Meski Tak Ada Hubungan Darah, Anggota TNI ini Ikhlas Merawat Anak Yatim Piatu, Berujung Dipanggil ke Mabes AD, Sambil Menangis Bilang…
- YouTube/TNIAD
tvOnenews.com - Kisah inspiratif Sersan Kepala (Serka) Suyuthi, anggota TNI di Rembang, Jawa Tengah yang menyelamatkan nyawa anak terlantar sempat menjadi perhatian publik. Hingga dipanggil oleh Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang saat itu masih menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Serka Suyuthi merupakan prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat yang sehari-hari berdinas di Koramil Lasem, Rembang. Namanya viral usai membantu seorang anak yatim piatu yang menderita sakit dan hidup sebatang kara.
Kisah ini bermula pada Oktober 2021 lalu, saat Serka Suyuthi pulang kantor dan hendak membeli BBM di SPBU pinggir jalur Pantura. Dalam perjalanannya, ia melihat seorang anak sedang berjalan kaki sambil menggendong dua tas dengan posisi di punggung dan dada, serta menjinjing sebuah kantong kresek.
Anak itu bernama Teguh Ahmad Bahari, asal Garut, Jawa Barat, berusia 17 tahun. Saat itu Serka Suyuthi mencoba bertanya kemana Teguh akan pergi.
Anak itu kemudian menjawab bahwa ia hendak berziarah ke makam Sunan Bonang, mengetahui hal itu Serka Suyuthi menawarkan bantuan untuk mengantarkannya ke tujuannya.
Dari obrolan tersebut, Teguh diketahui mondok di Jember Jawa Timur, namun ia harus pulang ke Garut karena seluruh anggota keluarganya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
Karena merasa di Garut sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi, hingga akhirnya sang anak tersebut memutuskan untuk kembali ke Jember dengan menyusuri jalan di sepanjang jalur Pantura dan tinggal di rumah pamannya.
Mendengar hal itu, sontak membuat Serka Suyuthi haru dan iba hati. Ia mengaku bahwa berniat membantu jika nantinya pamannya tak bersedia untuk membiayai Teguh.
"Kasih air mineral, kasih bekal, kalau sudah makan, ini nanti buat makan kamu, kamu ziarah saja. Nanti kalau kamu sampai Jember, kebetulan katanya pamanmu tidak mau membiayai kamu, nanti kamu hubungi saya," ujar Serka Suyuthi, dikutip Selasa (2/4/2024).
Kisah Serka Suyuthi Membantu Teguh Operasi Hingga Dipanggil Mabes AD
Singkat cerita, usai dari Jember, Teguh mengabarkan Suyuthi jika sang paman sudah tidak sanggup membiayai pendidikan di pondoknya. Serka Suyuthi kembali bertemu dengan Teguh, dan menawarkannya untuk mondok di Pondok Pesantren di Desa Dadapan Sedan.
Hingga akhirnya Teguh kembali mondok, kini anak yatim piatu yang terlantar itu telah menemukan harapan dalam hidupnya, dengan memulai lembaran barunya dengan keluarga barunya.
Baru berjalan tiga minggu Teguh berada di Pondok, tiba-tiba ia jatuh pingsan. Hingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang. Dari hasil diagnosa di Dokter rumah sakit tersebut, Teguh mengalami usus buntu dan harus segera dioperasi.
Sementara pihak rumah sakit membutuhkan persetujuan keluarga sebelum melakukan tindakan operasi, termasuk penanggung jawab biaya administrasinya nanti.
"Saya gak tega melihat itu semua. Saya siap walau dibilang biaya operasinya ini mahal. Akhirnya saya tanda tangani dari pendaftaran, dan tanda tangan untuk operasi," kata Suyuthi sambil berkaca-kaca.
Pasca operasi, Teguh menjalani perawatan di rumah sakit selama enam hari. Di sini, Suyuthi merawatnya siang dan malam serta memandikan Teguh seperti anak sendiri meski tak ada ikatan darah.
"Malam saya temenin kasih makan, pagi saya besuk, mandikan, sore saya mandikan," ucapnya sambil berlinang air mata.
![]()
Kisah Serka Suyuthi itu pun sampai ke telinga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Jenderal TNI Dudung memerintahkan jajarannya untuk memanggil Serka Suyuthi dan Dandim 0720/Rembang Letkol Kav Donan Wahyu Sejati ke ruang kerjanya.
Melalui video Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Minggu Malam, 5 Desember 2021. Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan bantuan dan penghargaan kepada Serka Suyuthi.
Penghargaan dan bantuan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi orang nomor satu di Matra Angkatan Darat itu terhadap Serka Suyuthi yang telah menunjukkan jiwa kemanusiaan dan kepeduliannya dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.
Suyuthi dinilai berjasa besar menyelamatkan seorang anak yatim piatu yang menderita sakit karena terlantar, hingga harus dioperasi di rumah sakit dan merawatnya. (ind/adk)
Load more