ini cukup banyak dari berbagai kalangan.

Sesuai namanya, cara membuat batik ciprat ini dilakukan dengan menciprat-cipratkan larutan lilin malam yaitu bahan untuk menggambar kain batik. Larutan lilin malam dicipratkan menggunakan kuas atau jerami yang diikat. Sehingga dalam pembuatannya dilakukan dengan
teknik jumputan dan teknik colet atau kuas.

Setelah terbentuk motif cipratan yang cantik, proses selanjutnya adalah pelorotan, yakni proses meluruhkan atau menggugurkan lapisan lilin malam pada kain batik dengan cara dicuci dengan air panas. Setelah itu kain batik dijemur hingga kering.

Selain membuat batik ciprat, penyandang disabilitas di pati ini juga membuat batik tulis. Untuk batik tulis ini, pembeli bisa request motif dan warna sesuai keinginannya.

Selain diminati masyarakat umum dari berbagai kalangan, batik ciprat dan tulis karya penyandang difabel Pati ini juga banyak dipesan para pejabat di Kabupaten Pati maupun kota kota besar seperti, Semarang, Solo dan Jakarta.

Satu potong batik ciprat satu warna dijual Rp 150.000. Untuk batik ciprat lebih dari satu warna dijual Rp 175.000 per potong. Sementara untuk batik tulis, dijual minimal Rp 350.000 per potong, tergantung motifnya. Semakin rumit motifnya, harga jualnya semakin
mahal. (Abdul Rohim/Buz)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.
Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT