Mungkin Anda Belum Tahu, Berikut Daftar KSAD Berdarah Batak, Jenderal Ini Raih Gelar Pahlawan Nasional
- Istimewa
Jenderal Maraden Saur Halomoan Panggabean menjabat sebagai KSAD pada 1968-1969.
Jenderal TNI Maraden Panggabean menjabat KSAD setelah Jenderal TNI Soeharto pada tahun 1965-1968.
Panggabean adalah marga dari kelompok Batak Toba, marga-marga ternama lainnya dari kelompok Batak Toba di antaranya Panjaitan, Batubara, dan Simanjuntak.
Jenderal TNI Maraden mengawal karier dengan bergabung di organisasi Kelaskaran Pemuda Sosialis Indonesia sebagai Komandan Pasukan sampai akhirnya menjadi Jenderal bintang empat.
3. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Maruli Simanjuntak juga menjadi salah satu KSAD berdarah Batak. Jenderal kelahiran Bandung, Jawa Barat, 27 Februari 1970 itu menduduki jabatan sebagai KSAD sejak 29 November 2023 hingga saat ini. Ia berasal dari kelompok Batak Toba.
Maruli Simanjuntak adalah menantu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Sebelum menjadi KSAD, Maruli sempat menduduki jabatan sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkostrad).
Maruli merupakan menantu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan setelah menikahi putri Luhut, Paulina Pandjaitan.
Dari pernikahan itu, Maruli dan Paulina memiliki dua anak, salah satunya adalah Faye Simanjuntak yang kini aktif mengampanyekan hak anak
Maruli dikenal sebagai sebagai sosok yang cerdas, akademik, rendah hati, dan dinilai memiliki intelijen yang baik. Sebagai seorang Pangkostrad dia sudah mengoleksi beberapa brevet dan penghargaan mentereng di bidang militer tanah air.
4. Jenderal Besar TNI (Purn) Dr (HC) Abdul Haris Nasution![]()
Jenderal Nasution bersama keluarga.
Nama terakhir ada Jenderal TNI Abdul Haris Nasution, tentara kelahiran Kotanopan, Mandailing, Hindia Belanda, 3 Desember 1918.
AH Nasution menduduki jabatan KSAD sebanyak dua kali, periode pertama dimulai pada 27 Desember 1949-18 Oktober 1952, dan periode kedua 1 November 1955-21 Juni 1962.
Nasution di akhir namanya memperlihatkan bahwa jenderal bintang 5 ini berasal dari Suku Batak. Nama Nasution sendiri dipakai kelompok Marga Batak Angkola dan Mandailing. Ia awalnya seorang guru yang tertarik ke dunia politik dan militer.
Pada 1940 ia mengikuti pelatihan korps perwira cadangan yang dibuka pemerintah Belanda. Ia bersama beberapa pemuda akhirnya dikirim ke Akademi Militer Bandung. Berkat kemampuannya, tak lama kemudian Abdul Haris meraih pangkat Kopral, Sertan, dan menjadi perwira. (viva/ind)
Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini
Load more